<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871</id><updated>2011-09-21T20:01:52.538+07:00</updated><category term='politik'/><category term='topeng monyet'/><category term='see the world'/><category term='Senandung Kehidupan'/><category term='puisi'/><category term='merdeka'/><category term='anekdot politik'/><category term='mudik'/><category term='koran'/><category term='Aktivis Gambuzz'/><category term='Kajian Songgo Bumi'/><category term='Masyarakat Samin'/><category term='merah putih'/><category term='idul fitri'/><category term='ramadhan'/><category term='Wanna sing'/><category term='aksi demonstrasi'/><title type='text'>My Journey</title><subtitle type='html'>CINTA adalah ENERGI KEHIDUPAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1353663601224298137</id><published>2011-09-21T19:59:00.000+07:00</published><updated>2011-09-21T20:01:52.546+07:00</updated><title type='text'>MAAF MENINGGALKANMU</title><content type='html'>Aku harus pergi meninggalkan semua kenangan di sini. maaf jika harus meninggalkanmu, di sini semua aku belajar dari awal. This is my choice http://cahsamin.wordpress.com/ &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JZzY22jSZSs/TnnfTvXExuI/AAAAAAAAAJY/H9uKWJ7YhE4/s1600/rumahku.png" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-JZzY22jSZSs/TnnfTvXExuI/AAAAAAAAAJY/H9uKWJ7YhE4/s320/rumahku.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Waktu memang mengubah semuanya tapi kenangan akan senantiasa hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1353663601224298137?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1353663601224298137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1353663601224298137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1353663601224298137'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JZzY22jSZSs/TnnfTvXExuI/AAAAAAAAAJY/H9uKWJ7YhE4/s72-c/rumahku.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-987054797807046436</id><published>2011-08-28T22:30:00.000+07:00</published><updated>2011-08-28T22:30:25.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mudik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul fitri'/><title type='text'>SELAMAT DATANG (PULANG) PEMUDIK</title><content type='html'>Tanpa sadar kulirik jam dinding, ternyata  sudah hampir jam 4 sore. Aku jadi teringat, ada janji bertemu dengan seorang kawan di Ngawen. Aku raih kunci motor dan handphone, segera meluncur ikut menjamahi setiap inchi aspal jalanan. Sesuai dugaanku kondisi jalan lebih ramai daripada hari-hari biasa, sebenarnya waktu itupun hari biasa cuma karena orang moment lebaran semakin mendekat sehingga lau-lintas menjadi semakin ramai. Kalau begitu, mudik adalah migrasi kemacetan? Bisa jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku malas untuk ngebut jadi hanya memacu kuda besi pada kecepatan max 60 km/jam saja. Lepas dari desa Jagong perjalanan agak tersendat, ada deretan beberapa bus di depan. Aku terpaksa menguntit dari belakang, karena jengah sehingga tak betah merasa diasapi, akhirnya memaksaku menyalip bus di depan. Sejuruh kemudian....&lt;i&gt;wussshhh&lt;/i&gt;....masuk gigi 4 dan aku berhasil berada di depan bus. Aku agak kaget dengan pemandangan di depan, mobil bak terbuka yang dari plat nomornya aku bisa yakin itu kendaraaan dari Jakarta melaju agak pelan beriringan dengan bus lain di depan. Mobil bak terbuka itu "disulap" hanya dengan perpal yang biasanya digunakan sebagai penutup bak belakang truk barang. Di dalam mobil tersebut setidaknya ada 6-8 orang yang dari wajahnya masih berusia belasan tahun. Pastilah keluarga mereka, menanti dengan penuh kerinduan akan kedatangan mereka. Aku tak mampu menggambarkan perjuangan mereka melawan kemacetan dan jauhnya perjalanan yang mereka tempuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin setidaknya bukan hanya keluarga dari yang kujumpai di jalanan ini yang ingin merayakan lebaran bersama keluarga besarnya. Sepekan ini ada jutaan orang tua bersiap di rumah, menyambut kepulangan keluarga mereka. Benak mereka dibayangi oleh wajah anak-anak ataupun saudaranya yang sedari kecil tumbuh bersama, namun ketika mulai tumbuh dewasa mereka terpisah ataupun memisahkan diri memenuhi kodratinya. Jelas tidak sepenuhnya mereka terpisah, meski fisik berjauhan tapi ikatan kekeluargaan dan saudara itu senantiasa menancap dalam sanubari hati mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat dan keinginan setiap orang ketika merantau mungkin hampir sama, semua berangkat ke tanah rantau dengan niat memperoleh kehidupan yang lebih baik, setidaknya secara ekonomi. Kemudian di penghujung Ramadhan, pulang kampung dengan niat yang hampir sama pula, yaitu berkumpul dengan keluarga tercinta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa bayangkan kebahagiaan dan kebanggaan keluarga di kampung halaman, pastilah amat besar. Memang benar bahwa mereka merantau untuk mencari materi, tapi tak penting lagi rasanya seperti apa penampilan mereka saat ini, itu tak jadi soal; naik kereta, bus, kendaraan pribadi, pesawat atau motor tak penting jua karena bagi keluarga di rumah adalah keselamatan diri kalian (pemudik) yang paling dinanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar aku merasa iba dengan pemudik yang aku ceritakan di atas, tapi aku juga bangga, sekaligus menyimpan kagum. Termasuk kalian yang menempuh ratusan kilo aspal dengan motor, berjejalan di dalam kereta yang pengap ataupun bagi pemudik yang begitu menikmati berdesakan di dalam bus, terapung di atas laut bersama kapal. Aku menaruh hormat pada kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat berkumpul dengan keluarga kalian, bernostalgia dengan kawan-kawan di kampung sekaligus melepas kerinduan kaian akan bau tanah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang pemudik di kampung halaman kalian masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masih belum pasti penetapannya, aku akan mendahului, aku ucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-987054797807046436?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/987054797807046436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=987054797807046436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/987054797807046436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/987054797807046436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/08/selamat-datang-pulang-pemudik.html' title='SELAMAT DATANG (PULANG) PEMUDIK'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-305618450387497422</id><published>2011-08-28T22:28:00.000+07:00</published><updated>2011-08-28T22:28:24.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koran'/><title type='text'>PENJUAL KORAN DI SEPINTAS SIANG</title><content type='html'>Mentari nampak gahar hari itu, seperti ingin meminta perhatian dari mahkluk di bumi. Terik panasnya menyimpulkan kegarangan dan keangkuhan ego manusia akan global warming. Aku hanya membonceng Lutfal saat mengitari Solo selepas membeli tiket petandingan sepakbola antara RI lawan Palestina di Stadion Sriwedari. Raung suara motor agak tertahan pada lampu merah di perempatan Gendingan, asap knalpot membumbung mencari sisi dan celah di udara keluar dari beberapa kendaraan lain yang ada di samping kanan-kiri, depan, dan mungkin juga belakang motor yang kami tumpangi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang aku perhatikan selain traffic light atau simbah bilang &lt;i&gt;bangjo&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;, cukup sedikit mendongak terpampang dengan jelas hitungan mundur yang masih menyisakan waktu lebih dari cukup untuk sekedar menilik orang di sekitar dengan nafsi yang berbeda-beda. Lutfal yang kemudian memecah lamunku, " Ehh mas, itu lihat yang jualan koran, masih kecil pake seragam pramuka lagi", moncer dengan dialek betawi nya. Meskipun keluarga besar dan orang tua nya dari daerah sekitar Tegal yang sangat familiar dengan dialek ngapak namun dia lahir dan besar di Ibu Kota, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mana Fal, g' ada kok," ujarku dengan pandangan mata menelisik mencari di mana peloper koran yang dimaksud. Secara refleks tangan kanan Lutfal menunjuk sisi kanan kami, tapi nyatanya yang coba dia tunjukkan nampak sudah tidak ada. "Loh kok g' ada ya, tadi ada di situ." Aku membatin mungkin tadi Lutfal salah lihat."Eh mas, itu tuh adeknya yang jualan koran," telunjuk tangan kanan Lutfal dengan mantab tertuju ke sosok penjual koran yang sedari tadi aku coba cari. Ya sosok perempuan kecil yang mungkin baru berusia sepuluh tahun dengan seragam pramuka dengan atasan berbalut rompi salah satu koran terkenal di Jawa Tengah yang mulai nampak lusuh dan luntur warnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat lirik lagu Sore Tugu Pancoran punya Virgiawan Listianto yang aku yakin temen-teman lebih mengenalnya sebagai Iwan Fals. Virgiawan Listianto itu nama aslinya, sewaktu kecil dia pernah menjuarai lomba adzan se-DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    tak sempat nikmati waktu, dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu klise memang menyalahkan kemiskinan sebagai biang kerok dari keadaan anak itu. Tapi mengutip sebagaimana yang pernah disampaikan Mohammad Yunus, peraih Nobel Peace Prize atas jasanya mengangkat perekonomian Bangladesh: &lt;i&gt;"Poverty is not created by poor people. It created by system we have built, the institutions we have designed."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tak semestinya kau (penjual koran) tanggung sendiri keadaanmu saat ini. Sudahlah, aku sendiri tak begitu paham sistem juga institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Slamat berjuang karena hidup ini terlalu berharga untuk tak berbuat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin terus menuliskan cerita ini, ahh aku mencoba berpikir lebih dalam, tapi buat apa? Lirik lagu di atas sudah lebih dari cukup untuk menjawabinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-305618450387497422?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/305618450387497422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=305618450387497422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/305618450387497422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/305618450387497422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/08/penjual-koran-di-sepintas-siang.html' title='PENJUAL KORAN DI SEPINTAS SIANG'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1682939793142477692</id><published>2011-08-23T10:59:00.000+07:00</published><updated>2011-08-23T10:59:18.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merah putih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merdeka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>MERAH PUTIH</title><content type='html'>Aku mendongak meskipun tidak penuh, tapi sudah cukup bagiku untuk menatap penuh langit. Sayangnya aku lihat ada sekumpulan awan yang bergerak, berarak pergi. Bak gayung bersambut, ternyata kepergiaan awan langsung diiringi kedatangan mendung. Aku tersenyum simpul, berpikir itu bukanlah isyarat buruknya hari depan. Aku menyakini, meskipun tanpa pelangi tetap saja sore ini terlihat indah, berkah Ramadhan. Gumamku menenangkan sembari menanti saat berbuka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nyatanya malam datang jua, aku kembali menatap langit, penuh bintang. Seolah kunang-kunang bertebaran di tepian sawah. Cahayanya seakan memecah riuh yang gaduh, mungkin berbalut perasaan dan hawa nafsu yang saling berkelit-kelindan dalam ruang jaman. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku dan kalian, mungkin bukanlah siapa-siapa, hanya sekumpulan anak bangsa biasa yang bermimpi akan kondisi bangsa yang lebih baik. Bisa saja satu di antara kalian adalah orang-orang idealis yang dengan lantang memberi respons ketidakadilan yang terjadi di negeri ini dengan  memekakan gendang telinga penguasa. Aktivis-aktivis kampus yang resah akan masa depan bangsa. Atau mungkin penikmat buku-buku tebal nan berat yang menambah penat isi kepala. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya aku benar-benar tak peduli latar belakang kalian. Apapun agama kalian, dari ras apapun kita, mimpi kita hanya satu, Indonesia Maju. Sejatinya fisik yang berbeda tidak menjadi sekat pemisah kita. Bahwa kita yang berambut lurus maupun keriting, berkulit gelap ataupun sawo matang bahkan putih, tinggi badan yang pendek maupun tinggi. Kita itu sama-sama punya satu mimpi. Mimpi akan bangsa yang lebih baik, yang sejatinya mimpi akan diri kita sendiri di masa depan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bisa jadi kalian adalah anak-anak yang suka jalan-jalan di mall sekedar menikmati daging berbalut kain yang tengah duduk ataupun berdiri semampai di tiap sudutnya, sekedar memenuhi sisi artifisial dalam hidup. Membelai dan menyapai malam di tengah dentuman hingar bingar musik dan remangnya lampu diskotik. Menikmati film terbaru di kursi empuk dengan hembusan dinginnya AC, tak lupa pop corn sebagai pelengkap. Pemuja Hedonisme, begitu sebagian orang menyebutnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bisa saja kalian adalah orang suka mengasingkan diri di tepian pantai atau melewati diinginya malam di puncak gunung. Menegakkan diri mencoba merenda mimpi dengan berbaur bersama alam karena merasakan dunia yang semakin angkuh untuk disapa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Siapapun dan Apapun kalian, aku yakin, kita mempunyai satu mimpi yang sama akan negeri ini. Kita anak bangsa, memiliki keinginan memberikan sesuatu bagi negeri ini. Kita masih muda, tenaga, pikiran, dan waktu melekat pada diri, begitu pula kesempatan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tubuh kami gontai, kami lelah, marah, bahkan semakin muak pada semua yang ketimpangan yang ada di negeri ini. Kami curahkan semuanya lewat demonstrasi, orasi, tulisan di media, blog, ataupun cerocos di jejaring sosial, bahkan hingga obrolan di warung-warung. Tapi, biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan sebab di tengah derasnya pertanyaan tanpa jawaban. Betul, sudah selayaknya kita menggugat kegelapan, tapi jangan pernah lupa untuk terus menyalakan lilin penerang jalan. Mari kita songsong esok dengan optimisme &amp; keyakinan, bahwa kebenaran &amp; keadilan, kebajikan &amp; kejujuran, keberanian &amp; ketegasan, akan menemukan jalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku malas bicara tentang nasionalisme, di mata politisi, nasionalisme hanyalah benturan kepentingan yang kemudian selesai dengan transaksi dan kompromi. Kemudian terkotomi dalam kepentingan sesaat yang sempit. Begitulah MER(D)EKA.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku sadar bahwa kita bukanlah superhero dalam komik yang mempunyai kekuatan superpower. Kita juga bukan bagian barisan sakit hati yang merasa ditelantarkan negara. Kita hanya pemuda biasa yang ingin berbagi mimpi yang sama. Mimpi bahwa Indonesia bisa menjadi lebih maju. Apapun dan siapapun kita, kita mampu memberikan yang terbaik dari yang kita miliki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kawan, harapan untuk Indonesia yang lebih maju itu bukan di tangan pemimpin negara ini atau di tangan partai tertentu, tapi di tangan kita.&lt;br /&gt;MERDEKA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1682939793142477692?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1682939793142477692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1682939793142477692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1682939793142477692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1682939793142477692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/08/merah-putih.html' title='MERAH PUTIH'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-4112266861276034561</id><published>2011-08-10T07:38:00.000+07:00</published><updated>2011-08-10T07:38:13.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>JANGAN PERNAH MENERIMA KALAU TIDAK PERNAH MEMBERI</title><content type='html'>Tubuhnya gempal, kulitnya hitam, badan yang tambun dengan rambut jabrik  benar-benar memberikan pandangan tersendiri yang seolah memisahkan pandanganku dari anak-anak yang lain di Pucang Sawit. Terang saja, belakangan aku tahu dia bukan asli Solo, tapi Madura. Basir, nama anak itu. Kalu aku tak salah, itu berarti benar hmm, Basir itu berarti pemberi kabar gembira.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sate-sate….lontong sate…," itu adalah suara yang senantiasa kudengar setiap pagi, nadanya begitu khas seolah sudah menjadi soundtrack si penjual. Aku tak tau nama Ibu itu, yang ku tahu dia itu, penjual lontong sate keliling. Dan beliau adalah ibu dari Basir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku baru saja datang, sepulangnya dari rumah. Kuseka keringat yang menuruni kening sbelah kiri, hari yang panas sehingga membuatku cukup kelelahan. Sore smakin menjelang saat aku tiba di kost, ternyata suasana kos sangat ramai. Anak-anak kampung di sekitar kos sedang bertamu atau lebih tepatnya bermain dan Basir adalah salah satunya. Mereka biasa main ke kos karena slesai magrib mereka belajar mengaji. Aku dan teman-teman yang mengajari, biasanya seorang dari kami mengajari 2 anak. Waktu itu Deni yang paling sering ke kamarku untuk mengaji.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menarik nafas agak dalam sesampainya di kamar sebelum akhirnya teringat beberapa jeruk yang kubawa di dalam tas. Meskipun jumlahnya tak seberapa aku berpikir untuk membaginya ke anak-anak. Sesaat kemudian kupanggil anak-anak untuk memberikan jeruk, karena jumlahnya yang terbatas, aku terpaksa membelahnya menjadi dua bagian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senang rasanya bisa berbagi dengan mereka, karena dengan begitu aku bisa dengan mudah dan murahnya “membeli” senyum anak kecil. Saat-saat seperti itu rasanya portal kebahagiaan terbuka lebar. Satu-persatu mereka menerima jeruk dengan senyuman lepas, termasuk Deni. Tak lupa mereka menyampaikan matur nuwun sebagai ungkapan terima kasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sir…Basir, sini lho, ini ada jeruk buat kamu,” suaraku agak keras karena aku sudah mengulangnya beberap kali, tapi Basir tak mendatangi kamarku. Akhirnya dia datang. “Ada apa Mas,” dengan nada tinggi tapi logat Madura yang mulai luntur oleh pergaulan. “Ini ada jeruk buat kamu,” seraya menyodorkan jeruk. Tapi ternyata Basir menolaknya, ketika ku tanya lebih lanjut, ibunya lah yang melarangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Loh kenapa,” tanyaku gusar dengan dahi berkenyit dalam. Aku mencoba menyakinkannya bahwa ini jeruk halal. Aku yang sedari awal berdiri kemudian setengah jongkok dengan kaki kanan sebagai tumpuan, aku ingin sejajar dengan Basir agar bisa saling bertatap muka. “Mas, ibu bilang, aku tidak boleh menerima sesuatu dari orang lain kalau aku tidak (pernah) memberi sesuatu kepada orang itu,” ucap Basir datar. Mendengar itu membuatku tercenung beberapa saat sehingga tanpa kusadari Basir sudah berkelebat menghilang dari hadapanku. Sejurus kemudian gigi atas dan bawahku beradu, untuk menyadari bahwa ternyata aku begitu bodoh. Tidak, aku sama sekali tidak kecewa dengan penolakan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika dulu aku atau setidaknya kita pernah diajarkan “sebatas” bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah maka sejak saat itu aku diajarkan sesuatu yang lebih. Menurutku, setidaknya ada dua hal ingin Sang Ibu ajarkan kepada Basir, yaitu agar Basir senantiasa bekerja keras jika ingin memperoleh sesuatu dan agar Basir tidak mengharap belas kasih dari orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku yakin bahwa Sang Ibu akan bangga karena Basir tumbuh sesuai dengan yang diharapkan dan aku lebih yakin, bahwa kelak Basir akan sangat bangga karena memiliki Ibu seperti beliau.&lt;br /&gt;Basir, kalaupun bukan itu namamu, bagiku, kamu tetap pemberi berita gembira.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kapanpun dan dimanapun kita, jangan pernah meremehkan siapapun karena pembelajaran bisa datang dari siapa saja, bahkan dari anak kecil sekalipun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-4112266861276034561?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/4112266861276034561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=4112266861276034561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4112266861276034561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4112266861276034561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/08/jangan-pernah-menerima-kalau-tidak.html' title='JANGAN PERNAH MENERIMA KALAU TIDAK PERNAH MEMBERI'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8338093530017016319</id><published>2011-08-10T07:35:00.000+07:00</published><updated>2011-08-10T07:35:20.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>AMBANG KEBERANIAN DAN KEKALAHAN</title><content type='html'>adalah kita akan mati dalam kelamnya kegelapan &lt;br /&gt;bila asa akan bermuara pada kekalahan,&lt;br /&gt;sementara dentingan detik menunggu penghancuran, &lt;br /&gt;tapi tetap ada yang harus kita lakukan, &lt;br /&gt;karena hidup akan menuntut keberanian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita bisa menghujat dan mencaci segala kekacauan,&lt;br /&gt;tapi itu bukan akhir,&lt;br /&gt;seluruh kehampaan karena yang kita benci,&lt;br /&gt;mungkin tak lain, refleksi diri kita sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau dan aku, seharusnya berjalan antara cemas dan harapan,&lt;br /&gt;dan kita harus memilih antara melawan atau bertahan.&lt;br /&gt;bisa jadi permulaan atau juga di titik akhir:&lt;br /&gt;seluruh kesengsaraan berputar,&lt;br /&gt;dan itu bukan di luar diri dan tanggung jawab kita.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Eew9bON8qgQ/TkHSIGHH2cI/AAAAAAAAAIw/lH8qSY-OSCU/s1600/sendiri-1.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="226" src="http://3.bp.blogspot.com/-Eew9bON8qgQ/TkHSIGHH2cI/AAAAAAAAAIw/lH8qSY-OSCU/s320/sendiri-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Laiknya hujan yang turun musti menerima mendungnya&lt;br /&gt;begitupun kepedihan yang berputar dalam diri kita.&lt;br /&gt;Laksana kegelapan yang nir cahaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi, tak ada yang harus kita salahkan,&lt;br /&gt;sebab kehidupan tak musti selurus garis kepastian.&lt;br /&gt;Jadi, tak perlu kita sembunyikan,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kehidupan akan jadi lebih bermakna,&lt;br /&gt;bila kita mampu menerima kenyataan dengan hati lapang dan pikiran terbuka.&lt;br /&gt;Ahh siapa punya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8338093530017016319?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8338093530017016319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8338093530017016319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8338093530017016319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8338093530017016319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/08/ambang-keberanian-dan-kekalahan.html' title='AMBANG KEBERANIAN DAN KEKALAHAN'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Eew9bON8qgQ/TkHSIGHH2cI/AAAAAAAAAIw/lH8qSY-OSCU/s72-c/sendiri-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-5273816625341543342</id><published>2011-07-17T12:05:00.001+07:00</published><updated>2011-07-17T12:07:03.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>SAJAK HUH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8RKzpkA9lTQ/TiJthcRc0AI/AAAAAAAAAIY/E84H0_P56vQ/s1600/Aku-Ingin-Bebas.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-8RKzpkA9lTQ/TiJthcRc0AI/AAAAAAAAAIY/E84H0_P56vQ/s320/Aku-Ingin-Bebas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga otakku bolong, agar pikiranku bisa kosong&lt;br /&gt;Semoga hatiku tak sempit, agar tak jatuh terhimpit&lt;br /&gt;Semoga sanubariku lengang, agar orang-orang senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jiwaku teduh, meskipun anganku melepuh&lt;br /&gt;Semoga hasratku terkayuh, meskipun asa tak patuh&lt;br /&gt;Semoga langkahku ampuh, meskipun dunia (sedang) angkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersipu, tertipu oleh keluh padahal bukan peluh!!!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-5273816625341543342?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/5273816625341543342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=5273816625341543342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5273816625341543342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5273816625341543342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/07/sajak-huh.html' title='SAJAK HUH'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8RKzpkA9lTQ/TiJthcRc0AI/AAAAAAAAAIY/E84H0_P56vQ/s72-c/Aku-Ingin-Bebas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1553396422261903341</id><published>2011-07-17T12:03:00.003+07:00</published><updated>2011-07-18T08:31:40.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='topeng monyet'/><title type='text'>TOPENG MONYET DI SEPOTONG SORE</title><content type='html'>Tiba-tiba saja muncul suara gendang kecil memecah sunyi di saat hari semakin redup. "Drung dung dung – drung dung dung….,” suara itu terus saja berulang. Tertarik dengan keramaian yang ada, aku pun keluar rumah untuk berbaur dengan anak-anak di kampung. Dentuman gendang kecil itu mengiringi atraksi topeng monyet di depan rumah tetanggaku. Lincah si monyet meliuk-liuk beratraksi mengikuti instruksi sang pawang yang mendampinginya. Menurutku, pawang menabuh gendang dengan irama yang monoton, tapi mungkin karena suara yang monoton tersebut menjadi semacam instruksi yang mudah dimengerti oleh sang monyet. Nyatanya dengan setia monyet melakukan instruksi sang pawang sehingga membuat decak kagum orang-orang yang berkumpu,l yang didominasi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah membuat hiburan permainan tradisional klasik semakin tenggelam ditelan zaman karena memang peminatnya terus berkurang. Anak-anak sekarang tentunya lebih menyukai permainan play station atau permainan mobil dengan remote control. Tentunya hal tersebut bukan lagi menjadi hal yang langka, ketimbang menyaksikan atraksi topeng monyet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri tidak tahu dari mana topeng monyet berasal, pun aku tak pernah benar-benar berniat untuk mencari tahu. Mungkin bagiku sebagaimana keinginan jamak orang lebih tertarik pada atraksi yang sajikan oleh topeng monyet yang "dipandu" pawangnya. Biasanya topeng monyet berjalan berkeliling berhari-hari dari tempat yang satu ketempat yang lain di permukiman padat penduduk. Kedatangan topeng monyet sore itu disambut hangat oleh anak-anak. Simbiosis mutualisme pun terjadi, kegembiraan anak-anak di kampungku menjadi rezeki tersendiri bagi topeng monyet. Beberapa tetanggaku memberikan uang kepada pawang sebagai imbalan pertunjukan si monyet. Entahlah berapa "bagi hasil" yang diterima si monyet dari pawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng monyet? Mengapa namanya bisa sedemikian rupa. Aku heran, karena dalam atraksinya tidak menggunakan topeng, baik si monyet maupun pawangnya. Toh biasanya monyet hanya ganti kostum sesuai peran yang dimainkan disertai kacamata. Peran yang paling populer bagi si monyet di telinga kita adalah "Sarimin pergi ke Pasar" Jadi, bukankah lebih baik disebut Atraksi Monyet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru dalam kehidupan nyata, kita lebih sering menjumpai orang yang memakai topeng bagi dirinya. Bahkan atraksinya bisa lebih heboh dari monyet. Mereka juga sangat suka ditonton bahkan terksesan menikmati akrobat yang mereka lakukan. Atraksi pemalsuan surat suara pemilu, atraksi korupsi wisma atlet, atraksi istri simpanan. Padahal seharusnya mereka kita tonton bukan untuk sekedar hiburan, melainkan agar dapat kita jadikan panutan. Tapi muncul tanya mendasar di benakku. Jika mereka adalah pelaku atraksi, lalu siapa pawangnya? Justru sang pawang atraksi politik itu yang harus bertanggungjawab atas semua keadaan bangsa saat ini. Pelaku atraksi pun, tak benar-benar seperti monyet. Mereka tidak setia menaati instruksi sang pawang. Berapa pula uang bagi hasil yang diterima dalam setiap praktek kong-kalikong transaksi politik. Monyet lebih setia dan patuh, jadi bagiku monyet di sore itu jauh lebih berharga daripada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halah, sudahlah. Seperti mereka mau memikirkanku saja. Semoga mereka lekas enyah bersama atraksinya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1553396422261903341?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1553396422261903341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1553396422261903341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1553396422261903341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1553396422261903341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/07/tiba-tiba-saja-muncul-suara-gendang.html' title='TOPENG MONYET DI SEPOTONG SORE'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-3510838876410999274</id><published>2011-07-09T09:52:00.001+07:00</published><updated>2011-07-17T12:08:16.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>BUKAN KARENA HUJAN</title><content type='html'>Belumlah lama aku mengenalnya, mungkin di penghujung akhir tahun 2010. Waktu itu Najwa Shihab melalui akun twitternya berkicau mempuisikan TAPI. Najwa mengakhiri kicauannya dengan menulis nama pengarangnya. Nama yang asing bagiku, sebagaimana asingnya aku akan puisi. Maklum, aku sendiri hanya sekedar penikmat (sastra) puisi semata. Jadi, tidak banyak sastrawan yang aku benar-benar kenal. Puisi TAPI itu sangat menyentakku, hal yang kemudian menggugahku untuk lebih mengenal beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca di bulan Juni kemarin semakin panas jika kita bandingkan dari bulan-bulan sebelumnya. Rasa gerah senantiasa mengakrabi kita yang tengah sibuk bekerja, apalagi tanah sudah lama tidak bertemu air hujan, tak salah rasanya bila tanah merindu kehadiran hujan, sebagaimana manusia menantikan hadirnya air hujan. Namun, nyatanya sekedar untuk menyapa pun tampaknya hujan masih enggan. Tapi rupanya hujan tahu, bahwa perindunya sudah tidak mampu lagi memendam rasa sehingga tepat di hari akhir bulan Juni, hujan turun, tak lama memang, pun tak begitu deras. Tapi itu sudah lebih dari cukup, bagi yang sudah sekian lama merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat turun hujan tersebut aku sedang memaku diri pada layar 14 inchi untuk entri data pekerjaanku. Sebagai penghela kerja, aku minimize  layar kerja berpindah ke laman facebook, saat itulah ternyata kujumpai beberapa teman yang up date status puisi tentang hujan yang mencantumkan nama beliau. Dari sana kemudian aku tahu bahwa ternyata yang menyukai (karya) beliau dikarenakan puisinya akan Hujan. Aku coba ke google mencari tahu akan puisi beliau yang bertema hujan.&lt;br /&gt;Aku coba cantumkan beberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Ingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan&lt;br /&gt;kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan&lt;br /&gt;awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihir Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan&lt;br /&gt;….swaranya bisa dibeda-bedakan;&lt;br /&gt;kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.&lt;br /&gt;Meskipun sudah kau matikan lampu.&lt;br /&gt;Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan&lt;br /&gt;…. menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh waktu menangkap wahyu yang harus kaurahasiakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan bulan Juni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni&lt;br /&gt;dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu&lt;br /&gt;tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni&lt;br /&gt;dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu&lt;br /&gt;tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni&lt;br /&gt;dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar menurutku jika lebih banyak penikmat puisi yang mengenal beliau melalui hujan. Menawan, itu bagiku. Setauku, setidaknya ada  2 hal mendasar jika kita mau menilai karya (sastra) puisi. Pertama, secara intrinsik, di mana kaum strukturalis pada dasarnya menilai bahwa karya sastra itu otonom. Artinya, selesai dicipta  dia (puisi) punya dunianya sendiri, terlepas dari semua faktor luar, termasuk pengarangnya sendiri (psikologis-historis maupun sosiologis) sehingga penilai hanya fokus pada karya sastra tersebut. Dan, yang satunya jelas secara esktrinsik, yang notabene kebalikan dari intrinsik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini aku lebih mengenal Taufik Ismail, Chairil Anwar, Gus Mus, ataupun Gie. Tak semua karya dari nama-nama tersebut aku suka, aku lebih menyukai karya yang membangun, membangkitkan mentalitas perlawanan atau semangat diri. Jadi selain nama tersebut aku amat mengagumi puisi karya Wiji Thukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke catatan puisi di awal, kalau ada yang bilang bahwa cinta pada pandangan pertama itu sulit untuk dilupakan, begitupula aku yang terpukau dengan puisi pertama yang menghentak kemudian mengantarkanku mengenal beliau. Aku terhenyak dengan TAPI.&lt;br /&gt;TAPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bawakan bunga padamu tapi kau bilang masih&lt;br /&gt;Aku bawakan resahku padamu tapi kau bilang hanya&lt;br /&gt;Aku bawakan darahku padamu tapi kau bilang cuma&lt;br /&gt;Aku bawakan mimpiku padamu tapi kau bilang meski&lt;br /&gt;Aku bawakan dukaku padamu tapi kau bilang tapi&lt;br /&gt;Aku bawakan mayatku padamu tapi kau bilang hampir&lt;br /&gt;Aku bawakan arwahku padamu tapi kau bilang kalau&lt;br /&gt;Tanpa apa aku datang padamu&lt;br /&gt;Wah!&lt;br /&gt;Sutardji Colzoum Bachri, menjadi kebahagiaan tersendiri karena aku bisa mengenalnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-3510838876410999274?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/3510838876410999274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=3510838876410999274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3510838876410999274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3510838876410999274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/07/bukan-karena-hujan.html' title='BUKAN KARENA HUJAN'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-584463334899712625</id><published>2011-06-19T21:21:00.002+07:00</published><updated>2011-07-17T12:08:30.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anekdot politik'/><title type='text'>BAHASA POLITIK ORANG DESA</title><content type='html'>Baru beberapa hari kemarin aku mendapatkan kesempatan menyusuri sisi selatan Blora untuk menjalankan suatu pekerjaan kemudian berlanjut hingga kemarin sore. Kalau bukan karena pekerjaan tersebut, mungkin aku tidak akan pernah menapakkan kaki di desa Kadengan dan Mojorembun, sedangkan Doplang setidaknya sewaktu masih mengenakan seragam putih-abu2  aku pernah mengunjunginya. Rumahku sendiri di Kunduran, terletak di sisi barat Blora jadi untuk mencapai Doplang, tinggal arahkan roda motor ke selatan. Aku harus menyusuri jalan sekitar 20 km, jarak yang relatif pendek, bagi orang yang sering bepergian jauh seperti diriku. Tapi sayangnya, kondisi jalan yang harus ku lalui tidaklah layak. Memang 7 km awal tidak ada tantangan yang berarti kecuali Jembatan Tempur, kondisinya memprihatinkan, penopang dan bangunan aslinya adalah jembatan kereta api “warisan” Belanda yang tentu saja sudah mulai tergerus oleh waktu dan beban penindih. Titiannya hanya terdiri dari sisa kayu balok dan sempalan pohon kelapa, jadi beberapa sisi nampak bongkah menyisakan goresan aspal yang terus menipis. Setelah itu, aku bisa tenang memacu laju motor hingga pada titik batas desa Sonokidul. Pasca itu, aku memasuki kawasan hutan yang dikelola negara. Goncangan akan sangat terasa, apalagi bagi yang “hanya” memakai motor bebek seperti diriku. Kondisi jalan rusak parah, aspal sudah terkelupas tak jelas arah, tersisa bongkahan pasir dan batu (orang Blora menyebutnya sertu: pasir -batu), dan tentu saja lubang yang menganga di berbagai sisi jalan, bahkan di beberapa tempat kedalamannya mencapai sekitar 0,75 meter. Aku tak bisa membayangkan jika harus melalui jalan tersebut pada musim hujan, pasti mirip kubangan lumpur. Aku disuguhi pemandangan pohon jati yang mulai meranggas di kiri dan kanan jalan, jika beruntung terkadang aku bisa  menikmati kicauan suara burung. Tak jarang, di perjalanan aku menemui beberapa truk seksi, yang apabila datang dari arah berlawanan harus benar-benar menepi di salah satu sisi jalan karena lebar jalan yang tak seberapa. Truk seksi, begitu aku menamainya, jika gadis-gadis sekarang disebut seksi karena bawahannya memakai hot pants maka truk tersebut tidak dikenakan bak di bagian belakangnya. Hanya potongan kayu balok sisa, yang biasa disebut sebetan. Tanpa bak, jadi memudahkan pengangkutan kayu balok. Kondisi jalan yang demikian menjadikan laju motorku biasa tertahan di gigi 1 atau 2 sementara speedometer terekam pada angka 20-30 km/jam. Lepas dari hutan, biasanya aku menghela nafas agak panjang sebagai tanda “kemenangan” sementara tangan kiriku akan berpindah ke pundak kanan untuk mengurai rasa kelu dengan pijitan meskipun hanya sebentar. Setidaknya butuh waktu sekitar 30 menit untuk keluar dari hutan jati tersebut. Setelahnya, aku bisa kembali memacu laju motor karena jalan yang mulus, tak lama hanya sekitar 10 menit ku masuki Desa Doplang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interview, wawancara, jagongan, atau apapun namanya harus aku lakukan untuk mendapatkan data agar pekerjaan terselesaikan. Aku sudah berulang kali melakukan survei, jadi ini pekerjaan yang cukup mudah bagiku. Adat Orang Jawa selalu penuh “basa-basi” selalu menyertai, termasuk diriku, meskipun aku tak mengenal respondenku secara mendalam, namun dari proses interaksi tersebutlah aku menemukan banyak hal baru. Surveiku tidaklah seberapa “penting” untuk dibagikan di sini, jadi aku akan berbagi pendapat mereka tentang politik ke-Indonesia-an pada saat ini. Biasanya mereka berbagi cerita di sesi saat wawancara berakhir, meskipun aku menganggap lebih tepatnya sebagai curhat. Padahal mereka sendiri tahu, bahwa aku tak bisa menolong, satu-satunya yang bisa ku lakukan untuk mereka adalah mendengar, kucukupkan diriku menjadi pendengar yang baik. Polanya, mereka akan mengeluh tentang susahnya menjalani hidup sebagai rakyat kecil, mencari rejeki sulit, dan keluhan setipe lainnya sesuai dengan profesi warga tersebut. Pada titik itu, terkadang aku merasa menjadi “keranjang sampah”, tapi tak apa selama berguna bagi mereka. Tahap selanjutnya mereka akan mengeluarkan unek-unek yang lebih berbobot, sasaran tembaknya PEJABAT NEGARA! Meskipun terkadang aku yang “masuk” mengarahkan. Istimewanya mereka punya bahasa tersendiri untuk menyampaikan pemikirannya yang terkadang membuatku tersenyum kecil, tertawa lebar, atau sekedar geleng-geleng kepala. Ini beberapa hasil obrolanku dengan orang-orang desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HAMA WERENG&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;Interview di rumah warga Desa Doplang. Warga Desa, “Wah kalau padi, desa ini sudah 2 musim ini gagal panen mas.” “Hah.. kok bisa pak?”, aku terperanjat mendengarnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan semua itu karena serangan hama wereng, aku hanya meresponnya dengan anggukan untuk sekedar mencoba memahami. Beliau juga menyampaikan betapa susahnya  menjalani kehidupan sebagai rakyat kecil yang kemudian ikut diperparah oleh perilaku kalangan elit politik. Masih menurut warga, elit politik tidak membantu rakyat kecil, tapi malah menggencet. “Lah gimana ya, yang seharusnya jadi tukang semprot hama wereng malah salah nyemprotnya, yang jual obat malah obatnya dipakai sendiri akhirnya keracunan tho, yang seharusnya mengusir hama malah jadi ikut hama,  mereka pada kong-kalikong, lha lama-kelamaan tanamannya jelas mati. Iya khan mas.” “Terus mau gimana pak?” tanyaku datar. Warga menyampaikan bahwa dia akan berusaha semampunya untuk menjalani hidup. “Baguslah, kalau masih menyimpan asa optimis,” ucapku dalam hati.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ORANG MISKIN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;Wawancara aku lakukan di warung kopi Desa Mojorembun. Setelah berkeluh-kesah, ini yang warga sampaikan, “Mereka itu sepertinya tidak melihat kita mas.” Wah sangat sopan kata-kata itu, aku sempat berpikir, warga tersebut akan mengeluarkan kata-kata seperti yang berseliweran di jejaring sosmed twitter jika menumpahkan amarah kepada pejabat ha…ha….ha. “Mau gimana mas, lha wong pejabat kita itu orang miskin. Betapa tidak, sudah punya rumah dan mobil bagus tapi masih saja ngambil hak orang. Kalau mereka merasa apa yang mereka punya itu masih kurang, berarti mereka itu khan orang miskin.” Aku agak tersedak saat mendengar penyampaian warga tersebut karena sedang minum kafein favoritku, kopi kotok khas Blora. Bagiku, itu sangat filosofis, aku sama sekali tak menyangka beliau punya pemikiran yang bahkan di luarframe berpikirku selama ini. Kanjeng Nabi Muhammad dulu berpesan:&lt;br /&gt;“Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LUTUT ehh DENGKUL, BODOH ehh GOBLOK!!!&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;blockquote&gt;Khusus untuk warga desa Kadengan ini, aku sama sekali tidak memancing beliau. “Apa tho yang bisa mereka pikirkan, akses jalan amburadul kayak gini tak kunjung diperbaiki.” Sekedar informasi, Desa Kadengan merupakan bagian dari Kecamatan Randublatung, kondisi jalan Randublatung menuju Blora tak jauh beda dengan jalan Kunduran menuju Doplang. “Dengkul wae sing dienggo mikir, kalau akses jalan rusak perekonomian khan terhambat, mana bisa orang kerja dengan baik kalau kondisinya seperti in terus!” Aku merespons dengan senyum kecut sambil menggaruk dahiku yang tak gatal. “Dasar pemimpin goblok, kapan kita bisa maju!” Sarkas benar warga ini, saat itu aku mewancarai di rumahnya yang sederhana, namun dinding rumahnya semua berbalut kayu jati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan praktisi politik ataupun pengamat politik yang selama ini kita saksikan di TV Merah dan TV Biru dalam berbagai acara dialog tentu sangat berbeda. Tapi sebagai warrga negara, siapapun itu punya hak sama untuk menyampaikan pendapatnya. Rakyat memiliki dunianya tersendiri sehingga mereka juga memiliki bahasa tersendiri untuk menyampaikan apa yang ada dipikirannya, termasuk ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pejabat.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatanku bagi penguasa: “authority without trusty its powerless” &lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-584463334899712625?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/584463334899712625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=584463334899712625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/584463334899712625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/584463334899712625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/06/bahasa-politik-orang-desa.html' title='BAHASA POLITIK ORANG DESA'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-783468925728283202</id><published>2011-06-19T21:19:00.002+07:00</published><updated>2011-07-18T06:53:35.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>#27 (dengan) Chairil Anwar)</title><content type='html'>Puisi ini aku buat untuk menandai noda di usia yang ke 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AKU&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lq4AhSy-L1w/TiN1tVl5XyI/AAAAAAAAAIg/k-X1tNZhP9g/s1600/bodoh_dan_bingung1.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="248" src="http://4.bp.blogspot.com/-lq4AhSy-L1w/TiN1tVl5XyI/AAAAAAAAAIg/k-X1tNZhP9g/s320/bodoh_dan_bingung1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kalau sampai waktuku&lt;br /&gt;'Ku mau tak seorang kan merayu&lt;br /&gt;Tidak juga kau&lt;br /&gt;Tak perlu sedu sedan itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktuku tak kunjung tersapu &lt;br /&gt;Bujukkanku pun layu&lt;br /&gt;Bukan pada kawanku&lt;br /&gt;Tangis fatamorgana yang sayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&lt;i&gt;ku ini binatang jalang&lt;br /&gt;Dari kumpulannya terbuang &lt;br /&gt;Biar peluru menembus kulitku&lt;br /&gt;Aku tetap meradang menerjang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku malah hanya kumbang &lt;br /&gt;Mengasingkan diri untuk pulang&lt;br /&gt;Agar pikiranku tak kian terbang &lt;br /&gt;Nyatanya tetap urung berjuang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-783468925728283202?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/783468925728283202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=783468925728283202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/783468925728283202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/783468925728283202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/06/27-dengan-chairil-anwar.html' title='#27 (dengan) Chairil Anwar)'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lq4AhSy-L1w/TiN1tVl5XyI/AAAAAAAAAIg/k-X1tNZhP9g/s72-c/bodoh_dan_bingung1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8616564223706288266</id><published>2011-06-19T21:17:00.002+07:00</published><updated>2011-07-18T06:56:39.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>"KERANJANG SAMPAH"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gpngJiT1f0g/TiN2rykqBMI/AAAAAAAAAIo/ZeC6E1uqPWw/s1600/logo-perlawanan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="166" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-gpngJiT1f0g/TiN2rykqBMI/AAAAAAAAAIo/ZeC6E1uqPWw/s320/logo-perlawanan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika (benar) kata adalah perlawanan&lt;br /&gt;Kalau (sungguh) kata adalah perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelasnya pinta&lt;br /&gt;Keluhannya kesusahan&lt;br /&gt;Deritanya rintihan&lt;br /&gt;Jeritannya penindasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memerah pasrah&lt;br /&gt;Jalani hidup tanpa arah&lt;br /&gt;Mereka berbekal kalah&lt;br /&gt;Matipun juga terserah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mampir di telingaku&lt;br /&gt;Mampat di comberan otakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar keranjang sampah!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8616564223706288266?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8616564223706288266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8616564223706288266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8616564223706288266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8616564223706288266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/06/keranjang-sampah.html' title='&quot;KERANJANG SAMPAH&quot;'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gpngJiT1f0g/TiN2rykqBMI/AAAAAAAAAIo/ZeC6E1uqPWw/s72-c/logo-perlawanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-140647865166140400</id><published>2011-06-19T21:16:00.006+07:00</published><updated>2011-07-18T06:53:58.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>SENYUMAN UNTUK MEROKOK</title><content type='html'>Seperti biasanya pukul 06.30 aku bersama tiga kawanku sudah harus bergegas berangkat dari mess menuju Pabrik Gula Djatiroto, Lumajang, Jawa Timur. Aku, Zuhud, Ivan, dan Tyo’ menapaki jalan menuju pabrik, bicara sambil lalu. Tak jauh, cukup berjalan santai, hanya sekitar 20 menit kami sudah sampai di depan pabrik. Kami tidak lantas masuk pabrik tapi cukup bagi kami duduk rapi di depan musholla yang letaknya persis di depan pabrik, sambil menunggu kedatangan Sinder Kebun Tebu yang sudah terjadwal bergiliran. Sirine pabrik gula berdengung keras ditelingaku, bagiku itu artinya pukul 07.00, tapi bagi karyawan pabrik gula itu adalah tanda pergantian shif  kerja. Sekitar akhir Oktober-awal Desember 2010 menjalani pekerjaan survei ini, waktu yang lebih dari cukup bagiku memahami rutinitas di sini. Pabrik gula Djatiroto merupakan “warisan” Belanda, mesin-mesinnya sudah menua, aku melihatnya saat orientasi dan juga mendengar penjelasan dari Pak Rifa’I selaku supervisor proyek yang profesi utamanya sebagai dosen di LPP Yogjakarta. Survei ini dibagi 2 tim ON FARM dan OFF FARM. OFF FARM dikerjakan oleh teman-teman mahasiswa LPP Yogjakarta dan fresh graduated FT UNDIP. Ternyata, tidak hanya pabrik dan lori pengangkut tebu tapi juga pengelolaan serta pengaturan kebun tebu merupakan “warisan” Belanda. Saat ini pabrik gula dan perkebunan tebu Djatiroto dikelola PTPN XI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, jadwalku mengikuti Pak Supriyanto untuk survey di kebunnya. Untuk survei di kebun, aku harus membersamai sinder atau lebih tepatnya bonceng. Aku tak membawa motor sendiri, kalaupun membawa motor belum tentu kami bisa menjumpai kebun yang akan kami survey. Maklum kebun tebu Djatiroto terkonsentrasi dalam satu lahan seluas 6000 Ha!!! Saat awal orientasi kebun, kepalaku agak pusing memikirkan cara berkeliling kebun, masuknya mudah tapi keluarnya, tak ada petunjuk arah! Pak Supriyanto datang, beliau menghampiriku, “Ayo mas, kita sarapan dulu ya”. “Tidak usah pak, saya sudah sarapan”, jawabku datar, jadinya berbohonglah saat itu. Bukannya aku tak mau, tapi itu semua ada alasannya; pertama, sejak SMP aku terbiasa sarapan saat jam istirahat pertama. Ke dua, layaknya kebanyakan Orang Jawa, rasa ewuh-pakewuh. Kalo sarapan, berarti itu untuk yang kesekian kalinya aku sarapan ditraktir beliau. Apalagi aku sudah menerima gaji dari pekerjaanku. “Ayo, pokoknya sarapan dulu”, kata Pak Supriyanto, hatiku berbisik, “Percuma aku tadi berbohong. Baiklah, niat dan maksud baik tak boleh ditolak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam turun hujan jadi ketika memasuki lahan tebu kami cukup kesulitan, jalanan becek dan licin. Sesampainya kami di kebun yang kami tuju, aku langsung mengerjakan tugasku untuk melakukan pencatatan dan pengecekan. Terlihat olehku truk pengangkut tebu sudah ada yang terisi penuh sehingga sebentar lagi berangkat ke pabrik dan satu truk yang lain baru terisi setengahnya, tapi tukang tebang yang berjumlah sekitar 8 orang sudah bersitirahat, mungkin mereka sudah kelelahan. Aku mencukupkan pekerjaanku, sementara Pak Supriyanto selaku Sinder Kebun tengah bicara serius dengan bawahannya, Mandor Kebun. Aku tak mau mengganggu Pak Supriyanto jadi memilih berbaur dengan tukang tebang yang duduk membentuk setengah lingkaran, seperti biasanya saat melepas lelah mereka bertelanjang dada. Tak heran keringatpun mengucur deras dari kulit mereka yang gelap karena paparan matahari. Jika di Jawa Tengah, Blora atau Solo misalnya, pukul 07.00 biasanya matahari baru mulai merangkak naik, tapi saat di Lumajang pada angka itu matahari sudah mulai menyengat panas. Wajarlah jika selama 1,5 bulan mengikuti proyek tersebut kulitku bertambah gelap. Teman terbaik tukang tebang saat seperti istirahat adalah minuman penambah stamina dan rokok. Di kebun tebu, aku sering menjumpai bungkus minuman penambah stamina, hanya ada dua merk yang akrab, pilihannya kalau tidak Jozz atau Roso-roso. Sedangkan untuk rokok sudah dapat dipastikan rokok lokal “Tali Jagat,” menurutku nama merk rokok itu luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa istirahat biasa mereka isi dengan derai tawa kecil di pembicaraan tapi tak jarang pula tertawa lebar meskipun terkadang kulihat ada desahan nafas lelah menggelayuti mereka. Meskipun aku sudah duduk berbaur bersama mereka, tapi tak sedikitpun aku memahami apa yang menjadi pembicaraan mereka. Maklum, mereka menggunakan bahasa Madura, aku terkena “roaming” bahasa. Tiba-tiba salah satu di antara mereka mengajukan pertanyaan kepadaku, “Sampeyan ini (hanya batas itu aku paham) …..xyxy….yxyxyx…..(bahasa Madura),” dahiku berkenyit dalam menerka maksud mereka, akhirnya aku tahu, bapaknya tukang tebang tadi menyodorkan kue (dari bentuknya semacam kue cucur) kepadaku. “Tidak usah pak, trima kasih, saya baru saja sarapan jadi masih kenyang,” jawabku. Bapak tukang tebang tadi mengangguk, aku pun lega. Aku melibatkan diri dengan bertanya tentang proses penebangan tebu hari itu, terutama untuk truk yang tadi sudah terisi penuh, kapan mulai tebang dan  selesai mengangkut tebu ke truk, kali ini tukang tebang menanggapiku dengan bahasa Indonesia. Sejurus kemudian dua tukang tebang terlibat pembicaraan, sesekali mereka memandangiku, karena mereka kembali “bermadura”, aku hanya bisa terdiam dalam senyum tanpa ada keinginan mereka-reka maksud mereka. Tapi kemudian, beberapa tukang tebang mulai ikut memperhatikanku dengan frekuensi yang lebih jelas. Tiba-tiba salah seorang tukang tebang menepuk kakiku yang sedari awal duduk bersila beralaskan rumput, “Dik, sampeyan ini dari mana?” langsung kutanggapi bahwa Blora, Jawa Tengah asalku. Tanpa komando, “Ooo..pantes!” sahut semua tukang tebang kompak. “Jadi adik ini g’ bisa bahasa Madura, pantes dari tadi ditawari suruh mengambil rokok dari bapak ini tapi hanya senyum-senyum saja.” Tawa terlepas berbarengan di antara kami karena menyadari kesalahan masing-masing. Tentu saja ucapkan trima kasih atas pemberian rokoknya dan mohon maaf karena aku tak merokok segera aku sampaikan. tapi apapun itu, aku sangat menghargai pemberian mereka, tak hanya sekali tapi dua kali, bahkan untuk orang yang baru dikenalnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kawan, dalam situasi apapun tetaplah tersenyum karena senyum adalah bahasa yang universal dan memberikan keyakinkan diri kita, bahwa semua yang kita hadapi akan berjalan dengan baik.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Secara ekonomi tukang tebang tebu memang orang kecil, tapi bagiku mereka Orang yang Berjiwa Besar, mau berbagi dengan saudaranya dalam kondisi apapun.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-140647865166140400?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/140647865166140400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=140647865166140400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/140647865166140400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/140647865166140400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/06/senyuman-untuk-merokok.html' title='SENYUMAN UNTUK MEROKOK'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1541349506119646802</id><published>2011-06-19T21:16:00.005+07:00</published><updated>2011-07-18T06:48:32.839+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>MERINDULAN TAWA ITU</title><content type='html'>Aku bertemu dengan Mas Lilik saat registrasi mahasiswa baru. Ramah, itu kesan pertama yang aku dapat darinya dan yang lebih membuatku senang, dia juga dari Blora. Aku baru pertama kali datang ke Solo waktu itu. Aku meminta bantuan Mas Lilik untuk mencari kos, semula dia menawariku kos dengan temannya, tapi aku sedikit tak cocok sehingga dia mengajakku ke kontrakan barunya. Aku pun mengiyakan, tanda setuju untuk tinggal di kontrakan itu.&lt;br /&gt;Jelang tibanya masa perkuliahan, aku mulai menjalani hari-hari di kontrakan tersebut. Aku baru tahu kalau disitu juga ada Mas Muji. Kemudian bertambah Budi yang dari Purworejo dan Triyono putra Wonogiri sebagai penghuni kontrakan. Entah Budi atau Triyono yang masuk duluan, ingatanku membatasinya. Heranku, belakangan Triyono menyampaikan kalau manggil dia dengan Rio jangan Tri, mungkin agar lebih keren. Terakhir Anang yang menyusul setelah dia tidak kerasan tinggal di Asrama Mahasiswa. Kami dipersatukan dalam satu rumah kontrakan sederhana yang kemudian disepakati diberi nama Wisma Robithoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya awal masuk kampus, mahasiswa baru harus menjalani OSPEK yang oleh panitia dikemas dalam STOMATA (aku sudah berusaha memerah memori di otakku tapi percuma, aku tak ingat kepanjangan STOMATA). Saat itu matahari semakin menukik di barat, OSPEK hari pertama hampir selesai, panitia memberikan pengumuman tugas yang harus dikerjakan esok. Diantaranya; sebagai bekal diharuskan membawa jeruk dengan diameter 8 cm, air minum kemasan 600 ml merk tertentu (meskipun  akhirnya aku tahu air minum kemasan tersebut tidak ada kemasan 600 ml), dan mengenakan tas seperti yang ditunjukkan panitia, dari bentuknya aku tahu tas terbuat dari kain karung tepung. Dua tugas aku masih bisa menerima, tapi membawa jeruk diameter 8 cm?x? Apa ini adat dunia, setiap OSPEK peserta diberikan tugas yang terkadang tidak ada hubungannya dengan  akademik. “Bodoh!”, ketusku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas isya’ dan makan malam di warung hek yang kemudian menjadi warung langganan kami. Kami pun bergegas mengerjakan tugas yang diberikan panitia. Mencari jeruk, mudah, dan sudah kami dapatkan meskipun bukan yang berdiameter 8 cm. Air minum kemasan, kami siasati dengan menuang ke botol kemasan 600 ml. Tas dari karung tepung? Kami memang dengan mudah menemukan karung tepung dengan membeli di warung dekat kos, tapi tetap kami harus menjahitnya agar layak disebut tas. Aku dan Rio berkumpul di kamarku yang berukuran 3 x 2,5 meter, setelah memasukkan benang ke lubang jarum dan mengaitkan kedua ujung jarum, kami pun memulai proses menjahit tas. Meskipun jahitanku dan Rio tidak begitu rapi tapi kami cukup lancar mengerjakannya. Membuat tas itu memang cukup mudah, hanya menjahit bagian atas karung yang dimasuki dengan tali dan mengaitkan tali ke masing-masing ujung bagian bawah karung. Begitupula dengan Budi yang menjahit di kamarnya sendiri, tak mengalami kesulitan. Sesekali aku dan Rio bercerita tertawa kecil mengingat sesiang di OSPEK. Saat aku dan Rio sudah setengah jalan menjahit tas, Anang yang sebelumnya mengerjakan dengan tenang di kamarnya sendiri, tiba-tiba datang dan menghampiriku: “In, gimana kamu bisa? Aku kok gak bisa-bisa ya”, logat Jawa Timurnya masih sangat kental saat itu, maklum dia asli Banyuwangi. Kulihat mimiknya sangat kebingungan. “Masa’?”, responku. Satu jahitan pun sama sekali belum nampak. Dia pun mencontohkan cara menjahitnya: “Coba lihat ini”, sementara aku dan Rio dengan seksama memperhatikan. Menurutku tidak ada yang salah dengan caranya menjahit, begitu pula menurut Rio sudah benar adanya. “Coba sini”, seraya aku mengambil alih karung tepung bersama jarum-benang darinya. Aku pun mulai menusukkan jarum-benang ke karung, tapi anehnya ketika aku menarik jarum yang sudah masuk ke karung dan menarik jarum ke sisi yang lain, ternyata benang tidak tertambat di karung tapi hanya berlalu begitu saja sehingga tidak ada jahitan. “Lho, kok gini”, heranku saat itu. “Rio, coba kamu yang jahit”, pintaku gusar. Nyatanya hal sama juga terjadi. Padahal kami yakin, cara menjahitnya sudah benar. Rio pun memeriksa dengan teliti. Sejurus kemudian dia tersenyum kecil, sementara aku dan Anang yang sedari tadi  memperhatikannya masih terdiam. Dahiku pun berkerut mencoba memeriksa senyum Rio, mungkin dia menemukan kesalahan dalam menjahit. Sesaat kemudian, Rio menepuk bahuku seraya menunjukkan jarum dan benang milik Anang. Aku tersadar kesalahan Anang, tanpa dikomando tawa dariku dan Rio menggelegak memenuhi kos. Mungkin terhitung agak lama aku dan Rio melepas tawa, membiarkan Anang terheran menyimpan tanya. Tawa kami memancing Budi untuk bergegas menuju kamarku, menyelidik penyebab tawa kami. “Ada apa tho?”, Tanya Budi. Rio pun menjelaskan duduk perkaranya bersama, tapi fokus ke Anang tentunya: “Kamu tau kesalahanmu, ternyata benang yang kamu masukkan ke lubang jarum belum kamu kaitkan kedua ujungnya, jadi wajar kalo tiap kali jarum ditusukkan ke karung kemudian ditarik, benang hanya berlalu begitu saja”. Rio masih tertawa kecil saat menjelaskan. Setelah Anang menyadarinya dan Budi tahu penyebabnya, sontak tawa kami lepas bersamaan……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga detik ini, aku masih sangat suka mengingat tawa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukan untuk menertawakan “kebodohan” tapi untuk kembali merasakan bahagianya kebersamaan dan persahabatan, di saat sekarang dimana dimensi ruang dan waktu yang membatasi pertemuan kami.&lt;i&gt;&lt;strike&gt;&lt;/strike&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menyangka malam itu menjadi sangat istimewa bagi kami.&lt;br /&gt;Du…du…rindu. Kawan, aku merindukan kalian.&lt;br /&gt;Ternyata tawa itu menjadi awal slama 2 tahun kami menjalani kebersamaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1541349506119646802?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1541349506119646802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1541349506119646802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1541349506119646802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1541349506119646802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/06/merindulan-tawa-itu.html' title='MERINDULAN TAWA ITU'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-7944516497765050907</id><published>2011-06-19T21:15:00.002+07:00</published><updated>2011-06-19T21:15:39.035+07:00</updated><title type='text'>"FEMINISME"</title><content type='html'>Medio awal tahun 2008 Bang Adi mengajakku jalan-jalan ke Yogjakarta, meskipun dia tak menyebutkan tujuan pastinya, tapi aku tak memberikan penolakan.  Waktu itu masih pagi, sekitar jam 08.00 kami berangkat, bus patas MIRA pun meluncur dari Solo ke Yogjakarta. Hanya berdua, jadi kami memilih duduk berdampingan. Aku yang memilih tempat duduk, tentu saja di jok yang jadi favoritku kalau naik bus, yaitu 3 deret jok dari belakang; boleh yang ke 3, ke dua, atau yang pertama. Lepas dari Kartosuro, kondektur pun mulai menunaikan tugasnya, tentu saja menjadi kewajiban bagi penumpang membeli jasa angkutan, karena Bang Adi yang mengajakku jadi kubiarkan dia yang mewakili kewajibanku. Tidak ada yang istimewa selama di perjalanan, sesekali Bang Adi mengajakku bicara tapi itu tak bertahan lama karena aku mulai melakukan ritual rutinku, tidur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Oiii In, bangun, sudah hampir sampai”, Bang Adi sedikit menggertak sambil menepuk pundakku. Aku mulai tersadar dan benarlah, sebentar lagi kami tiba. Kami tidak turun di terminal tapi di Janti, kata Bang Adi sudah ada teman yang menjemput. Tiba-tiba perutku meminta haknya, “Bang, makan dulu yuk, sambil nunggu yang jemput”, pintaku. Kami menikmati sarapan di Warung BURJO, lokasinya pun masih di sekitar Janti. Kali ini meskipun aku yang mengajak tetap saja Bang Adi yang membayar sarapan. Selesai sarapan, “penjemput” yang kami nantikan akhirnya datang, Mukhit namanya. Aku beri tanda petik, karena Mukhit tidak benar-benar menjemput kami, dia datang naik ojek. Mukhit meminta maaf karena mobilnya rusak jadi dia tidak bisa “benar-benar” menjemput. Perjalanan pun kami lanjutkan dengan naik ojek, biasa ke mana-mana juga motoran. Kami bertiga sampai di tempat tujuan, tak kusanga ternyata pondok pesantren, “Waduh, saltum, masak ke ponpes pakai celana jeans” gerutuku dalam hati, “tapi masih untung aku mengenakan kemeja bukan kaos oblong seperti kebiasaanku jika bepergian jauh,” sisi hatiku yang lain berusaha menenangkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami bertemu dengan Gus Muwafiq (semoga penulisan nama beliau benar dan kalo salah sebelumnya mohon maaf), selaku pimpinan ponpes (nama ponpes nya aku juga sudah lupa). Beliau menyambut kami dengan luar biasa, layaknya tamu agung, kami disuguhi dengan banyak hidangan. “Sesuai dengan ajaran Kanjeng Nabi yang senantiasa memuliakan tamu. Ingat kisah saat ada sahabat yang silaturahim saat makan malam tiba, karena jatah makanan hanya cukup untuk satu orang, Kanjeng Nabi memilih mematikan obornya demi memberikan jatah makan malam kepada sahabat sementara Beliau berpura-pura makan,” pikirku saat itu. Sholat dhuhur tiba, kami bergegas menuju masjid, mataku menelisik pandang ke sekeliling ponpes, dari fisiknya, ponpes ini benar-benar sangat sederhana, bahkan masjidnya hanya berukuran kecil sementara ruang di dalamnya juga biasa, alasnya plester semen biasa yang sudah mulai bongkah di beberapa tempat sehingga kerikir-kerikil mulai menyembul ke permukaan, saat sholat dilambari dengan tikar anyaman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makan siang, kami masih dijamu dengan baik, “Alhamdulillah,” gumamku kala itu. Gus Muwafiq mulai menampakkan “wajah aslinya” saat selesai makan siang sementara kami benar-benar serius menyimaknya. Beliau mulai bermonolog ria dengan guyonan ala sufi nya. Ada satu cerita dari beliau yang sangat berkesan bagiku, yaitu tentang feminisme.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari diadakan seminar yang membahas tentang feminisme, pembicara yang dihadirkan adalah seorang Aktivis Feminisme dan Kyai. Singkat cerita silang pendapat, adu argument terjadi antar pembicara. “Bahwa antara laki-laki dengan perempuan itu sama dalam segala hal,” tukas Aktivis Feminisme tapi langsung disergah oleh Pak Kyai; “Yo beda tho Mbak, masing-masing punya peran tersendiri dan harus tetap pada porsi dan proporsinya.” Moderator Nampak tidak mampu mengendalikan forum, sehingga suasana semakin panas. Pak Kyai mulai menyadari hal itu sehingga memilih mengalah, “Yo wis,” ungkapnya sederhana. Seminar pun selesai, bibir Aktivis Feminisme menyungging senyum “kemenangan”. Adat akhir seminar, pemberian kenang-kenangan dari panitia kepada pembicara. Pasca menerima kenangan, Aktivis Feminisme yang masih terbuai kebanggaan dalam berdebat berniat menyalami Pak Kyai. Pak Kyai menerima dengan senang hati uluran tangan dari Sang Feminis dan saat bersalaman itulah Pak Kyai “mencuri kesempatan”. “Plak!!!”, itu bukan suara timpukan biasa, ternyata selain bersalaman Pak Kyai menimpuk (maaf) pantat Aktivis Feminisme tersebut. Sontak Sang Feminis meluapkan kemarahan yang luar biasa kepada Pak Kyai, tapi beliau nampak santai saja menanggapi. “Lha tadi Mbak bilang kalau laki-laki dan perempuan sama dalam segala hal, saya itu biasa saja kalau memegang atau bahkan menimpuk pantat teman laki-laki saya, ini kenapa mbak malah marah.” Pak Kyai berlalu begitu saja meninggalkan ruang seminar dengan wajah berseri.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sontak kami bertiga (Aku, Bang Adi, Mukhit) serta beberapa santri dari ponpes yang menemani Gus Muwafiq di ruang tamu menggelegak melepas tawa, bahkan mataku berair tanda bahwa aku tak lagi mampu menahan tawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Matur nuwun Gus Muwafiq, sudah mengajarkan saya untuk menghadapi dan menangkis perihal pemikiran yang amat kompleks menjadi amat sederhana bahkan “hanya” dengan tertawa.&lt;br /&gt;Terkadang dengan tindakan sebuah konsep mampu dijelaskan secara lebih sederhana ketimbang perkataan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-7944516497765050907?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/7944516497765050907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=7944516497765050907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/7944516497765050907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/7944516497765050907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/06/feminisme.html' title='&quot;FEMINISME&quot;'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-5286229776418237912</id><published>2011-05-29T23:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-29T23:17:41.385+07:00</updated><title type='text'>REALITA HIDUP : OPTIMISME DI TENGAH PESIMISME</title><content type='html'>Bus yang aku tumpangi dari Bandung masih melaju dengan kencang. Tempat dudukku berada di bangku 24, merupakan jok ke 3 dari belakang, itu memungkinkanku untuk melihat hampir semua yang ada di bus. Kondisi bangku bus ternyata penuh.  Mataku masih agak malas untuk terbuka sempurna. Tapi Alhamdulillah, motion sickness sudah hilang, dikarenakan bau yang mungkin disebabkan kampas rem  yang diinjak sangat sering dan dalam oleh sopir bus sempat membuat pusing dan mual. Memang bus Kramat Jati yang kutumpangi harus melewati Subang, dengan jalannya yang menurun dipenuhi dan tikungan tajam menjadikan setiap sopir ekstra waspada. Saat itu, aku “memaksa” mataku untuk terpejam agar bisa menghindari muntah. Tapi, setiap kali bau gesekan kampas rem mampir ke hidung, saat itu pula siksaan benar-benar menyerang. Jika ingin selamat maka aku harus melawan bau tersebut, pikirku saat itu. Tapi apa daya, aku tak membawa minyak kayu putih atau semacamnya, memang selama ini aku tak pernah membawa peralatan seperti itu, bahkan ketika perjalanan jauh sekalipun. Terbersit dalam anganku akan parfum “aerosol” yang aku bawa. Jadi, aku semprotkan beberapa kali ke telapak tangan setiap kali bau gesekan kampas rem terendus. Hal itu terjadi sampai berulang kali, sehingga secara tak sadar, aku akhirnya tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku yang minus 0,75 melirik keluar, ternyata sudah sampai alun-alun Semarang. “Sampai Semarang ya mas?” Tanya teman sebelahku, Mas Joko, begitu aku memanggilnya. Aku yakin benar itu pertanyaan retoris. Saat berkenalan dia mengaku bekerja sebagai karyawan biasa sebuah pabrik di Bandung. Namun, saat di pertangahan perjalanan, hp nya berdering, dari percakapan dan gaya bicara yang ada, aku yakin dia adalah anggota TNI.  Setelah dia menyelesaikan percakapannya via hp, aku meliriknya, dari mulutku meluncur: “Siap Pak” (sambil tersenyum kecil). Dan dia pun langsung membalasnya dengan senyum kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang berapa lama kemudian, aku kembali mengalihkan perhatianku ke luar. Sepertinya melewati pasar, meskipun hanya sekilas, aku yakin dugaanku benar adanya. Terlihat dari keadaannya yang ramai dan banyaknya penjual sayuran. Aku menaikkan tangan kiriku agar angka arloji bisa terlihat jelas sehingga tahu pukul berapa saat itu, dahiku  berkerut, ternyata pukul 03.49. Subhanallah, di saat mayoritas dari kita masih terlelap dalam rayuan kasur, pedagang pasar tradisional sudah bergeliat dan berjibaku dengan aktivitasnya. “Itu Pasar Mranggen mas”, tiba-tiba suara Mas Joko memecah rasa keingintahuanku. Malu rasanya diri ini, jika harus bercermin dari mereka. Mereka merupakan pelaku dan penggerak sektor ekonomi mikro kita. Tanpa mereka mungkin roda perekonomian riil akan seret bahkan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku mulai menerawang tanpa batas, terantuk pada kondisi kekinian bangsa. Pada sisi lain, aku mulai jenuh dengan konflik yang berkepanjangan di PSSI. Tak kunjung selesai, malah memanas dan terancam sanksi dari FIFA. Ada lagi masalah lain, lagi dan lagi dari “opera” anggota dewan kita. Kasus korupsi yang terkuak dan mengemuka. Kembali lagi sepertinya, layaknya lagu lama yang terus-menerus diputar. “Maklum” anggota dewan kita ini makelar proyek yang sudah hilang urat malunya. Kasus suap kali ini melibatkan kader partai plat biru menjadi head line dan memenuhi hiruk pikuk media massa….dan yakin, tidak akan terselesaikan….seperti kasus-kasus yang lain. Huuffh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang belajar dari pengalaman perjuangan hidup rakyat yang konkret, kita akan mendapatkan optimisme. Sementara dari cara hidup elit politik yang pendek dan semu, kita berkaca tentang pesimisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-5286229776418237912?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/5286229776418237912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=5286229776418237912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5286229776418237912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5286229776418237912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/05/realita-hidup-optimisme-di-tengah.html' title='REALITA HIDUP : OPTIMISME DI TENGAH PESIMISME'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-2013296577310821876</id><published>2011-03-13T13:13:00.000+07:00</published><updated>2011-03-13T13:13:03.219+07:00</updated><title type='text'>NOVEL ASPAL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QbhkbBzvIYk/TXxerHUo2hI/AAAAAAAAAHk/2GXiVVvZIhY/s1600/Inz154.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-QbhkbBzvIYk/TXxerHUo2hI/AAAAAAAAAHk/2GXiVVvZIhY/s320/Inz154.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bagi anda yang pembaca novel sejati akan sangat familiar dengan kedua novel tersebut. Saya menjumpai kedua novel tersebut sewaktu jalan-jalan di Pasar Buku Bekas di Gladak Solo. Isi dari kedua novel terbut saya garansi keasliannya namun dengan kualitas kertas yang lebih jelek tentunya. Jer basuki mowo beyo je. Karna harga dari kedua novel tersebut juga jauh dari harga di toko buku. Maklum barang 'bajakan'. Jadi tidak cuma pemusik saja yang pusing dengan royalti dari penjualan kaset-CD album mereka tapi juga penulis buku karna dengan adanya pembajakan royalti mereka juga menurun. Pemerintah gimana penyelesaiannya?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3VkQDgj3WRM/TXxgQC-7VOI/AAAAAAAAAHs/2cQopn-MNJ8/s1600/Inz153.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-3VkQDgj3WRM/TXxgQC-7VOI/AAAAAAAAAHs/2cQopn-MNJ8/s320/Inz153.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-2013296577310821876?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/2013296577310821876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=2013296577310821876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/2013296577310821876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/2013296577310821876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/03/novel-aspal.html' title='NOVEL ASPAL'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QbhkbBzvIYk/TXxerHUo2hI/AAAAAAAAAHk/2GXiVVvZIhY/s72-c/Inz154.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1806356276349583136</id><published>2011-03-13T12:15:00.000+07:00</published><updated>2011-03-13T12:15:21.563+07:00</updated><title type='text'>PASAR MALAM</title><content type='html'>Paradoks; siang adalah istirahatnya mereka sedang malam adalah waktu bagi mereka melayani 'pembeli kebahagiaan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOLA DUNIA&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9b8A3akwY7s/TXxQb6adTZI/AAAAAAAAAG0/kA8BLisbwLo/s1600/Inz159.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-9b8A3akwY7s/TXxQb6adTZI/AAAAAAAAAG0/kA8BLisbwLo/s320/Inz159.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kincir ini adalah favoritku sewaktu mas kecil dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAS VEGAS&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-oL4IV9zUxOw/TXxQwCWiYZI/AAAAAAAAAG8/qzHCDGP73oc/s1600/Inz160.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-oL4IV9zUxOw/TXxQwCWiYZI/AAAAAAAAAG8/qzHCDGP73oc/s320/Inz160.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Kasino" he..he..he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANCING MANIA&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RQK1Hrjcc04/TXxRRkPeCTI/AAAAAAAAAHE/34dmQAjBH4Q/s1600/Inz164.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-RQK1Hrjcc04/TXxRRkPeCTI/AAAAAAAAAHE/34dmQAjBH4Q/s320/Inz164.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya tidak atu adeknya sudah strike berapa kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GILA BOLA&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JZTFww6UkaE/TXxRoy9F8RI/AAAAAAAAAHM/jAamb6v5YG8/s1600/Inz167.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-JZTFww6UkaE/TXxRoy9F8RI/AAAAAAAAAHM/jAamb6v5YG8/s320/Inz167.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sesibuk apapun kalau sdh hobi pasti mengalahkan yang lain. Bola itu bulat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MESRA&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-S7P4EaLtPBI/TXxSCKPMYjI/AAAAAAAAAHU/6mkaqtRG36g/s1600/Inz168.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-S7P4EaLtPBI/TXxSCKPMYjI/AAAAAAAAAHU/6mkaqtRG36g/s320/Inz168.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bertahan hidup dengan melawan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUDA TROYA&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dkERSUMpdTk/TXxScgtEr0I/AAAAAAAAAHc/cXz7u8Uhr_4/s1600/Inz169.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-dkERSUMpdTk/TXxScgtEr0I/AAAAAAAAAHc/cXz7u8Uhr_4/s320/Inz169.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anak-anak tidak menyadari bahwa di dalam kuda ini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1806356276349583136?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1806356276349583136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1806356276349583136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1806356276349583136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1806356276349583136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/03/pasar-malam.html' title='PASAR MALAM'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9b8A3akwY7s/TXxQb6adTZI/AAAAAAAAAG0/kA8BLisbwLo/s72-c/Inz159.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1549598907032528571</id><published>2011-03-07T19:32:00.002+07:00</published><updated>2011-03-13T11:49:06.446+07:00</updated><title type='text'>PAGI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OSmd1m7uQN0/TXxMUz3dORI/AAAAAAAAAGs/PTBVjhpgFLk/s1600/pagi12.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-OSmd1m7uQN0/TXxMUz3dORI/AAAAAAAAAGs/PTBVjhpgFLk/s320/pagi12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mentari masih saja malu, simpan senyum tak berperi yang enggan merekah&lt;br /&gt;Sementara pelangi tiada berlalu untuk menggores langit yang berpendar lelah&lt;br /&gt;Hanya sisa awan comulus saja yang menyembul celah&lt;br /&gt;Barangkali awan yang temaram mengalah pada hujan semalam yang pasrah basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embun lembut memagut padu pemalas&lt;br /&gt;Tak berampun membelah rindu yang memelas&lt;br /&gt;Sapa antara asa dan takdir yang membekas&lt;br /&gt;Lupakan saja yang terserak biar berlalu lepas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh lebih baik hapus saja langit saat ini, segera saja berganti rupa&lt;br /&gt;Tapi sangsi karna tiada bersanksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh tentang kata-kata saja&lt;br /&gt;Aku semakin melacur kata-kata saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Blora, (awal) Maret 2011-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1549598907032528571?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1549598907032528571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1549598907032528571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1549598907032528571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1549598907032528571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2011/03/pagi.html' title='PAGI'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OSmd1m7uQN0/TXxMUz3dORI/AAAAAAAAAGs/PTBVjhpgFLk/s72-c/pagi12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-4870632957041759090</id><published>2010-12-18T09:15:00.001+07:00</published><updated>2010-12-18T09:20:12.396+07:00</updated><title type='text'>Pelepas Lelah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQwYxdPIHBI/AAAAAAAAAGM/1ujCIWh3InQ/s1600/15122010016.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQwYxdPIHBI/AAAAAAAAAGM/1ujCIWh3InQ/s320/15122010016.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurutku tempat free rest area di SPBU ini sangat nyaman. Belum pernah saya temukan rest area yang seperti ini di SPBU lain. Lebih dari cukup bagi saya untuk melepas lelah fisik dan rasa penat di pikiran. Sayangnya saya terlampau malam sewaktu singgah di SPBU ini, mungkin lain kali jika ada waktu di sore saya akan mampir kembali dan saya yakin suasananya lebih asyik.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQwaPP673wI/AAAAAAAAAGc/w2QBvOC239E/s1600/15122010018.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQwaPP673wI/AAAAAAAAAGc/w2QBvOC239E/s320/15122010018.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-4870632957041759090?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/4870632957041759090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=4870632957041759090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4870632957041759090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4870632957041759090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/12/pelepas-lelah.html' title='Pelepas Lelah'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQwYxdPIHBI/AAAAAAAAAGM/1ujCIWh3InQ/s72-c/15122010016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1721824646185451830</id><published>2010-12-16T15:36:00.001+07:00</published><updated>2010-12-16T15:36:46.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>PERJUANGAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 0.79in }		P { margin-bottom: 0.08in }	--	&lt;/style&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQnOkrpCXAI/AAAAAAAAAGI/hmxRuW4CEB8/s1600/14122010011.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQnOkrpCXAI/AAAAAAAAAGI/hmxRuW4CEB8/s320/14122010011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saya hanya inginmenanyakan, apa yang terbersit di benak kalian saat melihat gambartersebut?&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tapi kalau sekedarbertanya tetep saja saya gak puas jadi tetep saya berkomentar. Sayasama sekali tidak mengenal beliau, dan saya yakin begitupula denganbeliau, pasti tidak mengenal saya. Padahal pepatah bilang “kalautak kenal maka tak sayang” dan “kalau tak sayang maka tak cinta”.Tapi nyatanya, tanpa mengenalnyapun saya sangat mencintai dengan apayang beliau perjuangkan. Coba kita bayangkan, seandainya beliau ituadalah ibu kita atau nenek kita! &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saya sendiri tak tahusecara pasti berapa usia beliau, tapi dari kerutan kecantikan diwajahnya, saya yakin usianya telah melewati 60 tahun. Bukankah padausia tersebut seharusnya mereka tidak lagi menghabiskan waktunyauntuk bekerja, dan mencari penghasilan hidup? &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jika kalian ingin menemuiatau hanya sekedar ingin melihat perjuangan beliau, monggo mampirpada malam hari di trotoar jalan di depan pom bensin Panggungrejo,Solo jika tak ada aral melintang sekalian belilah barangdagangannya..he..he. Di sana beliau biasa menggelar lapakdagangannya. Oya, kalau berminat beli silahkan. Tapi jangan berharapmenemukan baju, celana atau pakaian dengan merk terkenal lho cozharganya murah meriah. Celana pendek yang beliau jual hanya sehargaRp. 20.000/potong itupun masih bisa ditawar, dan jika beli 2 potongRp. 30.000 pun didapat. Bagaimana dengan harga produk lainnya? Jelassaya tak tahu coz memang gak nanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sewaktu masih mengenyampendidikan di bangku kuliah saya diajarkan bahwa “carilah ilmusampai ke liang lahat”, maka hari itu saya mendapat bekal ilmu“carilah rejeki hingga ajal mendekat”. Saya pikir para koruptorharus dikenalkan dengan beliau agar mereka bisa tahu bagaimanabelajar tentang arti kerja keras! &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Matur nuwun Mbah, I LOVEU FULL!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1721824646185451830?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1721824646185451830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1721824646185451830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1721824646185451830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1721824646185451830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/12/perjuangan-hidup.html' title='PERJUANGAN HIDUP'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQnOkrpCXAI/AAAAAAAAAGI/hmxRuW4CEB8/s72-c/14122010011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1399333354815321152</id><published>2010-12-15T10:29:00.000+07:00</published><updated>2010-12-15T10:29:09.373+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>BERANTAKAN ITU BAIK</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam Islam diajarkan bahwa Kebersihan adalah sebagian dari Iman. Sewaktu masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah, saya dan teman sekelas amat mengenal hal tersebut. Namun tetap saja saya bukan ahli (tafsir) hadist, tapi saya akan tetap mencoba memaksa diri untuk memahami berdasarkan kemampuan saya. Menurut saya, jika kita ingin menjaga keimanan kita maka sudah menjadi keniscayaan bagi kita untuk menjaga kebersihan baik itu secara lahir maupun batin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana dengan kondisi kamar kos ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQg1jrvfCQI/AAAAAAAAAGA/qIfPE4miE30/s1600/14122010007.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQg1jrvfCQI/AAAAAAAAAGA/qIfPE4miE30/s320/14122010007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQg1nE5h2bI/AAAAAAAAAGE/gPaMtAQhiz4/s1600/14122010008.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQg1nE5h2bI/AAAAAAAAAGE/gPaMtAQhiz4/s320/14122010008.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin kalian bilang, itu adalah KAPAL PECAH!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemudian mempersepsikan atau memberikan penilaian bahwa penghuni kamar tersebut jorok, pemalas, dll (intinya negatif)...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi menurut saya, kondisi kamar kos yang demikian itu adalah sebuah pertanda bagus. Karna dia memang tidak punya cukup waktu untuk “sekedar merapikan kamarnya”. Saat ini, penghuni kamar kos tersebut adalah orang dengan jadwal yang padat, agenda menumpuk, dan kesibukan luar biasa. Buktinya, ya itu tadi kamar kosnya berantakan coz tak ada waktu lagi untuk mengurusnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan hal itu memang benar, saat ini (hari ini) berita naik cetak..he..he... penghuni kamar kos tersebut sedang mempersiapkan Seminar Nasional tentang Hubungan Diplomatik antara RI dengan Malaysia, dan dia juga sedang sibuk mencalonkan diri sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa di salah satu Fakultas perguruan tinggi terkemuka di Solo. Jadi, saya yakin dia sedang sangat, sangat sibuk. Dan saya, teramat memahami sekaligus memakluminya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Duch, saya jadi teringat sewaktu masih aktif di kampus. Setiap kali ada event dan agenda besar dapat dipastikan kondisi sekertariat pasti seperti KAPAL PECAH yang hendak karam...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi menurutku, berantakan itu (pertanda) baik karena penghuninya pasti sedang sangat sibuk sampai tak punya waktu untuk merapikan ruang privasinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa hubungannya dengan hadist yang saya sampaikan di awal. Jelas tho, gak ada hubungannya sama sekali dengan tulisanku ini, coz di awal sudah tak sampaikan saya bukan ahli hadist jadi saya tidak berani untuk memberikan penilaian..ha...ha. jadi silahkan nilai saja sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1399333354815321152?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1399333354815321152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1399333354815321152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1399333354815321152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1399333354815321152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/12/berantakan-itu-baik.html' title='BERANTAKAN ITU BAIK'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/TQg1jrvfCQI/AAAAAAAAAGA/qIfPE4miE30/s72-c/14122010007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-9206787157818281791</id><published>2010-10-11T22:03:00.000+07:00</published><updated>2010-10-11T22:04:27.170+07:00</updated><title type='text'>Hari-hari ini Chairil Anwar Merasukiku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hari ini sudah tidak ada tikus bodoh yang hanya bekerjasama dengan tikus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Untuk melawan kucing yang bekerjasama dengan kucing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Hari ini tidak ada anjing bodoh yang bergabung dengan sesama anjing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Untuk melawan Tuan yang kompak dengan sesama Tuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Di wilayah ini tikus bergandeng tangan dengan kucing untuk melawan anjing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Di wilayah sana, kucing berkoalisi dengan anjing untuk melawan kekuatan Tuan-Tuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sedangkan di wilayah sono, Tuan-Tuan bergabung dengan anjing karena sama wataknya maupun visi-misinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tuan siap meng-anjing, anjing siap men-Tuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Demi ikhtiar meningkatkan taraf penghidupan....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-9206787157818281791?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/9206787157818281791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=9206787157818281791' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/9206787157818281791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/9206787157818281791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/10/hari-hari-ini-chairil-anwar-merasukiku.html' title='Hari-hari ini Chairil Anwar Merasukiku'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-7930413652128701508</id><published>2010-10-11T22:02:00.001+07:00</published><updated>2010-10-11T22:22:02.323+07:00</updated><title type='text'>Setiap Wanita itu Cantik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Syahdan seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya "Mengapa ibu menangis?""Karena aku seorang wanita," dia berkata kepada anaknya."Ibu, aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut. Sang ibu memeluk anaknya dan berkata "Sepertinya kamu tidak akan pernah mengerti"Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?"Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap merasa heran mengapa wanita menangis. Merasa terus dihinggapi rasa penasarannya, dia memutuskan untuk bertanya pada Sang Khalik. Akhirnya dia menemui Sang Khalik, dan dia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"Tuhan berkata "Aku menciptakan wanita istimewa. Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan.""Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya""Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit.""Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya.""Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya""Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya""Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan.""Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya.""Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam". Jadi yakinlah, bahwa setiap wanita itu cantik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-7930413652128701508?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/7930413652128701508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=7930413652128701508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/7930413652128701508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/7930413652128701508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/10/setiap-wanita-itu-cantik_11.html' title='Setiap Wanita itu Cantik'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8296907252266466389</id><published>2010-10-11T22:01:00.000+07:00</published><updated>2010-10-12T08:05:18.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>Ayam atau Bebek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sepasang pengantin baru tengah berjalan dengan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala meeka mendengar suara di kejauhan, “Kuek, kuek, kuek!”&lt;br /&gt;“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”&lt;br /&gt;“Bukan. Itu suara bebek,” sahut si suami.&lt;br /&gt;“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri berkeras.&lt;br /&gt;“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’ bebek itu ‘kuek-kuek!’ Itu bebek, sayang,” kata si suami dengan disertai gejala awal kejengkelan.&lt;br /&gt;“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.&lt;br /&gt;‘Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.&lt;br /&gt;“Bukan, Sayang.... Itu ayam! Aku yakin betul!” tandas si istri, sembari kakinya dihentakkan.&lt;br /&gt;“Dengar ya! Itu a...da...lah...be....bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!” si suami berkata dengar gusarnya.&lt;br /&gt;“Tetapi itu ayam!” masih si saj istri berkeras.&lt;br /&gt;“Itu jelas-jelas bue...bek! Dasar kamu ini...!”&lt;br /&gt;Kemudian terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.&lt;br /&gt;Si istri sudah hampir menangis,” Tetapi itu ayam....”&lt;br /&gt;Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia menikahinya. Wjahnya melembut dan berkata dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”&lt;br /&gt;“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggengam tangan suaminya.&lt;br /&gt;“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.&lt;br /&gt;Maksud cerita tersebut adalah bahwa si suami akhrinya tersadarkan, siapa yang peduli suara tadi itu ayam atau bebek? Hal yang terpenting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah tersebut. Ikatan keluarga pastinya lebih penting daripada mencari siapa yang benar tentang ayam dan bebek. Lagipula, betapa kita sering merasa yakin, amat mantab tapi kemudian kita salah. Lha, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa secara genetik sehingga bersuara seperti bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ Demi menjunjung tinggi kesetaraan antarjenis dan menjaga kedamaian hidup saya sebagai laki-laki, saya amat berkenan dan sama sekali tidak keberatan apabila diubah siapa yang bilang bebek dan siapa yang menyatakan ayam]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8296907252266466389?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8296907252266466389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8296907252266466389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8296907252266466389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8296907252266466389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/10/ayam-atau-bebek.html' title='Ayam atau Bebek'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-576095715552431566</id><published>2010-10-11T21:56:00.000+07:00</published><updated>2010-10-11T21:58:16.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>Nyanyian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Kuncup yang merekah di atas batang pohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt; Burung kecil menyanyi di hatiku hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt; Aku tahu saat rumput hijau bermunculan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt; Di dekat bagian  jalan kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt; Dan bumi basah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt; Dan sebuah burung mengatakan di kepalaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt; Belum… aku belum selesai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-576095715552431566?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/576095715552431566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=576095715552431566' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/576095715552431566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/576095715552431566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2010/10/nyanyian.html' title='Nyanyian'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-6399384922714152681</id><published>2009-07-25T21:27:00.000+07:00</published><updated>2009-07-25T21:29:35.057+07:00</updated><title type='text'>(untuk) Menikmati Blok Cepu</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cepu, sejatinya hanyalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Blora yang secara administratif berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Timur. Namun ada yang sangat istimewa dari daerah tersebut bahkan popularitas namanya “mengalahkan” kabupatennya. Hal ini dikarenakan Cepu merupakan daerah ladang minyak tertua di Indonesia bahkan dunia. Sejak tahun 1887 telah ditemukan sebanyak 30 ladang minyak di Blok Cepu. Ada Kawengan, yang merupakan ladang minyak terbesar telah beroperasi sejak 1929 dan telah menghasilkan lebih dari 120 juta barel. Kemudian ada Ledok, Nglobo, Semanggi dan ladang minyak kecil lainnya.&lt;br /&gt;Sebelum PD-II, Shell telah menemukan lapangan Nglobo kemudian beralih ke tangan Humpuss Patra Gas. Tahun 1995 dan 1997 Humpuss Patra Gas menjual sahamnya kepada Ampolex Ltd dari Australia. Sejak tahun 1998, Exxon Mobil telah berusaha mengambil alih saham Humpuss. Melalui proses lobi politik yang panjang, akhirnya tahun 2006, Exxon Mobil dan Pertamina menelurkan Production Sharing Contract Blok Cepu. Sejarah penambangan minyak di blok ini cukup panjang, maka kemudian menjadi sebuah ironi manakala data menunjukkan kabupaten Blora dan Bojonegoro, merupakan satu di antara kabupaten yang paling miskin di propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Blora mencapai sekitar 30% dari total penduduknya atau sebesar 297ribu jiwa. Di Bojonegoro penduduk miskin mencapai angka 560ribu jiwa dari total penduduk 1.2 juta jiwa.&lt;br /&gt;Secara nasional Indonesia memang tidak dikategorikan sebagai negara yang mengalami resource curse, namun konteks level sub nasional, resource curse tampak nyata. Seiring berlakunya dana perimbangan, maka kontrak kerja sama dengan Exxon mobil diharapkan akan membawa perbaikan sosial ekonomi bagi kedua kabupaten yang berkaitan langsung. Dana perimbangan bagi hasil migas di atur dalam UU 33/2004 dan UU tentang Pajak. Berdasarkan UU tersebut, pendapatan Pemerintah Pusat dari sumber daya alam dan pajak harus dibagihasilkan dengan daerah. Maka tak pelak, kabupaten pemilik sumber daya alam akan mendapatkan kucuran dana bagi hasil yang sangat besar. Namun, kelemahan dari praktek bagi hasil di Indonesia saat ini salah satunya adalah bahwa pengelolaan dana bagi hasil kurang transparan karena ternyata Pemda tidak memiliki akses terhadap data dan informasi yang berkaitan dengan cara dan metode perhitungan dana bagi hasil. Sehingga anggaran pendapatan tidak dapat dihitung secara akurat. Meskipun Menteri Keuangan telah mengeluarkan keputusan tiap tahunnya tentang perkiraan dana bagi hasil untuk tiap daerah, daerah tidak sepenuhnya menggunakannya sebagai angka dalam APBD karena mereka tidak percaya dengan perhitungan Pemerintah Pusat.&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan dana bagi hasil migas, pemerintah kabupaten Blora juga akan menikmati windfall profit dari Participating Interest melalui kinerja dividend BUMD. Dalam konteks kinerja hulu, pemda harus menggagas sebuah peraturan daerah untuk mengatur pengelolaan sumur-sumur tua. Pendapatan dari migas ini akan menjadi tambahan Pendapatan Asli Daerah yang diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Blora. Sayangnya, kelemahan dari daerah pemilik migas adalah ketergantungan yang tinggi terhadap pendapatan migas padahal suatu saat sumber daya migas akan habis karena tidak terbarukan. Jika Pemerintah tak mempersiapkan rencana strategis yang memadai, maka sindrom Dutch Desease akan berulang, yaitu kondisi sosial ekonomi kembali ke titik nol atau bahkan lebih buruk dari kondisi sebelum exploitasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Melihat dari pengalaman daerah kaya sumber daya alam lain, setelah habisnya barang tambang atau migas di daerah itu, maka kota itu menjadi kota mati. Lebih ironis lagi manakala kandungan sumber daya alam ternyata justru mendatangkan konflik berkepanjangan serta kemiskinan yang tak berkesudahan karena perilaku memburu rente dan korupsi dari pengelola keuangan publik. Hal ini seakan menjadi sebuah kutukan sumber daya alam (resource curse). Untuk itu, sudah saatnya pemerintah daerah bersama masyarakat pemilik Blok Cepu di Blora dan Bojonegoro menginisiasi proses kontrol bersama terhadap kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat seperti diamanatkan UUD 45 pasal 33. Proses ini dapat melalui sebuah mekanisme transparansi dan partisipasi serta prinsip akuntabilitas. Di samping itu, pemerintah daerah bersama rakyat harus membuat strategi untuk mengurangi ketergantungan dan menggunakan pendapatan yang diperoleh dari sumberdaya alam tersebut secara bijak untuk mengembangkan sektor non migas sehingga akan tercapai pembangunan sosial ekonomi yang tinggi dan merata secara berkelanjutan bahkan setelah migas habis di Blok Cepu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="action_links_bottom"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-6399384922714152681?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/6399384922714152681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=6399384922714152681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6399384922714152681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6399384922714152681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2009/07/untuk-menikmati-blok-cepu.html' title='(untuk) Menikmati Blok Cepu'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-9181899046420621101</id><published>2009-03-03T19:36:00.001+07:00</published><updated>2009-03-03T19:40:54.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>HEGEMONI PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai saat ini, kehidupan kita nyaris tidak pernah terlepas dari pasar, sebagai tempat dan sarana jual-beli berbagai komoditas. Sesuai dengan perkembangannya, kita mengenal adanya pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional biasanya menampung banyak penjual yang dilaksanakan dengan manajemen sederhana tanpa adanya perangkat teknologi modern yang mewakili golongan pedagang menengah ke bawah. Masa operasi pasar tradisional biasanya, rata-rata dari shubuh sampai siang hari atau sore hari bahkan sebagian malam hari. Sementara, pasar modern ditandai dengan fasilitas dagang yang relative lebih teratur, bersih dan menarik melalui sentuhan manajemen modern yang biasanya terdapat di daerah perkotaan dengan masa operasi dari pagi hari hingga malam hari. Pasar modern dalam pengertian ini, diantaranya &lt;i style=""&gt;minimarket&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;supermarket&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;hypermarket&lt;/i&gt;. Sebagian besar pemilik pasar modern ini adalah pengusaha besar. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pasar modern kini sudah menjadi tuntutan dari konsekuensi gaya hidup yang berkembang di masyarakat kita. Pasar modern tidak hanya menjadi tempat berbelanja tetapi juga aktivitas lain, misal sekedar jalan-jalan, nongkrong baik bersama teman maupun keluarga.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Permasalahan mulai muncul ketika pasar modern bergerak secara bebas berdiri, tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga menerobos ke pelosok-pelosok, tanpa adanya pengendalian yang jelas dan tegas dari berbagai pihak yang berkepentingan. Posisi yang berdekatan antara &lt;i style=""&gt;supermarket&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;hypermarket&lt;/i&gt; dengan pasar tradisional di kota-kota besar telah menyebabkan berpindahnya para pembeli pasar tradisional ke pasar modern tersebut. Melalui berbagai keunggulan yang dimiliki, pasar modern telah mampu “menggusur” keberadaan pasar tradisional. Business Watch Institue (BWI) mencatat perkembangan ritel modern di Indonesia sejak tahun 2000 tumbuh semakin pesat. Apalagi sejak masuknya peritel asing, Perancis dengan Carrefour yang membuka ritel jenis hypermarket kemudian Giant yang dibuka oleh Hero-Dairy Farm dari Hongkong. Mauknya peritel asing tersebut semakin manambah ketat bisnis ritel yang sebelumnya dikuasai oleh pemain local seperti PT Matahari Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa, PT Alpha Retailindo dan pemain lainnya. Demikian pula di Solo, pasca tahun 2002 perkembangan ritelnya sangat pesat dengan keumculan pasar-pasar modern bahkan mal (Solo Grand Mall, Solo Square) bahkan pusat perbelanjaan ini masih ditambah dengan munculnya pusat-pusat perdagangan seperti Pusat Grosir Solo atau berupa toko, rumah-toko (Ruko).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ancaman yang muncul dari keberadaan pasar modern antara lain; Pertama, mematikan warung-warung tradisional karena adanya pergeseran kebiasaan konsumen. Posisi yang berdekatan antar &lt;i style=""&gt;supermarket&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;hypermarket&lt;/i&gt; melalui keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan pasar tradisional di kota-kota besar telah menyebabkan berpindahnya para pembeli pasar tradisional ke pasar modern. Ke Dua, terkait permasalahan perekonomian local. Perputaran uang di daerah, awalnya sebagian besar perputaran uang tersebut merupakan konstribusi dari UKM namun seiring dengan berkurangnya UKM dan pasar tradisonal akibat kalah bersaing dengan pasar modern maka secara otomatis mengecilkan konstribusi mereka. Sementara di sisi lain, keberadaan pasar modern di suatu daerah tidak memberikan sumbanagn yang signifikan pada perekonomian lokal karena pendapatan yang diperoleh dari pasar modern biasanya hanya berasal dari pajak IMB dan pajak reklame. Bandingkan dengan pendapatan pemerintah daerah dari penraikan retribusi terhadap pedagang pasar tradisional, bahkan di Solo retribusi pasar tradisional merupakan penyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) terbesar ke dua pada tiap tahunnya. Ke tiga, panjangnya masa kerja pasar modern. Pasar modern beroperasi selama 7 hari dalam dalam seminggu (365 hari atau 366 hari setahun) dari mulai pukul 09.00 atau 10.00 hingga pukul 22.00 tanpa hari libur. Kalaupun tutup, itu dilakukan hanay untuk &lt;i style=""&gt;stock&lt;/i&gt;-&lt;i style=""&gt;recheck&lt;/i&gt;, bahkan di Hari Raya apapun juga mereka tetap beroperasi, meskipun dengan jam kerja yang berubah atau digeser. Hal tersebut tidak mungkin kita jumpai di pasar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tradisional yang waktu kerjanya amat terbatas karena pedagang harus menyesuaikan kebutuhan konsumen dan meluangkan waktu pedagang untuk keluarganya. Kita bisa lihat keberadaan Carrefour di Indonesia, orang Perancis sendiri akan geleng-geleng kepala. Entah karena kagum akan keberhasilannya menggaet konsumen di Indonesia sehingga Carrefour bisa “semena-mena” dan hampir tanpa batas untuk menemukan lokasi &lt;i style=""&gt;hypermarket&lt;/i&gt; serta jam dan hari beroperasinya. Hal yang hampir mustahil dijumpai di negara asalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ada beberapa langkah yang dapat digunakan untuk mengantisipasi sekaligus memberikan proteksi terhadap keberadaan pasar tradisional termasuk pedagangnya dari persaingan dengan pasar modern. Pertama, Revitalisasi pasar tradisional. Langkah Pemerintah Kota Solo yang melakukan revitalisasi pasar tradisional patut dihargai. Menjadi keniscayaan bagi pemerintah untuk serius dalam menata dan mempertahankan eksistensi pasar tradisional dengan target yang sangat sederhana, menyentuh dan amat mendasar dimana pasar tradisional selama ini selalu identik dengan tempat belanja kumuh, becek, serta bau sehingga hanya didatangi oleh kelompok masyarakat kelas bawah saja. Gambaran mengenai pasar tradisional yang seperti itu harus diubah menjadi tempat berbelanja yang bersih dan nyaman sehingga masyarakat dari semua kalangan akan tertarik untuk datang dan melakukan transaksi di pasar tradisional. Ke dua, melakukan zonasi (pemetaan tata letak &lt;i style=""&gt;hypermarket&lt;/i&gt;). &lt;i style=""&gt;Hypermarket&lt;/i&gt; harus berada pada radius sekian kilometer dari pasar tradisional dan tidak boleh menjual komoditi tertentu yang yang menjadi jajaan di pasar tradisional. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah persaingan yang tidak berimbang dengan pasar tradisional. Aturan semacam ini sudah dilakukan di Garut dan Jakarta dimana hypermarket tidak boleh berada di tengah kota dan tidak berad dalam radius 200 meter yang daerahnya terdapat pasar tradsional. Amat ironis tentunya, apabila revitalisasi pasar tradisional dilakukan tetapi di dekat pasar tradisional juga berdiri pasar modern. Ke tiga, pembatasan kuota penjualan komoditi tertentu. Hak ini cukup efektif dilakukan di Cirebon. Dimana &lt;i style=""&gt;supermarket&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;hypermarket&lt;/i&gt; tidak boleh menjual barang lebih dari 5 kilogram per kemasan. Ke empat, pembatasan kuota pasar modern. Jumlah Carrefour di Jakarta ternyata lebih banyak jumlahnya daripada di paris. Bahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Paris ataupun di kota-kota lainnya di Perancis tidak akan ditemui adanya hypermarket, kecuali mereka berada di &lt;i style=""&gt;outer ring road&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berarti di pinggiran kota. Kebijakan ini dimaksudakan agar warung-warung dan toko-toko makanan tradisional yang menjual sayur-mayur dan buah-buahan, daging-dagingan (&lt;i style=""&gt;bouchery&lt;/i&gt;), totko roti (&lt;i style=""&gt;boulangery&lt;/i&gt;) tetap hidup sehingga mampu mewarnai dinamika masyarakat. Bahkan pada hari-hari tertentu, terutama &lt;i style=""&gt;week&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;end&lt;/i&gt;, di berbagai lapangan parkir (&lt;i style=""&gt;place&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;plaza&lt;/i&gt;) atau di sebagian/potongan jalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di pusat kota digelar pasar tradisional yang hanya beroperasi hingga tangah hari saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hakikatnya pasar modern dan pasar tradisional mempunyai kebihan masing-masing dimana segmentasi pasar yang berbeda satu sama lainnya. Di pasar tradisional masih terjadi proses tawar-menawar harga yang memungkinkan terjalinnya kedektan personal dan emosional antar penjual dengan pembeli yang tidak mungkin didapatkan ketika berbelanja di pasar modern, dikarenakan di pasar modern harga sudah pasti yang ditandai dengan label harga. Oleh karena itu, pertentangan antara pasar modern dengan pasar tardisional harus dapat ditengahi dengan baik oleh pemegang kebijakan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menyiapkan sejumlah regulasi yang mampu menciptakan iklim perekonomian yang kondusif dan nyaman baik bagi pasar modern dan terkhusus bagi pasar tradisional. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-9181899046420621101?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/9181899046420621101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=9181899046420621101' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/9181899046420621101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/9181899046420621101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2009/03/hegemoni-pasar-modern-terhadap-pasar.html' title='HEGEMONI PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-2352300352562757555</id><published>2009-01-10T17:04:00.000+07:00</published><updated>2009-01-10T23:00:03.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>Selebrasi Frederick Kanoute</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SWjC_VLFKoI/AAAAAAAAAEQ/_uviDl5Ze3w/s1600-h/Kanoute4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SWjC_VLFKoI/AAAAAAAAAEQ/_uviDl5Ze3w/s320/Kanoute4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289692155617815170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalian tahu orang ini? Frederick Kanoute, Saya berani garansi kalau kalian bukan Football Lover’s maka kalian tidak akan mengenalnya. Setelah Muntazer Al Zaidi yang terkenal dengan aksi lempar sepatunya maka saatnya kalian mengenal Frederick Kanoute.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Frederick Kanoute baru saja didenda sebesar €3.000 oleh Komite Kompetisi Sepakbola Spanyol, akibat perayaan golnya saat menghadapi Deportivo La Coruna yang memuat tulisan 'Palestina'. Striker asal Mali itu menunjukkan kaos dalamnya yang bertuliskan 'Palestina' dan tulisan bahasa Arab lainnya. Menurut &lt;i&gt;AS&lt;/i&gt;, aturan itu melarang pemain untuk mengungkapkan pesan berbau agama dan politis di lapangan, dan Kanoute pun harus terkena denda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Padahal, kalau perihal berbau agama mestinya Kaka, bintang AC Milan di Seri A Italia setiap merayakan gol cukup sering melepas kaosnya seraya menunjukkan kaos dalamnya yang bertuliskan I Love J**** ataupun kalau di Indonesia dalam Liga Super, Boaz Salozza juga melakukan hal yang mirip dengan Kaka. David Beckham, pesepakbola beken asal Inggris memiliki tato Bunda Maria di punggungnya dan di bagian atas bertuliskan J***** C****, dia seringkali melepas kaosnya pasca pertandingan usai padahal dia masih di dalam lapangan pertandingan. Amat mengesalkan dan tidak fair. Mereka bebas melakukannya, lalu kenapa Kanoute tidak boleh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau perihal politik, lebih jauh lagi pada Piala Dunia 2006, seorang pemain Ghana, John Panstil malah mengibarkan bendera Israel pasca mencetak gol ke gawang Ceko, waktu itu tidak ada hukuman untuk sang pemain dari FIFA. Meskipun saat itu, dikecam oleh Ahmadinejad bahwa ada seorang badut dari Ghana yang sedang ikut bermain sepakbola. Pathetic!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aksi Frederick Kanoute&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini mengundang ucapan terima kasih dari banyak pihak, dan tak ada yang marah dengan sikapnya itu termasuk dari Israel sendiri, namun komite memilih untuk berpegang teguh pada aturan yaitu memberikan “hadiah” kepada Frederick Kanoute dengan denda dan kartu kuning untuknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Two Thumbs Up untuk Frederick Kanoute! Bukan ini saja. Meskipun kompetisi sepakbola Spanyol sedang bergulir, saat bulan Ramadhan dia tetap menjalankan kewajiban beribadah puasa bahkan saat latihan rutin dan bermain di lapangan tanpa khawatir performa permainannya menurun karena kelelhan fisik. Maklum, kompetisi sepakbola sangat ketat jadi kondisi fisik harus tetap terjaga. Nyatanya, dia mampu membawa Sevilla meraih 2 kali gelar Piala UEFA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemain yang berposisi sebagai striker ini sebelumnya bermain untuk Tottenham Hostpur di Liga Inggris. Meskipun dia senang bermain di klub tersebut namun, dia kemudian meminta kepada pihak manajemen klub untuk menjualnya ke klub lain. Hal ini dilatarbelakangi oleh iklan yang menempel pada kaos tim tersebut beralih dari produk elektronik HP (merk laptop saya) ke Mansion (merk bir terbesar di Inggris Raya).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi dakwah bisa dimulai dan dilakukan di mana saja dan kapan saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bantuan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Denda sebesar 3000 poundsterling (kurs RP. 15.000,00 /poundsterling), berarti sekitar Rp. 45.000.000,00. Wah uang sebanyak itu seharusnya bisa lebih bermanfaat dengan disumbangkan untuk rakyat Palestina. Dasar Negeri Matador.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-2352300352562757555?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/2352300352562757555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=2352300352562757555' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/2352300352562757555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/2352300352562757555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2009/01/selebrasi-frederick-kanoute.html' title='Selebrasi Frederick Kanoute'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SWjC_VLFKoI/AAAAAAAAAEQ/_uviDl5Ze3w/s72-c/Kanoute4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1605167947619450922</id><published>2008-12-19T13:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-10T22:35:40.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>"The Cinderella Man"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SUtCUZtJ_II/AAAAAAAAAEI/Mc-spHEEsSY/s1600-h/bushirakluar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SUtCUZtJ_II/AAAAAAAAAEI/Mc-spHEEsSY/s200/bushirakluar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281387906287139970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Muntazer Al Zaidi, nama ini semakin menguat saja gaungnya dalam sepekan terakhir. Seperti dongeng 1001 malam saja. Bagaimana tidak, hampir semua media, baik cetak maupun elektronik mengulas tentang aksinya yang ‘hanya’ melempar sepatu kepada Presiden USA G. Bush.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;The Most Expensive Shoe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Ternyata bukan cuma pamor sang jurnalis itu saja yang tenar, sepatu yang dilempar ke G. Bush ikutan beken. Mau bukti, sebagaimana yang dilansir The New York Times, seorang pengusaha asal Arab Saudi menawar sepatu tersebut seharga US$ 10 juta, lebih gilanya lagi itu bukan sepasang tetapi cuma satu sisi saja sehingga kalau sepasang berarti US$ 20 juta. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Konkretnya lagi, kalau dikurskan senilai Rp 230 miliar. Mana ada sepatu semahal itu, Dahsyat! Saya jamin Sepatu Kaca Cinderella tak ada apa-apanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dihargai dan dihormati (perjuangannya) untuk dinikahi….eh dinikahkan (wah sama saja ya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(24, 24, 24);font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Saad Gumaa, seorang pria asal Mesit telah menawarkan anak gadisnya kepada Muntazer al-Zaidi. Mau tahu respon sang gadis, Amal Saad Gumaa (20), ia setuju dengan ide ayahnya tersebut. "Ini adalah sesuatu yang terhormat buat saya. Saya akan senang hidup di Irak, terutama jika saya dipasangkan dengan pahlawan ini," ungkap mahasiswi Fakultas Media Universitas Minya, Mesir, Menurut Saad Gumaa, dia telah menghubungi saudara laki-laki Muntazer al-Zaidi, Dergham, untuk membicarakan tawarannya. "Saya menemukan tidak ada yang lebih berharga dari menawarkan anak perempuan saya kepada dia (Muntazer al-Zaidi). Dan saya siap-siap untuk memberikan dia dengan segala yang dibutuhkan untuk menikah," ucap Saad Gumaa.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Penghargaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Tidak berhenti di situ, nama sang jurnalis juga semakin harum ketika Putri Pemimpin Libya Muammar Qadhafi akan memberikan medali keberanian kepada Muntazer Al Zaidi. Ingat selain Iran, selama ini Libya amat dikenal adalah penentang keras dari USA, bahkan dampak dari perseteruan Libya dengan USA, negara ini diembargo perekonomiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Game Seru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Silahkan anda klik &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.shockandawe.com/"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;www.shockandawe.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;. Adegan perjuangan Munztaer Al Zaidi tersebut telah dikemas dalam game di situs tersebut. Ketika hari perrtama dilansir game tersebut telah dimainkan oleh 1,1 juta orang dan dalam game dengan durasi 30 detik kepada setiap pemain untuk melempar sepatu ke arah G. Bush dirilis sepatu tersebut telah 9 juta kali mengenai muka G. Bush lebih jadi asumsinya masing–masing pemain menghajar muka G. Bush 9 kali dalam 30 detik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Kunjungan G. Bush&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Masih ingat kunjungan G. Bush di Indonesia pada penghujung tahun 2006. Pemerintah kita mengalokasikan anggaran senilai Rp 6,6 miliar termasuk dibuatkan helipad khusus di Bogor. Kunjungan kenegaraan tersebut juga berjalan adem ayem saja. Padahal seandainya kalau kita lebih berani, nama orang Indonesia yang akan dicatat dalam sejarah kepahlawanan internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kita doakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Saat ini Muntazer Al Zaidi masih berada di tahanan militer Irak, jadi kita doakan semua, semoga Allah SWT senantiasa menguatkan iman dan tekadnya dalam berjuang laksana Sayyid Qutb yang malah berhasil menciptakan karya Agung Fii Zilail Qur’an justru pada saat beliau berada dalam tahanan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1605167947619450922?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1605167947619450922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1605167947619450922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1605167947619450922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1605167947619450922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/12/muntazer-al-zaidi-yang-fenomenal.html' title='&quot;The Cinderella Man&quot;'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SUtCUZtJ_II/AAAAAAAAAEI/Mc-spHEEsSY/s72-c/bushirakluar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1670943391046085132</id><published>2008-12-16T12:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-16T13:10:19.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>Masih Di Sini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SUdGIcCaHVI/AAAAAAAAAEA/66aj8u5Q43E/s1600-h/dema+biyen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SUdGIcCaHVI/AAAAAAAAAEA/66aj8u5Q43E/s200/dema+biyen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280266198894386514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Entah ingatan ataupun pikiranku yang melayang sehingga teringat akan masa awal itu. Kala menjejakkan kaki di lingkungan kampus pertanian, aku banyak belajar dari sini.&lt;br /&gt;Amanahku sebagai staf Staf Komisi Advoklasi Dewan Mahasiswa FP UNS. Itu debutku, my first step yang aku yakini, aku akan tetap menjadi no body tanpa mereka karena aku menganggap mereka bagian dari keluargaku juga.&lt;br /&gt;Mereka sekarang telah merengkuh mimpi-mimpi mereka sendiri. Senang saya diberi kesempatan dalam hidup untuk tidak hanya sekedar mengenal kalian bahkan ikut membersamai kalian. Doakan saya, agar jua merengkuh mimpi-mimpi yang belum tertunaikan karena sampai sekarang Aku Masih Di Sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1670943391046085132?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1670943391046085132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1670943391046085132' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1670943391046085132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1670943391046085132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/12/masih-di-sini.html' title='Masih Di Sini'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SUdGIcCaHVI/AAAAAAAAAEA/66aj8u5Q43E/s72-c/dema+biyen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-3904068391452050769</id><published>2008-10-14T18:38:00.000+07:00</published><updated>2008-10-14T18:50:46.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: arial;"&gt;(Gus Mus)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Bumi, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak semena-mena kami memerkosamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Langit, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak henti-hentinya kami mengelabuhkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Mentari, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tidak bosan-bosan kami mengaburkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Laut, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak segan-segan kami mengeruhkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Burung-burung, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak putus-putus kami memberangusmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Tetumbuhan, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak puas-puas kami kami menebasmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Pemimpin, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak habis-habis kami membiarkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri Rakyat, maafkanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slama ini tidak sudah-sudah kami membiarkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Slamat Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-3904068391452050769?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/3904068391452050769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=3904068391452050769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3904068391452050769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3904068391452050769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/10/selamat-idul-fitri.html' title='Selamat Idul Fitri'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-3807288831071824541</id><published>2008-07-28T06:35:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:51.211+07:00</updated><title type='text'>Smash, ya ampun…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0HyYR3TrI/AAAAAAAAADU/PlTMqpVw6r4/s1600-h/Awuah009.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0HyYR3TrI/AAAAAAAAADU/PlTMqpVw6r4/s320/Awuah009.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227843304539246258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Sharusnya motor tercipta untuk membantu mobilitas manusia. Untuk kategori ini sharusnya smash milik saya bisa membantu aktivitas keseharian saya. Lha ini sbaliknya malah &lt;i&gt;nggawe rewel.&lt;/i&gt; Tepatnya Slasa (15/7) jam 07.30, ketika mo ngampus, ya ampun baru mau keluar dari kost, ban depan sudah gembes. Alhasil pagi-pagi sudah harus olahraga dorong motor. Lumayan buat riyadhoh jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amal yaumi&lt;/span&gt;nya sudah terpenuhi secara otomatis. Rabu (16/7) sekitar jam 16.30, ketika dalam perjalanan ke rumah teman di Pajang, gentian ban belakang gembes. Aku cek kena paku, kirain ngiri sama ban depan yang kemarin gembes. Ya ampun 2 hari berturut-turut kena ‘hajar’ ama smash.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-3807288831071824541?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/3807288831071824541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=3807288831071824541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3807288831071824541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3807288831071824541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/smash-ya-ampun.html' title='Smash, ya ampun…'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0HyYR3TrI/AAAAAAAAADU/PlTMqpVw6r4/s72-c/Awuah009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8559808324704167794</id><published>2008-07-28T06:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:51.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'>Sedang &amp; Masih Ingin Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0GKnUjIhI/AAAAAAAAAC8/9eFXTBixqqc/s1600-h/alone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0GKnUjIhI/AAAAAAAAAC8/9eFXTBixqqc/s320/alone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227841521870643730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Entahlah akhir-akhir aku amat suka menyendiri. Situasinya serba under pressure. Tjadi jangan heran kalau, belum bisa tune in untuk nulis-nulis lagi diblog. Sampai2 dapet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;comment&lt;/span&gt; dari kawan lama yang memang dari sononya sudah ceriwis &amp;amp; tak bisa diam. Knapa tidak ada tulisan baru yang nongol di blog.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;So, kemarin-kemarin lebih suka dengan puisinya Gie yang Cahaya Bulan, mau ; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Apakah kau masih selembut dahulu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Memintaku minum susu dan tidur yang lelap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Sambil membenarkan letak leher kemejaku&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Lembah pandala wangi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Kau dan aku tegak berdiri &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Melihat hutan-hutan yang menjadi suram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Meresapi belaian  angin yang menjadi dingin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Apakah kau masih akan berkata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Kudengar detak jantungmu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Serukan, ternyata terkadang menyendiri itu hal yang sangat menyenangkan. But, aku tidak boleh terlarut dalam kesendirian, harus bangun agar tak tergegas untuk tidur, agar tak mati dalam sepi layaknya Albert Camus. Hidup harus terus berjalan, apapun yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8559808324704167794?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8559808324704167794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8559808324704167794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8559808324704167794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8559808324704167794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/sedang-masih-ingin-sendiri.html' title='Sedang &amp; Masih Ingin Sendiri'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0GKnUjIhI/AAAAAAAAAC8/9eFXTBixqqc/s72-c/alone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-3464789629636413563</id><published>2008-07-28T06:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:51.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aktivis Gambuzz'/><title type='text'>‘Surat Cinta’</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0E_-eZqPI/AAAAAAAAAC0/oeouNWLK5a4/s1600-h/letter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0E_-eZqPI/AAAAAAAAAC0/oeouNWLK5a4/s200/letter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227840239595792626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Gerakan mahasiswa sejak dahulu sampai sekarang selalu dekat dengan urusan politik. Dunia politik memang dunia yang keras. Tidak memandang besar-kecil, benar-salah yang ada hanya menang-kalah. Tapi apa jadinya kalau seorang aktivis gerakan mahasiswa menulis surat cinta? Hahh, surat cinta? Bukan hal yang salah tentunya, kalau aktivis gerakan mahasiswa jatuh cinta, karena itu fitrah manusia Oleh karena itu, apakah benar surat cinta yang dimaksud ini berhubungan dengan jatuh cintanya seorang aktivis gerakan mahasiswa kepada lawan jenisnya layaknya insan yang lain? Adakah hubungan antara gerakan mahasiswa dengan surat cinta?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;Hal ini sungguh terjadi, kala pasca setting aksi dari aliansi gerakan mahasiswa di Solo untuk demonstrasi menolak kenaikan harga BBM beberapa bulan yang lalu.  Semua job distribution sudah diserahkan tinggal pelaksanaan di lapangan.  Malam hari sebelum aksi, Ely (Ketua GMKI Solo) mengirimkam sms singkat ke saya, “Boss, saya ini baru bisa ngetik surat cinta coz agenda lagi padat. Gmn Bos persiapan untuk aksi besok?” Aku jadi mikir-mikir, surat cinta? Aksi? Trus apa hubungannya? Aku reply sms ke dia, “Persiapan aksi beres boz, tinggal bsk estimasi massa yang konkret. Btw, maksudnya surat cinta apa boz? Sok melankolis kau?” Ehh tak lama kemudian, saya sudah nrima sms dari dia lagi. “Boss, ini surat cinta untuk polisi dan intelnya bwt aksi bsk”. Wahh dasar (batinku), ternyata yang dimaksud surat cinta adalah surat ijin aksi ke polisi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-3464789629636413563?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/3464789629636413563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=3464789629636413563' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3464789629636413563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3464789629636413563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/surat-cinta.html' title='‘Surat Cinta’'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SI0E_-eZqPI/AAAAAAAAAC0/oeouNWLK5a4/s72-c/letter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-3027232155463842555</id><published>2008-07-28T06:22:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T06:24:02.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anekdot politik'/><title type='text'>Ijazah Calon Bupati</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;Masih ada yang unik dalam perkembangan politik di Indonesia. Syahdan seorang calon buapti sedang melengkapi pemberkasan untuk mendaftarkan diri di KPU kabupaten antah-berantah. Komplit semua berkasnya, tak terkecuali ijazah S 1. Namun apa yang terjadi, berkas ijazah S 1 sang calon bupati ternyata setelah dilakukan verifikasi oleh KPU dinyatakan palsu. Ketika dari tim KPU menanyakan hal tersebut kepada sang calon bupati, ternyata mendapat tanggapan yang enteng saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;KPU : “Maaf Pak, ijazah S 1 yang bapak gunakan untuk mendaftar adalah ijasah palsu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Calon bupati : “Sudah tau aku”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;KPU : “Nahh, kalu bapak sudah tau ijazah ini palsu lalu mengapa tetap bapak gunakan untuk mendaftar?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Calon Bupati : “Bahh, kalau seandainya ijazah ini asli, aku sudah mencalonkan diri untuk gubernur”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Gila khan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-3027232155463842555?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/3027232155463842555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=3027232155463842555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3027232155463842555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3027232155463842555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/ijazah-calon-bupati.html' title='Ijazah Calon Bupati'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-5533756302757503058</id><published>2008-07-28T06:15:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T06:22:05.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anekdot politik'/><title type='text'>Badai PILKADA</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;Indonesia, negeri yang sedang mencoba mencari jati dirinya untuk terus berkembang. Negeri ini sedang dilanda badai pilkada. Bagaimana tidak seorang warga negara punya kemungkinan terlibat dalam sepuluh kegiatan pencoblosan: pemilihan anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, DPD, presiden putaran pertama dan kedua, gubernur putaran pertama dan kedua, dan bupati/wali kota putaran pertama dan kedua. Mereka yang tinggal di desa dan bukan kelurahan juga memilih kepala desa. Tiga tahun terakhir ini, Indonesia menyelenggarakan lebih dari 360 kali pemilihan kepala daerah (pilkada). Artinya, ada 120 pilkada setiap tahun, atau 10 pilkada setiap bulan, atau satu pilkada setiap tiga hari. Seharusnya bangsa Indonesia masuk dalam catatan Guiness Book of Records. Lumayankan, daripada yang masuk catatan koruptornya, pasti yang di Gedung Senayan,  mayoritas penghuninya punya andil besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-5533756302757503058?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/5533756302757503058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=5533756302757503058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5533756302757503058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5533756302757503058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/badai-pilkada.html' title='Badai PILKADA'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-7694770739145107503</id><published>2008-07-28T06:11:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T06:14:00.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Pemuda, Kepemimpinan dan Kebangkitan Bangsa</title><content type='html'>&lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makalah ini ditulis oleh MT. Arifin (pengamat politik dan intelejen) dalam Seminar Kepemimpinan Pemuda di Solo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Gagasan-gagasan besar tentang perubahan umumnya tumbuh dari idealisme, yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan dan pandangan kaum muda. Mereka itu biasanya merupakan suatu generasi baru manusia yang tengah mengalami perkembangan kejiwaan yang kuat, sehingga cita-citanya dibayangkan mampu untuk melakukan rekonstruksi ataupun dekonstruksi terhadap kehidupan kehidupan dunia. Cita-cita besar dan idealisme itulah yang menjadi inti dari spirit kepemudaan, yang sebagaimana pernah digambarkan Soekarno bagaikan “&lt;i&gt;meraih bintang-bintang yang nun tinggi di langit&lt;/i&gt;…”, yang melalui proses-proses pembentukan sosial dirinya akan membangun sebuah kerjasama dan jaringan kesejawatan oleh anak-anak yang sebayanya. Berlangsungnya interaksi dan komunikasi di antara kelompok-kelompok yang sejawat, seusia dan tentang persoalan-persoalan lingkungan sosialnya yang mereka anggap penting, telah menimbulkan suatu cara pandang yang bersifat egosentris (berpusat pada dirinya). Sifatnya cenderung &lt;i&gt;between self and  society&lt;/i&gt;,  yakni kolegialitas  yang berfungsi mempersepsikan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas sosial dan kemandirian. Pandangan-pandangan dengan cita-cita besar, biasanya yang akan menggerakkan tumbuhnya identitas kepemudaan dalam proses-proses sosial. Yang élan-vitalnya akan mendorong lahirnya pengakuan masyarakat terhadap sebuah generasi, yakni generasi muda dari suatu angkatan gerakan dengan corak sosiokulturalnya yang kental.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Pengalaman di Indonesia, menunjukkan bagaimana kaum muda yang berkumpul melalui ikatan-ikatan persekolahan atau lembaga-lembaga pendidikan, menumbuhkan suatu kesadaran diri yang mendorong mereka untuk berpikir tentang kehidupan masyarakat dan bangsanya. Di sini, kesadaran tentang kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tumbuh dari pilar-pilar intelektual, yang menjadi sebuah pergerakan melalui jaringan-jaringan sosial dan organisasi modern.  Watak  dirinya tumbuh dari  komunikasi dan  budaya komuni­tas yang lahir dari lembaga-lembaga pendidikan, telah melahirkan kolegia­litas dengan tradisi yang berawal dari  proses alih  pengetahuan  (&lt;i&gt;transfer of knowledge&lt;/i&gt;),  yang kemudian bergerak membangun kewibawaan  sivik dan akademik (&lt;i&gt;civic and academic authorithy&lt;/i&gt;). Kecenderungan dari tradisi demikian adalah menumbuhkan   sikap-sikap dasar tertentu kepemimpinan sosial di tengah masyarakatnya, yang  menu­rut Knopfelmacher (1968), biasanya mengandung tiga persyaratan  utama, yakni: kaum muda yang memiliki pengalaman dalam pendidikan  tinggi; tertarik kepada permasalahan-permasalahan tentaang  nasib  manusia (melalui kesadaran moral umum dan moralitas politik); mampu menyatakan  pendiri­an moral politiknya itu secara lisan maupun tertulis.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Melalui  kekuatan akademik dan kesebayaan  tersebut, kaum muda memiliki posisi khusus dalam masyarakat berkaitan dengan harapan tentang masa depan masyara­katnya. Perkembangan demikian tidak terlepas dari  kenyataan bahwa lembaga pendidikan  sejak awalnya merupakan  fenomena baru yang mengandung benih kontradiksi, antara kepentingan kekua­saan kolonial  dengan kepentingan kaum pribumi.  Hal  demikian melahirkan   &lt;i&gt;noblesse  oblige&lt;/i&gt; dimana peran  politik   kaum muda  menjadikan privilise yang diterimanya sebagai jalan  untuk memperbaiki nasib rakyat, menuju kemerdekaan dan keadilan. Ketimpangan dalam masyarakat, menempatkan idealisme sebagai alat pergerakan  kepemudaan, sedang  sifat  keorganisasiannya  cenderung  berkesadaran dan berperilaku  dengan mempersepsikan dirinya  sebagai  pribadi  yang memiliki  integritas sosial  dan kemandirian.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Berdasar kenyataan sejarah, perjuangan kaum muda dalam tematik “kebangkitan nasional”, telah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi terbentuknya negara-nasional Indonesia. Di antaranya: semangat persatuan Bhinneka Tungal Ika, rasa kebangsaan dan ke-Indonesia-an, serta nasionalisme dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini semua merupakan nilai-saham dan simbol politik umum sebagai kekuatan penggerak solidaritas baru, untuk menumbuhkan kesadaran integratif sebagai bangsa. Semangat hidup berbangsa merupakan agregasi pengalaman bersama dalam menanggapi  situasi sosial, kebudayaan, politik maupun ekonomi, yang mendorong tumbuhnya suatu keyakinan, bahwa “identitas nasional” itu ada, sehingga mampu menilai kekuatan-kekuatan modalnya (alam, kebudayaan, kehidupan sosial dan kesamaan nasib) sebagai unsur pembentuknya. Yakni &lt;i&gt;state of mind&lt;/i&gt;,&lt;sup&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="#sdfootnote1sym"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; suatu sikap sosial yang lebih bersifat homogen karena derajat integrasi yang semakin tinggi, terbentuk melalui faktor tradisi, kepenting an, dan cita-cita bersama. Orientasi nilainya menunjukkan kepada kemerdekaaan dan integrasi nasional sebagai keadaan yang dinilai paling berharga dalam kehidupan bangsa Indonesia. Langkah integrasi kerangka sistem nasional diarahkan Pancasila sebagai budaya normatifnya. Pancasila sebagai &lt;i&gt;philosofische grondslag&lt;/i&gt; akan menjadi penentu dalam orientasi tujuan sistem sosial politik, kelembagaan dan kaidah-kaidah pola kehidupan, yang bukan hanya menjadi faktor determinan melainkan juga mengembang kan peran teleologis, sebagai payung ideologis bagi pelbagai unsur dalam masyarakat yang beranekaragam lagi bersifat majemuk.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Konsepsi negara nasional Indonesia menjadi lebih terbentuk dalam proses-proses  politik di lapangan. Bangsa Indonesia yang tumbuh dalam &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; revoluasi kemerdekaan, ditandai oleh usaha mempertahankan kemerdekaan dengan mengalami perkembangan politik tak-stabil. Dalam masa pembangunan, ditandai oleh usaha meningkatkan pertumbuhan dan stabilitas politik, namun dominasi pemerintah tidak mendorong pelaksanaan dan pembentukan sistem kehidupan yang demokratis dan adil.  Ini mungkin terjadi, karena struktur kelembagaan dan kesemrawutan akibat kecilnya lembaga politik yang secara efektif mampu menengahi, menghaluskan serta memperlunak aksi-aksi politik yang dilakukan pelagai kelompok masyarakat yang tengah dalam euphoria politik yang baru. Sehingga terjadi hubungan yang searah dan saling menguatkan antara kemerosotan ekonomi, korupsi, konflik kepartaian dan ketidakadilan politik, serta potensi kemajemukan yang mengarah ke disintegrasi nasional.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Pada pasca kemerdekaan, kelompok-kelompok dalam masyarakat merasa bebas dari tekanan politik kolonialisme, namun mereka gagal mencapai konsensus mengenai metoda-metoda yang absyah dan otoritatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi situasi (yang berbeda tidak hanya pelakunya, juga dalam metoda yang digunakan dalam penentuan jabatan dan kebijaksanaan). &lt;sup&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote2anc" href="#sdfootnote2sym"&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Hal itu melahirkan konflik-konflik horizontal, seperti bipolarisasi Jawa vs Luar-Jawa, isu Islam vs abangan, yang akhirnya mendorong tindak kekerasan dan pemberontakan di pelbagai daerah. Lahir Demokrasi Terpimpin, yang menyatukan kerjasama politik Presiden, Militer dan PKI, yang bersifat represif.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Masa Orde Baru,  ditandai politik pembangunan  untuk menggerakkan masyarakat menuju pertumbuhan, yang ditandai superioritas ekonomi dan teknologi.  Strateginya menggunakan model politik represif (Demokrasi Terpimpin)  diperkuat sistem ekonomi liberal, yang mengha­silkan akumulasi efektif  serta penyebaran  jenis sumber  daya koersif, persuasif,  dan material.&lt;sup&gt; &lt;a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote3anc" href="#sdfootnote3sym"&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Sumberdaya  koersif mencakup kapasitas pemerintah memaksa  untuk melakukan hal-hal yang  diin­ginkannya. Sumberdaya persuasif bersifat simbolis atau ideologis, yakni kapasitas untuk memperoleh persetujuan dari yang lain, bahwa institusi, kebijakan atau programnya melayani  kepen­tingan umum. Sumber daya  material ialah barang-barang pertuka­ran, yaitu kapasitas pemerintah membujuk kerelaan seseorang untuk mengikutinya seraya menawarkan imbalan atau kompensasi.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Budaya  kesatuan dibentuk melalui stabilitas nasional yang dominan, dengan strategi asimi­lasionis (penghapusan sifat utama kelompok minoritas atau primordial), dilanjutkan pengembangannya ke lahan politik melalui penyeragaman partai politik dan  korpora­tisme terhadap organisasi non-negara. Tindakan  pemerin­tah mengatasi perbedaan-perbedaan, dikendalikan kebijaksanaan sentralistik melalui ideom-ideom kebudayaan. Dampaknya terhadap keanekaragaman dan kemajemukan menjadi negatif. Rejim militer ternyata lebih memikirkan keseimbangan kelompok suku yang satu terhadap kelompok suku yang lain, ketimbang mengembangkan konsensus dan tawar menawar yang efektif. Mereka berusaha mencapai keserasian tanpa konsensus.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kenyataan lapangan sejak kemerdekaan 1945, menunjukkan bahwa kehidupan negara-nasional yang menganut paham demokrasi dengan keadaan penegakan hukum dan pelaksanaan keadilan yang lemah, cenderung akan melahirkan kudeta (manakala hanya memusatkan pada politik kekuasaan), dan revolusi sosial (manakala hanya memusatkan pertumbuhan ekonomi).   &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Bagaimana kita ke depan ? Reformasi telah membentuk suatu perubahan, meski masih banyak kekecewaan-kekecewaan. Tak pelak, sebenarnya perkembangan Indonesia pasca Reformasi sangat dipengaruhi lemahnya kemampuan dalam koalisi politik sipil, serta pengaruhnya terhadap etika politik dan kepemimpinan nasional. Sebagaimana diperlihatkan melalui seringnya terjadi perubahan dalam koalisi antar kekuatan politik sejak pilpres 2004 hingga waktu-waktu sesudahnya, memperlihatkan bahwa sebenarnya langkah-langkah mereka tanpa &lt;i&gt;platform&lt;/i&gt; politik yang jelas, di samping  lemahnya akan kesadaran etika politik mereka. Hal demikian mengandung imbas yang memberikan pengaruh besar terhadap formasi dan kinerja dari  pemerintahan yang terbentuk. Sehingga sering menggambarkan bukan saja suasana kerja mereka yang tidak kompak, juga tidak jarang mereka dianggap “berjalan sendiri-sendiri”.   &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Sementara kebijakan-kebijakan pemerintah yang banyak tidak populis, memiliki dampak luas terhadap kemampuan rakyat dan kemiskinan. Ini terlihat sebagaimana kritik terhadap ketidakmampuan dalam mengelola jalannya roda pemerintahan untuk kebangkitan kekuatan ekonomi mikro, yang bermanfaat terhadap kehidupan rakyat banyak (sebagaimana telah disebutkan di pembahasan bagian depan). Bahkan menurut catatan Unesco, jumlah rakyat miskin di Indonesia setelah terjadinya kenaikan harga BBM (2005), telah mencapai 100 juta orang lebih. Itu, masih dibarengi oleh kenyataan lemahnya menejemen pemerintahan menghadapi masalah-masalah lapangan, yang memperlihatkan lemahnya aturan-aturan dan prosedur eksekutif yang bertanggung jawab. Yang mana, keaadaan seperti itu ditengarai oleh selalu terlambatnya antisipasi dan penanganan pemerintah terhadap kasus-kasus dalam masyarakat. Di sekitar bencana-bencana alam (gempa bumi, banjir, kekeringan, angin beliung, tsunami, tanah longsor), kecelakaan kendaraan (kereta api, kapal laut, pesawat udara) ataupun bencana lain seperti wabah flue burung atau demam berdarah.   &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Pengalaman era Reformasi ini menunjukkan, titik tolak keberadaan dari kepemimpinan nasional dan lembaga-lembaga pemerintahan yang hanya didasarkan dari legitimasi politik, ternyata belumlah cukup. Masih harus disertai &lt;span lang="nb-NO"&gt;bentuk keabsyahan tertentu dimana partai politik dan kekuatan lainnya dalam menstrukturkan dan mengagregatkan preferensi-preferensi pribadi kandidat pemimpin dalam pemilihan, akan ditentukan oleh &lt;i&gt;political will&lt;/i&gt;-nya dalam memperbaiki sumber daya elit,  yang tanggap dan memiliki ekspresi-ekspresi pribadi otoritatif terhadap persoalan-persoalan mendesak, dengan diskursus-diskursus mereka memiliki bobot ideologis yang kuat. &lt;/span&gt;Kemampuan kandidat memperhitungkan secara strategis tentang perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dan mempengaruhi kehidupan  bangsa dan negara secara nasional, menjadi sangat penting. Terutama pengaruh yang timbul dari ledakan pengetahuan akibat kuatnya arus informasi dan komunikasi lintas bangsa; integrasi teknologis hasil temuan-temuan bidang iptek terapan; merosotnya suasana manusiawi akibat dari kehidupan modern bernuansa industrial; tumbuhnya sistem nilai yang tidak jelas akibat perubahan-perubahan yang berlangsung cepat sehingga sering tipis kepercayaan masyarakat kepada lembaga-lembaga sosial dan politik; tuntutan untuk bertindak berdasar keharusan ekonomis dan kelayakan etis; serta hubungan yang kompleks antara sistem administrasi, teknis dan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Namun penentuan pemimpin masa depan juga perlu mempertimbangkan masa depan masyarakat kita. Ciri kehidupan sosial, kebudayaan masa depan, karakternya memperlihatkan  euforia keanekaragaman dan kemajemukan. Perkembangan yang luas terlihat melalui menonjolnya kehidupan yang berakar pada konsep-konsep keadilan, hak-hak individu dan pemerintahan yang  demokratis, disertai dengan meningkatnya kecenderungan dari nasionalisme kebudayaan. Keanekaragaman dan kemajemukan sosial dan kebudayaan terasa kembali menonjol oleh dukungan perkembangan teknologi yang menghasilkan komunikasi massa yang modern (juga maya) dan mobilitas tinggi dan luas, serta mendorong pertumbuhan kebudayaan popular yang lebih homogen dan luas. Perkembangan demikian ditandai oleh corak kehidupan yang penuh dengan paradoks (bahwa nilai-nilai budaya yang dominan tidak hanya satu dan tidak seragam, tetapi saling bertentangan dan saling mengontrol), serta ketegangan antara kesadaran individualisme dan kolektivisme (&lt;i&gt;conformity&lt;/i&gt;) dalam penyesuaian, dimana individualisme tanpa kolektivisme akan merusak, sedang kolektivisme tanpa individualisme juga akan menghancurkan.  Sedang kehidupan dicitrakan melalui “manusia informasi”, yang ditandai oleh kemampuan sumber daya tinggi dan kerinduan manusiawi, sebagaimana digambarkan Rama Mangun dalam “&lt;i&gt;Burung-burung Manyar&lt;/i&gt;” dan terutama “&lt;i&gt;Burung-burung Rantau&lt;/i&gt;”, bahwa orang Indonesia harus kembali menjadi manusia rantau yang terbang tinggi melewati batas-batas keindonesiaan, tidak hanya secara geografis tetapi juga dalam moral, pandangan hidup dan pengetahuan.   &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Berdasar pertimbangan pengalaman dalam kesadaran nasional beserta praktek jalannya pemerintahan, generasi muda sekarang dituntut untuk lebih jeli dalam memikirkan tentang bagaimana menyerap kearifan-kearifan sejarah, dan memperkirakan masa depan Indonesia bagi kepemimpinan bangsa. Berdasar kecenderungan-kecenderungan yang dimungkinkan, nilai-nilai kebebasan yang paradadoks akan terus menguat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dimana kebebasan dengan akses informasi dan komunikasi public yang kuat, menyebabkan semakin luasnya persaingan terbuka dengan kehidupan yang bersifat multipartai. Dengan demikian maka penguatan &lt;i&gt;civil ethics&lt;/i&gt; menjadi sangat penting, yakni nilai-nilai kehidupan sipil yang menekankan pada kebebasan, persamaan dan perdamaian sebagai prinsip yang harus dipraktekkan oleh setiap pemimpinan bangsa.  Hal itu bentuk kepemimpinan dengan kadar legitimasi yang kuat, yang dicirikan:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Kemampuan dalam  membentuk dan mempertahankan kepercayaan public;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Kemampuan dalam  mengejawantahkan praktek demokrasi substansial:&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Memberikan peluang  pengembangan peran-peran masyarakat secara demokratis dalam  mengartikulasikan kepentingan-kepentingan local dan  kelompok-kelompok secara proporsional;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Mengembangkan  kearifan kompromistik (daya saing, tawar-menawar, negoisasi untuk  mencapai jalan kompromi bagi kepentingan politik yang saling  berbeda);&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Menyediakan sarana  damai untuk pengembangan kepemimpinan politik yang absyah.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Mendalamnya  kesadaran akan nasionalisme sebagai aset penting  bagi  kehidupan bangsa, sebab kebebasan dan keanekaragaman sosial serta  kemajemukan budaya (agama, suku bangsa, rasial,  kelompok   geografis, pengalaman  sejarah) membutuhkan kesadaran  bersama sebagai suatu bangsa. Pendekatan budaya dalam nasionalisme  masih sangat relevan, karena di dalamnya penuh ragi cendekiaan  (Soedjatmoko, 1984) yang mengartikulasikan kompleksitas gagasan  dengan unsur yang  beranekaragam, saling berbeda dan berlawanan,  penuh pilihan dan perangkap, namun terdamaikan dan melahirkan  ketahanan budaya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 0.38in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Keadaan masa depan dengan nilai-nilai yang diperkirakan demikian itu, maka diperlukan keabsyahan kepemimpinan berdasar ukuran “kelayakan”, sebagaiman telah disinggung di depan. Apa yang perlu dipersiapkan untuk kepemimpinan yang akan datang itu ? Ada beberapa hal, di antaranya:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Kualitas pribadi   dan penampilan tinggi, yakni kualitas pemikiran, penampilan,   dedikasi dan pengalaman organisasi, agar mampu melakukan adaptasi   dan kompromi dengan perubahan-perubahan. Indikatornya:    &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Keterbukaan diri  terhadap perubahan-perubahan di lingkungan social dan politik;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Kemampuan fungsi  artikulatif, serta sebagai aggregating agnet dari pelbagai  kepentingan yang lebih kecil, dengan melaksanakan fungsi eksekutif;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Handal dalam  pembentukan pendapat umum.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Memahami makna   kebebasan dan pemerintahan koalisi. Indicator:&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Memelihara etos   kemajemukan dan pengayoman;    &lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Handal dalam   penguasan menejemen konflik, &lt;span lang="sv-SE"&gt;sehingga akan   memperluas wilayah penerimaan (&lt;i&gt;zone of acceptance&lt;/i&gt;)   program-program yang diperuntukkan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;"&gt;Memahami persoalan   masyarakat, arah masa depan dan agenda reformasi&lt;span lang="sv-SE"&gt;   serta menerjemahkannya dalam kegiatan kampanye dan &lt;i&gt;rational   planning mechanism&lt;/i&gt;. Sehingga mampu melahirkan kabijaksanaan   &lt;i&gt;policy adjustments&lt;/i&gt; pemerintah yang antisipatif, responsif   dan lentur  untuk menanggulangi dampak krisis ekonomi global,   bencana alam dan kemiskinan. Juga kemampuan untuk ikut   menanggulangi pelbagai kebijakan ekonomi di tingkat nasional, yang   kadang tanpa sengaja telah memberi akibat terhadap masyarakat bawah   menjadi semakin kurang berdaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;" lang="sv-SE"&gt;Mendorong   kesadaran nasional dan nilai-nilai demokratis sebagai kekuatan   penggerak solidaritas untuk menguatkan pilar-pilar kehidupan   politik yang modern.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;                                                                                    Surakarta 8 Juli 2008&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="sdfootnote1"&gt;  &lt;p class="sdfootnote" align="justify"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote1sym" href="#sdfootnote1anc"&gt;1&lt;/a&gt;  Sartono Kartodirdjo, &lt;u&gt;Pemikiran dan Perkembangan Historiografi  Indonesia Suatu Alternatif&lt;/u&gt;, PT Gramedia, Jakarta, 1982, bab XIV&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="sdfootnote2"&gt;  &lt;p class="sdfootnote" align="justify"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote2sym" href="#sdfootnote2anc"&gt;2&lt;/a&gt;  Samuel P Huntington, &lt;i&gt;Political Order in Changing Societies&lt;/i&gt;  (terj) &lt;u&gt;Tertib Politik di dalam Masyarakat yang sedang  Berubah&lt;/u&gt;,  jilid 2, CV Rajawali, Jakarta, 1983, hal. 299-307&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="sdfootnote3"&gt;  &lt;p class="sdfootnote" align="justify"&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote3sym" href="#sdfootnote3anc"&gt;3&lt;/a&gt;  R.William Liddle, &lt;u&gt;Pemilu-pemilu Orde Baru Pasang Surut Kekuasaan  Politik&lt;/u&gt;. (Jakarta: LP3ES, 1992)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-7694770739145107503?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/7694770739145107503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=7694770739145107503' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/7694770739145107503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/7694770739145107503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/pemuda-kepemimpinan-dan-kebangkitan.html' title='Pemuda, Kepemimpinan dan Kebangkitan Bangsa'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1186205183118997943</id><published>2008-07-28T06:01:00.000+07:00</published><updated>2008-09-13T14:11:35.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Kepemimpinan Pemuda adalah Keniscayaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Keterpurukan Bangsa Indonesia&lt;/span&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Reformasi telah berlangsung 10 tahun lebih. Namun hingga hari ini kita belum mendapati perubahan yang berarti. Justru kita menyaksikan Indonesia perlahan berjalan menuju kebangkrutan nasional. Menuju negara gagal (&lt;i&gt;failed state&lt;/i&gt;).  Lihatlah, hutang kita saja masih Rp. 1427,8 Trilyun (Desember 2007). Jumlah tersebut cukup untuk menggratiskan pendidikan bagi 3,9 juta anak putus sekolah, subsidi kesehatan untuk jutaan rakyat miskin, memberi makan kepada 4.100.000 bayi yang mengalami gizi kurang dan buruk, membuka lapangan kerja untuk 10.547.917 pengangguran terbuka, dan subsidi pupuk untuk para petani. Mainstream politik yang terbangun baru sebatas demokrasi prosedural yang belum memenuhi harapan rakyat. Politik liberal-kapitalistik dengan ideologi pragmatisme-transaksional menjadi warna dominan kehidupan politik saat ini. Hal ini amat lazim kita temui dalam berbagai prosesi kepemimpinan dalam berbagai level. Dimana kapital menjadi spektrum utama bukan pada agenda pembangunan startegis. Jika dibiarkan saja, maka Indonesia akan mengalami &lt;i&gt;political gridlock&lt;/i&gt;  (kemacetan politik).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Isu tentang kepemimpinan nasional terus mengalir mendekati tahun 2009 dan disela-sela momen pergantian kepala pemerintahan di berbagai daerah. Belakangan juga muncul isu tentang dibutuhkannya kepemimpinan Alternatif. Kemunculan isu tersebut sangat wajar mengingat saat ini belum ada pemimpin rakyat yang dapat menjawab bebagai macam persoalan yang di negeri ini. Hal ini lebih dari sekedar persoalan polularitas sehingga preferensi pilihan publik terhadap calon pemimpin nasional menjadi terbatas. Oleh karena itu peluang kemunculan pemimpin alternatif yang lebih dari sekedar transformatif perlu dibuka luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Seiring dengan maraknya kebijakan-kebijakan yang serasa belum membela rakyat dan kedaulatan bangsa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Melatih keberanian dan keseriusan dalam merubah cara pandang serta srategi-taktik untuk memperbaiki nasib Indonesia. Pimpinan yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu menjelaskan kontradiksi yang terjadi dalam tubuh bangsa ini, bukan memutasikan kontradiksi maupun hanya dengan mengalihkan perhatian rakyat kearah kecacatan arah pandang. Untuk tidak pesimis, sesungguhnya negeri kita masih ada jalan terang bagi pembebasan rakyat dari ketertindasan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tentunya terdapat faktor-faktor yang harus dipenuhi bagi perjuangan politik rakyat. Sekarang ini tingkat ketidakpuasan rakyat terhadap kepemimpinan nasional kian membesar mengingat kehidupan mereka kian memburuk akibat kebijakan-kebijakan yang tidak memihak pada rakyat. Kepercayaan rakyat telah terciderai karena pemaknaan kekuasaan yang sejatinya amanat rakyat tidak ditunaikan dengan kejujuran dan kerja keras. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Kejenuhan aktivitas politik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Reformasi berhasil memfasilitasi mekanisme eleksi yakni pemilihan pemimpin yang melibatkan warga negara atau orang per orang secara langsung. Akibat kemajuan mekanisme eleksi ini, seorang warga negara punya kemungkinan terlibat dalam sepuluh kegiatan pencoblosan: pemilihan anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, DPD, presiden putaran pertama dan kedua, gubernur putaran pertama dan kedua, dan bupati/wali kota putaran pertama dan kedua. Mereka yang tinggal di desa dan bukan kelurahan juga memilih kepala desa. Reformasi membuat kita sangat sibuk dengan pemilu demi pemilu yang seolah tak ada akhirnya. Dalam tiga tahun terakhir ini, sebagai ilustrasi, Indonesia menyelenggarakan lebih dari 360 kali pemilihan kepala daerah (pilkada). Artinya, ada 120 pilkada setiap tahun, atau 10 pilkada setiap bulan, atau satu pilkada setiap tiga hari! Namun, di sisi lain, sistem politik kita masih terbelakang dalam mekanisme seleksi, yakni prosedur penyeleksian calon pemimpin melalui partai politik atau di luar partai. Setelah sekitar satu dasawarsa menjalani demokratisasi, ternyata kita masih tergagap-gagap, kikuk, dan cenderung gagal dalam mempraktikkan regenerasi kepemimpinan, pengaderan, dan penyeleksian kandidat terbaik untuk pos kepemimpinan nasional. Mekanisme seleksi masih kerap tersumbat oleh berbagai kemungkinan kombinasi praktik personalisme. feodalisme, dan oligarki dalam pengelolaan partai politik. Partai cenderung dikendalikan oleh kepemimpinan personal, hierarki bersumberkan aspek-aspek penghormatan dan kultus yang feodal, dan pemusatan proses dan kenikmatan di tangan segelintir orang di pucuk-pucuk pimpinannya. Kegagalan mekanisme seleksi dan sukses mekanisme eleksi adalah paradoks yang berbahaya. Kalangan muda yang memiliki kualitas dan kompetensi memadai untuk memperebutkan kepemimpinan nasional terhambat oleh mekanisme seleksi sehingga tak pernah bisa menjangkau gelanggang eleksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Kepemimpinan Nasional ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Tokoh yang muncul dan memainkan peranan selama periode awal pembentukan Indonesia sebagai negara-bangsa modern. Pada masa itu, kita dipimpin tokoh yang berusia muda. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Mohammad Hatta menjadi wakil presiden dalam usia 43 tahun. Sejumlah perdana menteri yang pernah memimpin pemerintahan selama eksperimen demokrasi parlementer tahun 1940-an dan 1950-an juga berusia muda saat mulai memimpin. Di antaranya adalah Sutan Sjahrir (36 tahun), Burhanuddin Harahap (38), Abdul Halim (39), Amir Syarifuddin (40), Muhammad Natsir (42), dan Djuanda (46). Fakta kedua berkenaan dengan tokoh yang bermain di panggung utama politik sekarang ini. Bursa kandidat presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2009, hanya diramaikan tokoh yang sudah berumur. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginjak usia 60 tahun saat Pemilu 2009 diadakan. Wapres M Jusuf Kalla akan berusia 67 tahun. Kandidat lain juga setali tiga uang, Megawati Soekarnoputri (62 tahun), Abdurrahman Wahid (69), Wiranto (62), Amien Rais (65), Sultan Hamengku Buwono X (63), Akbar Tandjung (64), dan Sutiyoso (65). Perbandingan itu sekaligus menggarisbawahi betapa selama ini kita termanjakan oleh gerontokrasi, yakni tatanan kehidupan yang dikendalikan kaum sepuh. Kalangan muda tak menjadi subyek, melainkan obyek dan bahkan korban. Oleh karena itulah kehadiran &lt;i&gt;presiden baru dan muda&lt;/i&gt; diharapkan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Rakyat sudah semakin jenuh dan bosan dengan berbagai agenda politik karena berbagai janji palsu yang sering diobral oleh tokoh politik. Tidak mengherankan kalau kemudian rakyat menginginkan adanya alternatif kepemimpinan baru yang hal tersebut disematkan kepada figur baru yaitu pemuda. Hal tersebut adalah sebagai sebuah tantangan dan peluang bagi generasi muda untuk dapat menjawabnya. Mampukah pemuda menjadi sosok pemimpin baru seperti yang dikehendaki oleh rakyat. Atau bahkan para pemuda menjadi terlena dan haus akan hasrat kekuasaan semata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kepemimpinan alternatif untuk kemandirian bangsa diharapkan mampu menjadi tren bagi pembangunan Indonesia. Dengan mentalitas yang bebas, merdeka dan mandiri. Kepemimpinan diharapkan mampu membawa angin kedaulatan yang berwawasan nasional dan internasional, yang bersifat kolektif dan mencerminkan berbagai elemen penting bangsa. &lt;i&gt;Pacta sunt survada &lt;/i&gt;memang harus kita hormati, tetapi klausul &lt;i&gt;rebus sic statibus &lt;/i&gt;tidak boleh kita lupakan. Kepentingan korporasi asing tidak pernah boleh mengungguli kepentingan bangsa sendiri. Agenda tersebut tidak boleh ditunda terlalu lama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Sebelumnya, ketika seorang pemuda ‘berkeinginan’ menjadi seorang pemimpin maka harus memiliki determinasi transformasi yang kuat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Transformasi  spiritual&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.51in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Kita tentunya sudah muak dengan perilaku elit politik kita. Korupsi masih terus membudaya, seks dan berbagai perilaku jengah lain. Jangan samapai kita  tiru. Pengelolaan negara ini kacau karena dipimpin dan dikelola oelh orang-orang yang tidak memiliki kedekatan dengan TuhanNya sehingga tidak memiliki arah dan pegangan hidup. Menurut pakar psikologi, Daniel Goldman, mengemukakan kecerdasan emosi yang distimulasi oleh kecerdasan spiritual akan mengarahkan seorang pemimpin pada ketenangan dalam pengambilan keputusan sehingga dapat berpikir positif, visioner dan sebaliknya tidak reaksioner. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;" start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Transformasi  intelektual&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.51in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang kuat dan mau untuk terus bersedia belajar. Oleh karena itu, proses pengayaan diri (&lt;i&gt;personal ability&lt;/i&gt;) harus terus berjalan. Pemimpin harus memiliki pengetahuan yang multidipliner sebab dalam pengambilan kebijakan akan sangat ditentukan oleh sejauhmana kedalaman konseptual-teoritis-praktis yang berimbang antara visi-misi dengan kepentingan rakyat di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;" start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Transformasi  &lt;i&gt;social conciseness&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Seorang pemmpin harus memiliki kejelian dan kecermatan dalam membca realitas kultural rakyat dengan serangkaian perbedaaan latar belakang sehingga dibutuhkan kepekaan krisis (&lt;i&gt;sence of crisis&lt;/i&gt;) dan kearifan social (&lt;i&gt;social wisdom&lt;/i&gt;) yang tinggi. Pada akhirnya akan membentuk pemimpin yang memiliki kesadaran sosial tinggi sehingga mampu mengakomodasi kepentingan rakyat dalam pertarungan politik yang sengit dalam bentuk kebijakan publik. Perdana Menteri Ukraina, Yulia tymoshenko pernah mengungkapkan, ‘Saya tidak mencari kekuasaan, saya hanya ingin menyadarkan kembali Negara saya’. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;" start="4"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; page-break-before: always;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Transformasi  transnasional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Saat ini posisi tawar Negara Indonesia pada titik yang rendah karena berbagai peristiwa di tanah air termasuk belitan hutang luar negeri maka seorang pemimpin harus mampu dan berani menghidupkan kembali pamor Indonesia di dunia Internasional. Macan Asia ini harus kembali ditakuti bukan meminta-minta dihargai bangsa lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Adanya transformasi dari seorang pemuda untuk menjadia seorang pemimpin maka membentuk orientasi kepemimpinan yang terarah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;orientasi  pendukung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Seorang pemimpin harus memberdayakan pendukungnya dengan memberikan kesempatan untuk memberikan masukan bahkan kritikan sehingga upaya pengembangan dan perbaikan dapat berjalan dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;" start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;orientasi  perubahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Seorang pemimpin harus tahan terhadap berbagai tekanan terkait perkembangan kondisi politik, social, ekonomi, budaya sehingga harus membawa arus perubahan perbaikan dari kondisi sebelumnya secara luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold;" start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;  &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;orientasi  prinsip&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.38in; margin-bottom: 0.14in; line-height: 150%; widows: 2; orphans: 2; font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;span style=";font-family:Calibri,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;Seorang pemimpin harus berjuang berdasarkan prinsip kebenaran bukan kekuasaan yang diraih sehingga &lt;span lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; daya tahan dalam menghadapi berbagai permasalahan. Bung Karno pernah mengajarkan, &lt;span lang="sv-SE"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;i&gt; a fighting nation, there is no journey’s end. &lt;/i&gt;Bagi bangsa pejuang tidak ada stasiun akhir. Berdasarkan keimanan dan keyakinan kita kepada Alloh SWT sebagai &lt;span lang="sv-SE"&gt;sumber&lt;/span&gt; kekuatan hakiki, rasanya bangsa Indonesia tetap sanggup mengatasi berbagai halangan, rintangan, tantangan, gangguan, apa saja. Ajaran kitab suci Al qur’an bahkan lebih jelas lagi: “Apabila engkau sudah usai menunaikan sebuah tugas, hendaknya engkau bangkit kembali (menunaikan tugas lainnya). Dan hendaknya hanya kepada tuhanMu, engkau sandarkan semua harapan.” (QS. 94: 7-8).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1186205183118997943?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1186205183118997943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1186205183118997943' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1186205183118997943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1186205183118997943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/kepemimpinan-pemuda-adalah-keniscayaan.html' title='Kepemimpinan Pemuda adalah Keniscayaan'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-3090103689491732150</id><published>2008-07-28T05:49:00.002+07:00</published><updated>2008-07-28T05:57:23.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanna sing'/><title type='text'>Naruto's Song</title><content type='html'>ROCKS&lt;br /&gt;by Hound Dog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Come on!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;owareru youni   isoi de iru&lt;br /&gt;kawai ta mune ga   kari tateru no sa&lt;br /&gt;hito kiwa tsuyoku   kagayaku hoshi wa&lt;br /&gt;ima mo tooku ni aru&lt;br /&gt;ushinatte yuku   motome nagara&lt;br /&gt;ubawa rete yuku   atae nagara&lt;br /&gt;dare no tame de naku   dare no mono de naku&lt;br /&gt;ore tachi no ima ga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*omoi kasane   yume o kasane  hibi o kasane&lt;br /&gt;ase ni mamire   namida korae  chi o tagi rase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tatakau koto mo   aishi au koto mo&lt;br /&gt;haruka hikari no  On the way&lt;br /&gt;ura kitte kita   shin ji nagara&lt;br /&gt;kitsuke te kita    inori nagara&lt;br /&gt;dare no koto de naku   dare no sei de naku&lt;br /&gt;ore tachi no ima wo&lt;br /&gt;itami hodoki   kokoro hodoki   kage o hodoki&lt;br /&gt;iki o tsunete  hashiri nukero   yami o saite&lt;br /&gt;kana shimu koto mo   yume o miru koto mo&lt;br /&gt;owari wa shinai  On the way&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-3090103689491732150?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/3090103689491732150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=3090103689491732150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3090103689491732150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/3090103689491732150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/narutos-song_5557.html' title='Naruto&apos;s Song'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-6779529059218727054</id><published>2008-07-28T05:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:51.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanna sing'/><title type='text'>Naruto's Song</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SIz7QiZSn0I/AAAAAAAAACs/j9-R5-qsIo8/s1600-h/kakashi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SIz7QiZSn0I/AAAAAAAAACs/j9-R5-qsIo8/s200/kakashi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227829528999665474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GO!!!&lt;br /&gt;by FLOW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are Fighting Dreamers Takami wo mezashite&lt;br /&gt;Fighting Dreamers Narifuri kamawazu&lt;br /&gt;Fighting Dreamers Shinjiru ga mama ni&lt;br /&gt;Oli Oli Oli Oh-! Just go my way!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Right here Right now (Bang!)&lt;br /&gt;Buppanase Like a dangan LINER!&lt;br /&gt;Right here Right now (Burn!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewashii shura no michi no naka Hito no chizu wo hirogete doko e yuku?&lt;br /&gt;Gokusaishoku no karasu ga Sore wo ubaitotte yaburisuteta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saa kokoro no me Mihiraite Shika to ima wo mikiwamero! (Yeah!)&lt;br /&gt;Ushinau mono nante nai sa Iza mairou!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are Fighting Dreamers Takami wo mezashite&lt;br /&gt;Fighting Dreamers Narifuri kamawazu&lt;br /&gt;Fighting Dreamers Shinjiru ga mama ni&lt;br /&gt;Oli Oli Oli Oh-! Just go my way!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Right here Right now (Bang!)&lt;br /&gt;Buppanase Like a dangan LINER!&lt;br /&gt;Right here Right now (Burn!)&lt;br /&gt;Buttakitteku ze Get the fire!&lt;br /&gt;Right here Right now (Bang!)&lt;br /&gt;Buppanase Like a dangan LINER!&lt;br /&gt;Right here Right now (Burn!)&lt;br /&gt;Buttakitteku ze Get the fire!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-6779529059218727054?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/6779529059218727054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=6779529059218727054' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6779529059218727054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6779529059218727054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/narutos-song_27.html' title='Naruto&apos;s Song'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SIz7QiZSn0I/AAAAAAAAACs/j9-R5-qsIo8/s72-c/kakashi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1037072327215858255</id><published>2008-07-28T05:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:52.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanna sing'/><title type='text'>Naruto's Song</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SIz6S6VlyqI/AAAAAAAAACk/ZCXpjtgYoh4/s1600-h/naruto-i-wanna-rocks.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SIz6S6VlyqI/AAAAAAAAACk/ZCXpjtgYoh4/s200/naruto-i-wanna-rocks.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227828470274706082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Wind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;by Akeboshi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cultivate your hunger before you idealize.&lt;br /&gt;Motivate your anger to make them all realize.&lt;br /&gt;Climbing the mountain, never coming down.&lt;br /&gt;Break into the contents, never falling down.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My knee is still shaking, like I was twelve,&lt;br /&gt;Sneaking out of the classroom, by the back door.&lt;br /&gt;A man railed at me twice though, but I didn't care.&lt;br /&gt;Waiting is wasting for people like me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't try to live so wise.&lt;br /&gt;Don't cry 'cause you're so right.&lt;br /&gt;Don't dry with fakes or fears,&lt;br /&gt;'Cause you will hate yourself in the end&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1037072327215858255?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1037072327215858255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1037072327215858255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1037072327215858255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1037072327215858255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/07/narutos-song.html' title='Naruto&apos;s Song'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SIz6S6VlyqI/AAAAAAAAACk/ZCXpjtgYoh4/s72-c/naruto-i-wanna-rocks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1329700589762448199</id><published>2008-06-20T08:54:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T05:37:57.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>MENAKAR GOLPUT DALAM PILGUB JATENG 2008</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        Jawa Tengah, salah satu propinsi di pulau Jawa dengan jumlah penduduk sebanyak &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;32,18 juta &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dan luas wilayah &lt;/span&gt;32.548 km²&lt;span style=""&gt; pada Ahad , 22 Juni 2008 akan menggelar hajatan besar berupa Pemilihan Gubernur secara langsung. Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kabupaten dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; saat ini amat disibukkan dengan berbagai aktivitas politk terkait semakin dekatnya hari penentuan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Adanya hasil penelitian yang telah dilakukan oleh PUSKAPTIS (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) yang melansir bahwa golongan putih yang ada dalam PILGUB JATENG nanti akan mencapai sebesar 30% - 32% adalah hal yang amat menyedihkan dan masih ditambah dengan 11 % pemilih belum menentukan pilihannya, padahal hari pencoblosan semakin dekat sehingga amat memungkinkan komposisi ini akan terus pada pendiriannya untuk tidak menentukan pilihannya dengan tidak menggunakan hak pilihnya. Hal ini dikarenakan pemilihan gubernur di Jawa Tengah secara langsung merupakan hal yang pertama terjadi sehingga seharusnya ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Jawa Tengah untuk ikut berpartisipasi secara aktif menentukan arah dan wajah Jawa Tengah ke depan dengan menggunakan hak pilihnya dalam memilih pemimpin Jawa Tengah. Adanya agenda politik seperti PILGUB ini seharusnya menjadi ajang “pesta rakyat” sebagai wujud peran dan partisipasi politik rakyat sehingga secara tidak langsung menjadi wahana pendidikan politik bagi rakyat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Namun apa yang terjadi ? Semuanya ibarat api jauh dari panggangnya; sepi bahkan ketika masa kampanye sudah berjalan hingga satu pekan. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota KPUD Jawa Tengah, Fitriyah yang menyatakan bahwa sejauh ini sampai hari ke 6 masa kampanye relatih masih sepi. Hal inilah yang semakin menguatkan indikasi adanya prosentase golput yang semakin besar. Menurut saya ada beberapa hal lain pula yang menyebabkan besarnya potensi angka golput dalm PILGUB JATENG ke depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Meningkatnya kecerdasan politik rakyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan politiknya. Mengingat ini adalah kesempatan mereka yang untuk kesekian kalinya dalam menggunakan hak pilihnya. Mereka semakin sensitif dan peka terhadap berbagai aktivitas politik yang muncul belakangan ini hanylah merupakan agenda untuk Pemilihan Gubernur semata guna medongkrak popularitas calon yang diusung. Tetapi pasca itu semua mesin politik terutama partai politik akan kembali melonggarkan ikat pinggangnya untuk menghela napas dan mulai meninggalkan rakyat. Seperti yang sudah-sudah sehingga jangan heran jika muncul apatisme rakyat terhadap politk. Efek dominonya rakyat enggan menggunakan hak pilihnya dan memilih golput.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Kebijakan kenaikan harga BBM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kebijakan kenaikan harga BBM ini telah menimbulakn efek domino dengan naiknya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Kebijakan politik ini amat dapat menaikkan potensi golput, mengingat dalam analisa sosiologis melalui pendekatan pengelompokan social kaum ibu-ibu amat sensitive akan hal ini. Biasanya ibu-ibulah yang mengatur pembiayaan pemenuhan kebutuhan pokok dan mereka amat apatis dengan kebijakan ini sehingga sudah bosan dengan janji politik. Padahal &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;data KPU Jawa Tengah menunjukkan bahwa jumlah pemilih sebanyak 26 juta orang dengan daftar pemilih tetap (DPT) PILGUB JATENG 2008 sebanyak 5.861.234 dengan komposisi perempuan sebanyak 13.040.590 sedangkan pemilih laki-laki hanya sebanyak 12.820.644.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Berbagai pelanggaran dalam kampanye &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Panwas JATENG, Agung Setijono mengungkapkan bahwa semua cagub dan tim suksesnya telah melakukan pelanggaran yang umumnya adalah pelanggaran adminstratif dan penggunaan fasilitas negara dalam kampanye. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aksi konvoi dengan sepeda motor disertai deruman suara knalpot yang filternya dilepas sehingga memekakkan telinga, penggunaan mobil dinas dalam kampanye hingga dukungan PNS dan “bupati” dalam kampanye. Padahal sudah menjadi kaidah dasar bahwa semakin tertib&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan taat aturan maka semakin simpatik pula masyarakat kepada calon yang bersangkutan, begitu pula sebaliknya. Parahnya adalah pelanggaran ini dilakukan oleh semua cagub beserta tim suksesnya. Jadi, jangan salahkan masyarakat kalau kemudian mereka memilih tidak menggunakan hak pilihnya alias golput karena mereka merasa tidak ada calon yang dianggap layak dan representatif untuk dapat dijadikan panutan apalagi dipilih menjadi pemimpin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Semakin maraknya kasus &lt;i style=""&gt;black campaign&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;AMPUH (Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum) yang menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi dana komunikasi APBD Kota Semarang tahun 2004 oleh Sukawi Sutarip&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;GALAK (Laskar Anti Korupsi Jawa Tengah) yang menuntut adanya penuntasan kasus dugaan korupsi proyek renovasi rumah dinas bupati Kudus pada tahun 2005 oleh M. Tamzil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;SORAK (Solidaritas Rakyat Anti Korupsi) yang menuntut penuntasan kasus dugaan penyimpangan proyek rumah sakit dan renovasi ruimah bupati Kebumen oleh Rustriningsih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Beredarnya berbagai pamflet dan selebaran yang memojokkan salah satu cagub yakni Bibit Waluyo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Terlepas dari siapapun kepentingan yang bermain dalam isu ini maka jangan mengharapkan adanya perhatian dari masyarakat untuk bersimpatik kepada salah satu calon tertentu tetapi justru yang terjadi adalah rakyat semakin jengah akan perilaku para politisi yang mau menang sendiri dengan berbagai cara termasuk &lt;i style=""&gt;black campaign.&lt;/i&gt; Saya juga tidak habis pikir mengapa masih ada yang mempraktekkan politik ala Nicholo Machiavelli yang beranggapan bahwa untuk mencapai tujuan yang mulia tidak harus menggunakan cara-cara yang mulia pula. Sederhanya, segala cara dapat dilakukan untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://technorati.com/claim/ictuvna8e" rel="me"&gt;Technorati Profile&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1329700589762448199?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1329700589762448199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1329700589762448199' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1329700589762448199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1329700589762448199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/menakar-golput-dalam-pilgub-pilgub.html' title='MENAKAR GOLPUT DALAM PILGUB JATENG 2008'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-772544785610310672</id><published>2008-06-20T08:48:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T11:21:27.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Samin'/><title type='text'>PLEDOI MASYARAKAT SAMIN</title><content type='html'>&lt;ol  style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masyarakat Samin tidak antisekolah. Di Desa Sambongrejo, sekitar 8 km dari Cepu, masyarakat keturunan Samin hidup selayaknya warga biasa. Di desa ini terdapat sebuah bangunan SD yang didirikan tahun 1960-an. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Keberadaan&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;SD&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ini juga menandakan orang-orang Sikep tidak antisekolah. memang, ketika Belanda masih bercokol mereka menolak istitusi sekolah. Sekolah dianggap menciptakan bendoro (kaum elitis) dan bukan lagi rakyat (kawulo). “Soalnya, kalau sudah sekolah akan menjadi antek Belanda,” jelas Karmidi Karsodihardjo (78), ayah Pramugi yang dikenal sebagai sesepuh Sikep.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini terkadang juga masih ada yang bersikap antisekolah, dimana Masyarakat Samin tidak memasukkan anak-anaknya ke SD meskipun usianya sudah cukup untuk masuk SD. Lagi-lagi ada pembelaan yang sangat rasional dari mereka. Tak percaya, cobalah tanyakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penanya, “&lt;i style=""&gt;Pak, putra jenengan sampun ageng kok mboten disekolake wonten punapa&lt;/i&gt;?” (Pak, anak anda sudah besar kenapa tidak disekolahkan ada apa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Samin, “Lha mas, yen anakku tak sekolahke mengko mesthi dadi wong pinter, lha yen pinter ngesakke kowe”. (Mas, kalau anak saya sekolah pasti akan jadi orang pintar, kalau sudah pintar, saya kasihan anda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penanya, “Lah kok saged Pak?” (Kenapa bisa begitu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Samin, “Yo iso wae mas, yen anakku pinter mesthi minteri kowe. Dadi pejabat pintere dienggo korupsi akhire nelangsake wong okeh”. (Ya bisa saja mas, kalu anak saya pintar pasti akan “memintari” anda. Jadi pejabat, kepintarannya dipakai untuk korupsi pad akhirnya membuat banyak orang menderita). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pola egaliter &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kesamarataan merasuk dalam kehidupan sehari-hari warga komunitas Samin. Hardjo Kardi, misalnya, sering kali menerima kunjungan para pejabat di rumahnya. Tetapi, dia tidak membeda-bedakan, baik ketika menyambut pejabat maupun menyambut masyarakat awam. Kerukunan dan gotong-royong menduduki posisi penting dalam pemahaman mereka. Demikian pula saling mengingatkan merupakan hal yang baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;"Tiyang lali saged dielingke, ning nek nglali niku angel (orang yang lupa itu dapat diingatkan, tetapi kalau sengaja lupa itu yang sulit)," ujar Hardjo Kardi berfalsafah. Meski tinggal di tengah kawasan pedesaan, perkembangan sosial politik pun tak lepas dari pengamatannya. Sebagai orang yang dibesarkan dalam budaya Samin, sikap apa adanya selalu dia tampilkan, termasuk ketika menjelang pemilihan umum tahun lalu. Karena diberi tahu bahwa pemilu itu bersifat bebas dan rahasia, maka dia tidak mau menunjukkan pilihannya kepada siapa pun yang menanyakan hal tersebut. Dia mempersilakan warganya untuk memilih sesuai pilihannya. Dia mengaku pernah mendapat wangsit mengenai persyaratan yang sebaiknya dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar masa pemerintahannya berjalan lancar. Syaratnya begini: presiden ingkang sakniki niku syarate kebo bule sing sungune dongkrok lan pitik walik setunggal, dipun beleh teng rika (presiden yang sekarang itu syaratnya harus menyembelih kerbau putih yang tanduknya mengarah ke bawah dan ayam berbulu terbalik). "Sampeyan napa saged neruske pesen niki?" tanyanya yang berarti apakah Anda bisa meneruskan pesan ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak mendukung pemerintah&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Walaupun masa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penjajahan" title="Penjajahan"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;penjajahan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Belanda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; telah berakhir, orang Samin tetap menilai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah" title="Pemerintah"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; saat itu tidak jujur. oleh karenanya, ketika &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menikah" title="Menikah"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;menikah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, mereka tidak mencatatkan dirinya baik di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kantor_Urusan_Agama&amp;amp;action=edit" title="Kantor Urusan Agama"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kantor Urusan Agama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;/(&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=KUA&amp;amp;action=edit" title="KUA"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;KUA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) atau di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_sipil" title="Catatan sipil"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;catatan sipil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 1in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Interaksi sehari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menggunakan bahasa Jawa Ngoko&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka tidak mengenal tingkatan bahasa Jawa, jadi bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa ngoko. Bagi mereka menghormati orang lain tidak dari bahasa yang digunakan tapi sikap dan perbuatan yang ditunjukkan. Kalau kita kaji secara lebih mendalam, sebenarnya ini juga merupakan perlawanan mereka terhadap penjajah Belanda pada waktu itu. Mereka ingin memandang semua orang adalah sama. Ingat dalam ilmu sosiologis, sebenarnya tingakatan dalam bahasa Jawa diciptakan untuk membedakan strata social manusia dalam berinteraksi. Tegasnya, orang yang memiliki strata social yang lebih rendah harus menyampaikan tutur kata dengan tingkatan bahasa jawa yang lebih tinggi kepada orang yang strata social lebih tinggi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Enggan berdagang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; line-height: 150%; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka bercocok tanam cabai, jagung, kacang, dsb. Mereka tidak suka berprofesi sebagai pedagang karerna seringkali terjadi kecurangan dalam praktek tarnsaksi jual beli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-772544785610310672?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/772544785610310672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=772544785610310672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/772544785610310672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/772544785610310672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/pledoi-masyarakat-samin.html' title='PLEDOI MASYARAKAT SAMIN'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-6911088536950255706</id><published>2008-06-20T08:30:00.000+07:00</published><updated>2008-06-20T08:47:40.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Samin'/><title type='text'>MASYARAKAT SAMIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;AJARAN MASYARAKAT SAMIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pandangan hidup Masyarakat Samin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-family: arial;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Hubungan Manusia dengan Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Orang Samin memiliki rasa religi yang kuat sehingga sering kali membuat para pendatang (tamu) merasa risi dan malu karena mereka sangat jujur, serta pemurah terhadap para tamu. Seluruh makanan yang mereka simpan disajikan kepada tamunya dan tidak pernah memikirkan berapa harganya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Ini pun tampak di dalam ia merenung dan berdoa kepada “Adam”, selalu minta keselamatan untuk dirinya, sesama makhluk alam semesta, dan juga Sang Pencipta sendiri. Ungkapan Sedulur Tuwo tak pernah ditinggalkan. Doa orang Samin juga selalu berhubungan dengan keadaan ekologi dan ekosistem di mana mereka berdomisili. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dalam hal keyakinan agama, Hardjo Kardi berpendapat bahwa baik Islam, Kristen, maupun agama lainnya itu sama-sama mengarahkan umatnya ke jalan yang baik, tinggal bagaimana penerapannya. Kelugasan dalam berbicara memang tampak jelas dalam langgam tutur warga masyarakat Samin. Ki Samin memiliki andalan, yaitu Kitab Jamus Kalimasada yang ditulis dalam aksara Jawa. Kitab ini sekarang banyak disimpan sesepuh Samin di Bojonegoro, Blora, Kudus, Brebes, Pati, dan Lamongan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-family: arial;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Hubungan Sesama Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Sejak dikenal umum dari zaman kolonial Belanda, orang Samin tinggal menyebar di berbagai daerah tidak menggerombol, melainkan terpencar-pencar, misalnya, tiap desa terdapat 5-6 keluarga, tetapi solidaritas sosialnya menyatu. Masyarakat Samin memiliki jiwa yang polos dan terbuka. Mereka berbicara menggunakan bahasa Kawi dan bercampur bahasa Jawa ngoko dan sering kedengaran kasar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Dalam pergaulan sehari-hari, baik dengan keluarganya, sesama pengikut ajaran, maupun dengan orang lain yang bukan pengikut Samin, orang Samin selalu beranjak pada eksistensi mereka yang sudah turun-temurun dari pendahulunya, yaitu Ono niro mergo ningsun, ono ningsun mergo niro. (Adanya saya karena kamu, adanya kamu karena saya.) Ucapan itu menunjukkan bahwa orang Samin sesungguhnya memiliki solidaritas yang tinggi dan sangat menghargai eksistensi manusia sebagai makhluk individu, sekaligus sebagai makhluk sosial. Karena itu, orang Samin tidak mau menyakiti orang lain, tidak mau petil jumput (tidak mau mengambil barang orang lain yang bukan haknya), tetapi juga tidak mau dimalingi (haknya dicuri).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Semua perbuatan mereka berawal dari baik, maka berakhirnya juga harus baik, begitulah ringkasnya. Bagi orang lain yang tidak memahami eksistensi orang Samin, mereka bisa jadi menyebutnya sebagai Wong Sikep, yang artinya orang yang selalu waspada. Atau disebut juga Wong Kalang karena orang lain akan menganggap ketidakrasionalan pikiran, keeksentrikan perilaku, dan ketidaknormalan bahasa. Tetapi, bagi sesama orang Samin selalu menyebut kepada orang lain Sedulur Tuwo.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Hidup &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;sederhana dan ikhlas menerima rezeki yang diberikan Tuhan. Ini buktiny, Masyarakat Samin di Kabupaten Blora di saat warga lain sibuk membicarakan dan memprotes pembayaran dana BLT kenaikan harga BBM yang sering tidak tepat sasaran, masyarakat Samin cenderung enggan membicarakan permasalahan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kita simak "Untuk apa ramai-ramai. Kita hidup apa adanya saja. Semua rezeki sudah diatur Yang Maha Kuasa," ujar Pramugi Prawiro Wijoyo, tokoh masyarakat Samin di Dusun Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Blora. Pria kelahiran 16 Desember 1960 ini mengemukakan, masyarakat Samin atau yang dikenal dengan "&lt;i&gt;sedulur sikep&lt;/i&gt;" sangat bersyukur terhadap anugerah yang diberikan Tuhan. Menurut Pramugi, masyarakat Samin tidak terlalu mempersoalkan mengapa jumlah yang menerima dana BLT hanya sedikit. "Mungkin pemerintah menganggap kami ini kaya-kaya, sehingga tidak layak mendapatkan dana SLT. Jelas, ini bukan berarti kami mempersoalkan. Yang pasti, bagi kami, diberi &lt;i&gt;ya&lt;/i&gt; diterima, tidak diberi, &lt;i&gt;ya&lt;/i&gt; silakan saja," tuturnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-family: arial;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Hubungan Manusia dengan Alam sekitarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pandangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat" title="Masyarakat"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samin" title="Samin"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Samin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; terhadap lingkungan sangat positif, mereka memanfaatkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alam" title="Alam"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;alam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (misalnya mengambil &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu" title="Kayu"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;kayu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) secukupnya saja dan tidak pernah mengeksploitasi. Hal ini sesuai dengan pikiran masyarakat Samin yang cukup sederhana, tidak berlebihan dan apa adanya. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah" title="Tanah"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tanah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; bagi mereka ibarat ibu sendiri, artinya tanah memberi penghidupan kepada mereka. Sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Petani_tradisional&amp;amp;action=edit" title="Petani tradisional"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;petani tradisional&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; maka tanah mereka perlakukan sebaik-baiknya.Dalam pengolahan lahan (tumbuhan apa yang akan ditanam) mereka hanya berdasarkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim" title="Musim"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;musim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; saja yaitu peng&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan" title="Hujan"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;hujan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemarau" title="Kemarau"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;kemarau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Masyarakat Samin menyadari isi dan kekayaan alam habis atau tidak tergantung pada pemakainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Pandangannya terhadap ekologi dan ekosistem tersebut dapat dijumpai dalam ucapannya, seperti: Banyu podo ngombe/Lemah podo duwe/Godong podo gawe. (Air sama-sama diminum/Tanah sama-sama punya/Daun sama-sama memanfaatkan.)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Ucapan itu oleh pengikut Samin ditafsirkan secara bijak, maksudnya bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya perlu dijaga. Tidak berarti sama rasa, sama rata, seperti tuduhan orang lain di luar komunitas Samin. Dalam praktiknya, mereka justru ikut menjaga pelestarian kayu jati di daerah Blora. Mereka hanya memanfaatkan daunnya untuk keperluan sehari-hari dan rantingnya untuk keperluan masak-memasak. Hal itu sudah berjalan sejak leluhur mereka masa lalu dan mereka tidak mau merusak hutan. Berdasarkan pandangan seperti itu, tampaknya orang lain sering kali menerjemahkan kata “Samin” sama dengan Sami-sami Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-family: arial;" start="4" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Kultur Masyarakat Samin adalah      Perlawanan terhadap Penjajahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 26.95pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Menurut Hardjo Kardi, citra negatif yang kadang melekat pada masyarakat Samin mungkin merupakan imbas dari propaganda Belanda pada masa dulu. Diakui, generasi pendahulunya memang tidak mau membayar pajak karena saat itu yang memerintah bukan orang pribumi. Sikap membangkang untuk membayar pajak ini kemudian dengan sendirinya berubah ketika &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah merdeka. "Sak menika sami taat mbayar pajek, sabab ingkang mrentah lan dipun prentah sami-sami tiyang &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, sanes tiyang manca (sekarang kami taat membayar pajak, sebab yang memerintah dan diperintah sama-sama orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, bukan orang asing)," tutur Hardjo Kardi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 26.95pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Di masa sekitar tahun 1900, mandor hutan yang menjadi antek Belanda mulai menerapkan pembatasan bagi masyarakat dalam soal pemanfaatan hutan. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; mandor itu berbicara soal hukum, peraturan, serta hukuman bagi yang melanggar. Tapi para saminis, atau pengikut Samin, menganggap remeh perkara itu. Sosialisasi hukum itu lantas ditindaklanjuti pemerintah Belanda dengan pemungutan pajak untuk air, tanah, dan usaha ternak mereka. Pengambilan kayu dari hutan harus seizin mandor polisi hutan. Pemerintah Belanda berdalih semua pajak itu kelak dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 26.95pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Akal bulus itu ditentang oleh masyarakat pinggir hutan di bawah komando Samin Surosentiko yang diangkat oleh pengikutnya sebagai pemimpin informal. Suripan Sadi Hutomo menuliskan, Samin Surosentiko, tanpa persetujuan dirinya, oleh para pengikutnya dianggap sebagai Ratu Tanah Jawi atau Ratu Adil Heru Cakra dengan gelar Prabu Panembahan Suryangalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 26.95pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt; pengikut Samin berpendapat, langkah swastanisasi kehutanan tahun 1875 yang mengambil alih tanah-tanah kerajaan menyengsarakan masyarakat dan membuat mereka terusir dari tanah leluhurnya. Sebelumnya, pemahaman pengikut Samin adalah: tanah dan udara adalah hak milik komunal yang merupakan perwujudan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka menolak berbicara dengan mandor-mandor hutan dan para pengelola dengan bahasa krama. Sebagai gantinya para saminis memperjuangkan hak-haknya dalam satu bingkai, menggunakan bahasa yang sama, Jawa ngoko yang kasar alias tidak taklim. Sasaran mereka sangat jelas, para mandor hutan dan pejabat pemerintah Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 26.95pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Ketika mandor hutan menarik pajak tanah, secara demonstratif mereka berbaring di tengah tanah pekarangannya sambil berteriak keras, “Kanggo!” (punya saya). Ini membuat para penguasa dan orang-orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; menjadi sinis dan mengkonotasikan pergerakan tersebut sebagai sekadar perkumpulan orang tidak santun. Penguasa bahkan mendramatisasikan dengan falsafah Jawa kuno yang menyatakan “Wong ora bisa basa” atau dianggap tak beradab. Akibatnya, para pengikut Samin yang kemudian disebut orang Samin, dicemooh dan dikucilkan dari pergaulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 26.95pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Ketika pergerakan itu memanas dan mulai menyebar di sekitar tahun 1905, pemerintah Belanda melakukan represi. Menangkap para pemimpin pergerakan Samin, juga mengasingkannya. Belanda juga mengambil alih tanah kepemilikan dari mereka yang tak mau membayar pajak. Namun tindakan pengasingan dan tuduhan gerakan subversif gagal menghentikan aktivitas para saminis. Sekarang pun sisa-sisa para pengikut Samin masih ditemukan di kawasan Blora yang merupakan jantung hutan jati di P. Jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-6911088536950255706?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/6911088536950255706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=6911088536950255706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6911088536950255706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6911088536950255706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/masyarakat-samin-bag2-dari-3-tulisan.html' title='MASYARAKAT SAMIN'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-4471133380618050514</id><published>2008-06-20T08:27:00.000+07:00</published><updated>2008-06-20T08:46:33.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Samin'/><title type='text'>MASYARAKAT SAMIN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";color:black;" &gt;SEJARAH MASYARAKAT SAMIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Kalian yang anggota SUFI (Suka Film), sudahkah nonton “Lari dari Blora”. Film yang dibintangi oleh WS. Rendra ini bercerita tentang masyarakat Samin pada masa kolonial Belanda. Barangkali film tersebut dapat menjadi gambaran awal kita untuk melihat sejauhmana kebudayaan yang berkembang pada Masyaralat Samin di masa colonial Belnada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Menyebut kata “&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ajaran_Samin" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Samin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;” di sekitar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blora" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kabupaten Blora&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, bisa dibilang sensitif. Sebagian kalangan, terutama pemerintah, amat alergi bila pembicaraan menyinggung perihal Samin. “Masyarakat Samin itu khan sudah tidak ada orangnya,” tegas seorang PNS di Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Blora. Ia lantas mengingatkan agar tak mengangkat soal Samin. Padahal saya adalah putra asli Blora, dalam benak saya terlintas, kalau saya yang anak Blora saja diperlakukan seperti ini apalagi orang luar. Hal tersebut saya alami ketika tahun lalu mencoba mengambil penelitian untuk skripsi tentang persepsi Masyarakat Samin tentang Program Bantuan Langsung Tunai, tetapi akhirnya kandas di tengah jalan. Bukan karena tidak dapat data tetapi tidak disetujui dosen pembimbing. Padahal saya sudah mendapatkan banyak buku referensi dan narasumber yang terpercaya bahkan film dokumenternya yang memuat kehidupan Masyarakat Samin di Dukuh Tambak, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Faktanya, Samin memang dipandang dengan kacamata buram. Ia identik dengan segolongan masyarakat yang tidak kooperatif, tak mau bayar pajak, enggan ikut ronda, suka membangkang, suka menentang bahkan suka ngawur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Sebenarnya Masyarakat Samin kurang suka dengan sebutan “Wong Samin” sebab sebutan tersebut mengandung arti tidak terpuji yaitu dianggap sekelompok orang yang tidak mau membayar pajak, sering membantah dan menyangkal aturan yang telah ditetapkan sering keluar masuk penjara, sering memcuri kayu jati dan perkawinannya tidak dilaksanakan menurut hukum Islam. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pengikut saminisme lebih suka disebut “Wong Sikep”, artinya orang yang bertanggung jawab sebutan untuk orang yang berkonotasi baik dan jujur. &lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="line-height: 150%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Latar belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Ajaran Saminisme muncul sebagai akibat atau reaksi dari pemerintah kolonial Belanda yang sewenang-wenang. Perlawanan dilakukan tidak secara fisik tetapi berwujud penentangan terhadap segala peraturan dan kewajiban yang harus dilakukan rakyat terhadap Belanda misalnya dengan tidak membayar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak" title="Pajak"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;pajak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Terbawa oleh sikapnya yang menentang tersebut mereka membuat tatanan, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adat_istiadat&amp;amp;action=edit" title="Adat istiadat"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;adat istiadat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan kebiasaan-kebiasaan tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Berdasarkan sikap dan perbuatan ada dua aliran Samin yaitu Samin Lugu dan Samin Sangkak. Samin Lugu adalah Samin “murni” bersikap sabar tidak pernah gentar sedikitpun, tidak pernah mendendam dan membalas dendam, segala sesuatu mereka hadapi dengan tenang. Mereka mempercayai hukum karma setiap orang akan menerima akibat perbuatannya. Samin Lugu juga disebut Jomblo-Ito artinya lahirnya bodoh dan tidak mengerti tetapi batin hatinya suci dan murni laksana emas. Samin Sangkak adalah Samin pemberani, bila mendapat lawan akan menangkis untuk melindungi diri sendiri. Mereka mudah menaruh curiga terhadap orang yang belum dikenal, suka membantah dengan alasan yang kurang masuk akal. Tetapi keduanya mempunyai perasaan dan budi yang halus. Menghadapi mereka yang penting adalah kejujuran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="line-height: 150%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tokoh perintis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Saya ingin mengajak anda untuk mengenal sosok Ki Samin Surosentiko, lelaki yang terlahir tahun 1859 di Desa Ploso, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan nama R Kohar. Dia merupakan putra dari R Surowidjojo (Samin Sepuh); salah satu anak RM Adipati Brotodiningrat, yang pernah berkuasa sebagai Bupati di Sumoroto yang termasuk wilayah Tulungagung, Jawa Timur, antara tahun 1802 hingga 1826. Samin Surosentiko meninggal tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1914" title="1914"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1914&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (saat diasingkan ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang" title="Kota Padang"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;kota Padang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat" title="Sumatra Barat"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Sumatra Barat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;). Ia adalah seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buta_aksara&amp;amp;action=edit" title="Buta aksara"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;buta aksara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;R Surowidjojo sering merampok orang kaya yang menjadi antek Belanda, kemudian membagi-bagikannya kepada orang miskin. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;Ia ditangkap oleh Pemerintah Hindia Belanda karena tidak mau membayar pajak dan tidak mau ikut kerja paksa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;"Robin Hood" Jawa ini kemudian menggunakan sisanya untuk mendirikan gerombolan pemuda bernama "Tiyang Sami Amin" pada tahun 1840. Nama kelompok ini merupakan julukan R Surowidjojo, yang di waktu kecil bernama R Surontiko. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="EN" &gt;. Seperti tokoh perintis kemerdekaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang lain, ia dibuang ke Sawahlunto, Sumatera Barat, hingga wafat tahun 1914. Namun, ajarannya masih dianut oleh pengikutnya hingga sekarang di beberapa daerah yang disebutkan di atas. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Samin diartikan sebagai sami-sami amin, yang bermakna apabila semua setuju maka dianggap sah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Pokok ajaran Samin Surosentiko adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Agama adalah senjata atau pegangan hidup. Paham Samin tidak membeda-bedakan agama, oleh karena itu orang Samin tidak pernah mengingkari atau membenci agama yang penting adalah tabiat dlam hidupnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Jangan menggangu orang, jangan bertengkar, jangan suka irihati dan jangan suka mengambil milik orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Bersikap sabar dan jangan sombong &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Manusia hidup harus memahami kehidupannya sebab hidup=roh hanya satu dan dibawa abadi selamanya. Roh orang yang meninggal tidaklah meninggal hanya menanggalkan pakaiannya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Bila berbicara harus bisa menjaga mulut, jujur dan saling menghormati. Berdagang bagi orang Samin dilarang karena dalam perdagangan ada unsur “ketidakjujuran”. Juga tidak boleh menerima sumbangan dalam bentuk uang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="line-height: 150%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Keberadaannya saat ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a name="Tokoh_perintis_ajaran_Samin"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="Daerah_penyebaran_dan_para_pengikut_ajar"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;Tersebar pertamakali di daerah &lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klopoduwur&amp;amp;action=edit" title="Klopoduwur"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Klopoduwur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blora" title="Blora"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Blora&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah" title="Jawa Tengah"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pada 1890 pergerakan Samin berkembang di dua desa hutan kawasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Randublatung&amp;amp;action=edit" title="Randublatung"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Randublatung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bojonegoro" title="Kabupaten Bojonegoro"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kabupaten Bojonegoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Gerakan ini lantas dengan cepat menjalar ke desa-desa lainnya. Mulai dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai" title="Pantai"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;pantai&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; utara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sampai ke seputar hutan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Kendeng" title="Pegunungan Kendeng"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pegunungan Kendeng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Utara dan Kendeng Selatan. Atau di sekitar perbatasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi" title="Provinsi"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;provinsi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah" title="Jawa Tengah"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur" title="Jawa Timur"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menurut peta sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Dua tempat penting dalam pergerakan Samin adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Desa_Klopodhuwur&amp;amp;action=edit" title="Desa Klopodhuwur"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Desa Klopodhuwur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blora" title="Blora"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Blora&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Desa_Tapelan&amp;amp;action=edit" title="Desa Tapelan"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Desa Tapelan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Ngraho&amp;amp;action=edit" title="Kecamatan Ngraho"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kecamatan Ngraho&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bojonegoro" title="Bojonegoro"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Bojonegoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yang memiliki jumlah terbanyak pengikut Samin. Mengutip karya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harry_J._Benda&amp;amp;action=edit" title="Harry J. Benda"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Harry J. Benda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lance_Castles&amp;amp;action=edit" title="Lance Castles"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lance Castles&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960" title="1960"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1960&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Orang_Samin&amp;amp;action=edit" title="Orang Samin"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;orang Samin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tapelan&amp;amp;action=edit" title="Tapelan"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tapelan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; memeluk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saminisme" title="Saminisme"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;saminisme&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sejak tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1890" title="1890"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1890&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Encyclopaedie_van_Nederlandsch-Indi%C3%AB&amp;amp;action=edit" title="Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1919" title="1919"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1919&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) diterangkan, orang Samin seluruhnya berjumlah 2.300 orang (menurut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Darmo_Subekti&amp;amp;action=edit" title="Darmo Subekti"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Darmo Subekti&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Makalah&amp;amp;action=edit" title="Makalah"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;makalah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Tradisi Lisan Pergerakan Samin, Legitimasi Arus Bawah Menentang Penjajah, (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1999&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;), jumlahnya 2.305 keluarga sampai tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1917" title="1917"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1917&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tersebar di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blora" title="Blora"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Blora&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bojonegoro" title="Bojonegoro"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Bojonegoro&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati" title="Pati"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pati&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rembang" title="Rembang"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Rembang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kudus" title="Kudus"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kudus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madiun" title="Madiun"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Madiun&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sragen" title="Sragen"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Sragen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Grobogan" title="Grobogan"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Grobogan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) dan yang terbanyak di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tapelan&amp;amp;action=edit" title="Tapelan"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Tapelan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt; line-height: 150%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-4471133380618050514?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/4471133380618050514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=4471133380618050514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4471133380618050514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4471133380618050514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/masyarakat-samin-bag1-dari-3-tulisan.html' title='MASYARAKAT SAMIN'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-4868449757868523429</id><published>2008-06-09T22:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:52.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>Seruu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1Qzod2d-I/AAAAAAAAABA/Z65_AtXDIZU/s1600-h/van+der.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1Qzod2d-I/AAAAAAAAABA/Z65_AtXDIZU/s200/van+der.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209909191903705058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1PYb6m0DI/AAAAAAAAAA4/ibRgEeWKrLw/s1600-h/buffon2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1PYb6m0DI/AAAAAAAAAA4/ibRgEeWKrLw/s200/buffon2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209907625166557234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Italia Vs Belanda.&lt;br /&gt;Nanti malam saksikan kehebatan penjaga gawang terbaik terbaik di dunia, Gianluigi Buffon melawan kiper gaek E. Van der Sar.&lt;br /&gt;Saksikan siapa terhebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lini depan lihat pula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex Del Piero Vs Ruud Van Nisterooy&lt;br /&gt;Siapa yang lebih tajam?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-4868449757868523429?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/4868449757868523429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=4868449757868523429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4868449757868523429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/4868449757868523429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/seruu.html' title='Seruu'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1Qzod2d-I/AAAAAAAAABA/Z65_AtXDIZU/s72-c/van+der.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1347053092198426081</id><published>2008-06-09T22:08:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T22:17:02.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>Susahnya jadi kuli tinta</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Wartawan dituntut obyektif dalam setiap penulisan berita. Namun kenyataan bahwa mereka juga manusia tentu tak bisa dipungkiri, yang bisa terbawa emosi saat negaranya bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian suasana yang terlihat saat Kroasia dan Austria menjalani laga pertamanya di Ernst Happel Stadion, Wina, Minggu (8/6/2008). Meski tak menonton langsung di pinggir lapangan tapi cuma di FanZone Kota Wina, para pencari berita yang berasal dari dua negara konstestan itu terlihat serius menyaksikan jalannya pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking seriusnya mereka sampai ikut tenggelam di dalamnya dan sedikit mengacuhkan kondisi di sekitar, serta melupakan tugas sebagai peliput berita. Ini bisa dilihat saat wasit menghadiahi tendangan penalti untuk Kroasia yang disambut wajah-wajah cemas dari wartawan tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kamera yang biasanya dijadikan istri kedua dan seharusnya dalam posisi &lt;em&gt;stand by&lt;/em&gt; sampai dilepas. Mereka memilih menggigit jari, menahan ketegangan sekaligus rasa khawatir kalau penalti tersebut berujung gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti kita ketahui harapan tersebut tidak terwujud karena eksekusi Luca Modric sukses menjebol jala Austria, wartawan Austria tertunduk lesu. Kondisi berseberangan terjadi di kubu Kroasia yang bersorak-sorak kegirangan sambil meneriakkan yel-yel kemenangan . Gol di menit-menit awal pertandingan itu makin membuat wartawan makin serius memandangi layar raksasa, apalagi Austria sempat mendapat beberapa kali kesempatan emas untuk mencetak gol pada menit menit terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang dari mereka keasikan nonton hingga lalai memperhatikan suasana penonton. Mau tak mau, para wartawan yang terbius bola ini kadang terlihat panik, tergopoh-gopoh, mengatur kamera ketika sebuah insiden terjadi. Seperti pada kericuhan kecil yang terjadi usai gol tunggal Kroasia tercetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan yang duduk di menara &lt;em&gt;press room&lt;/em&gt; terlihat kerepotan saat mencoba mengabadikan perkelahian kecil antara pendukung Kroasia dan Austria. Tak heran kalau hasil yang didapat tak sesempurna yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau kalah seperti pahlawan-pahlawannya yang berkaga di atas lapangan, para jurnalis dari kedua negara tersebut juga terlihat saling berjabat tangan dan berpelukan setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1347053092198426081?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1347053092198426081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1347053092198426081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1347053092198426081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1347053092198426081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/susahnya-jadi-kuli-tinta.html' title='Susahnya jadi kuli tinta'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8085826380695507838</id><published>2008-06-09T21:59:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:52.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1HNjcctrI/AAAAAAAAAAw/-FYa6H-QxjA/s1600-h/keren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1HNjcctrI/AAAAAAAAAAw/-FYa6H-QxjA/s200/keren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209898642115966642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;My words fly up , my thoughts remain below,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Words without thoughts, never to heaven go!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;(W. Shakespeare : Hamlet, Act III Scene III)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8085826380695507838?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8085826380695507838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8085826380695507838' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8085826380695507838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8085826380695507838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/my-words-fly-up-my-thoughts-remain.html' title=''/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1HNjcctrI/AAAAAAAAAAw/-FYa6H-QxjA/s72-c/keren.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8840014993301358469</id><published>2008-06-09T21:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:53.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Kehidupan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1E5G9tvGI/AAAAAAAAAAo/Dxq8EHYWnZg/s1600-h/mawar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1E5G9tvGI/AAAAAAAAAAo/Dxq8EHYWnZg/s320/mawar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209896091850226786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;What is a name?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;That, which will we call a rose&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;by another names would smell as swett&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;(William Shakespera : Romeo &amp;amp; Juliet, Act II Secene I)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8840014993301358469?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8840014993301358469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8840014993301358469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8840014993301358469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8840014993301358469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/what-is-name-that-which-will-we-call.html' title=''/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SE1E5G9tvGI/AAAAAAAAAAo/Dxq8EHYWnZg/s72-c/mawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8784763538281705871</id><published>2008-06-06T01:39:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:53.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>Time 4 Euro 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SEgzivfTbSI/AAAAAAAAAAc/ICFZ3DLBE-c/s1600-h/alex.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SEgzivfTbSI/AAAAAAAAAAc/ICFZ3DLBE-c/s320/alex.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208469641010310434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ayo nonton Euro 2008.&lt;br /&gt;Mumpung rakyat Indonesia lagi pada bingung.&lt;br /&gt;Pasca kenaikan BBM sebesar 28,7%, rakyat Indonesia pada panik dan menjerit. Mahasiswa rajin turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung umat Islam sedang acakadut karean kasus MONAS yang tak berpangkal dan khan tiada jelas ujungnya.&lt;br /&gt;Mo tau kenapa?&lt;br /&gt;Cari tau lebih detail soal Si Panglima Munarwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung rakyat JATENG sdng dibuai bujuk rayu asmara politik Cagubnya yang rajin membual dan TP-TP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mending sejenak kita lupakan hiruk-pikuk suasana yang serba crowded tersebut. Kita nonton pagelaran sepakbola paling akbar se-Eropa : EURO 2008.&lt;br /&gt;Aq jagokan Italy 4 the Champion.&lt;br /&gt;Kamu pilih siapa monggo.&lt;br /&gt;Ni salah satu bintang yang bakal bersinar nanti.&lt;br /&gt;Alessandro Del Piero 7.&lt;br /&gt;Tua-tua keladi, umur sdh 33 tahun tp jadi top skor di Seri A 2008.&lt;br /&gt;Mantap lah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8784763538281705871?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8784763538281705871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8784763538281705871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8784763538281705871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8784763538281705871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/time-4-euro.html' title='Time 4 Euro 2008'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SEgzivfTbSI/AAAAAAAAAAc/ICFZ3DLBE-c/s72-c/alex.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-8021121772942369450</id><published>2008-06-04T14:59:00.001+07:00</published><updated>2008-06-09T22:23:31.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Masa Transisi, Saatnya Pemuda Menyiapkan Diri</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saya yakin kita semua sudah sangat mengenal Ali Bin Abi Thalib. Dia adalah sosok pemuda yang layak untuk dijadikan panutan oleh siapapun. Kita bisa saksikan konstribusi yang amat besar dalam Perang Badar. Perang Badar yang terjadi hanya beberapa saat setelah dia menikah yang merupakan perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun. Kemudian dalam Perang Khandaq juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud yang dengan satu tebasan pedang Dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian. Bahkan pada akhirnya Ali bin Abi Thalib dinnobatkan sebagi Kholafaur Rosyidin yang ke empat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah saya mengajak anda untuk menunjukkan kehebatan seorang pemuda di tanah Arab, sekarang saya ajak anda menyusuri benua Amerika, tepatnya di Negara Amerika Serikat.Saya ingin anda mengenal sosok John Tyle Hammos seorang pemuda yang baru berusia 19 tahun dan baru menempuh semester 2 di perkuliahannya, yang pada Senin, 19 Mei 2008 telah dilantik menjadi Walikota di Muskogee, Oklahoma Amerika Serikat. Usia yang amat belia untuk ukuran seorang pemimpin daerah, tapi tunggu dulu anda juga harus mengenal Michel Sessions, dia menjadi Walikota Hillsdale, Michigan dalam usia yang lebih muda yaitu 18 tahun yang baru menjabat menjadi walikota selama kurang lebih 1 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Coba kita bandingkan dengan apa yang terjadi di Indonesia. Kita masih ingat ketika pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf sukses memenangkan PILGUB Jawa Barat. Mereka dieluk-elukan sebagi pemimpin muda pengganti dari generasi tua. Catat, padahal usia mereka sudah mencapai 40 tahun. Konkret lagi yang tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia adalah &lt;span lang="id-ID"&gt;Bupati Klaten Sunarna yang sering disapa Mas Narna dengan usia 32 tahun. Terlepas dari itu semua ketertinggalan hal tersebut saya pikir ini adalah saatnya bagi para pemuda di Indonesia untuk segera menata dirinya dengan baik sehingga kelak mampu mewujudkan Indonesia yang berkeadilan, tentu saja dengan menjadi pemimpin bagi negeri ini. Memang dengan sistem politik di Indonesia saat ini amat susah bagi seorang pemuda untuk mampu menyeruak masuk kedalam lingkungan kendaraan politik yang bernama partai politik kecuali pemuda tersebut memiliki kemampuan, kapasitas dan kredibilitas yang sudah diakui oleh elit politik dan publik. Tapi bukankah itu tugas pemuda untuk membuat keajaiban. Seperti yang pernah diungkapkan Umar bin Khattab : "Jika saya mendapati masalah-masalah yang susah dan pelik maka kupanggil para pemuda".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagai pengusung dan pelaku gerakan reformasi, pemuda tentu memiliki hak serta tanggung jawab untuk mempersiapkan figur-figur potensial guna menyongsong kepemimpinan nasional dan berupaya membangunkan potensi pemuda. Untuk itulah perlu kiranya pemuda dibekali dengan nilai inteleltual dan moral yang tinggi sebagai pondasi utama dalam rangka membangun generasi berintelektual profetik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pondasi utama Gerakan Mahasiswa adalah Moral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein adalah sosok ilmuwan terkemuka yang merupakan orang yahudi mengungkapkan bahwa, “Ilmu Pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta". Ketika kita ingin bertindak dan mengerjakan sesuatu apapun itu kita harus memiliki pijakan yang jelasa. Semuanya tentu berdasarkan pada pengetahuan tentang kebenaran dan pemahaman yang dapat dirasakan sumbernya dari tatanan  agama, termasuk di dalamnya adalah keimanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trend Dunia Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi dan posisi gerakan mahasiswa dihadapkan pada sebuah realitas dunia global yang tidak bisa dihindarkan. Arus globalisasi telah menyentuh berbagai sendi kehidupan manusia di dunia. Cepatnya arus globalisasi menurut William K.Tabb (2003) mampu membentuk rezim perdagangan dan keuangan dunia serta mendefinisikan ulang kesadaran pada tingkat yang paling dekat dan lokal, mempengaruhi bagaimana orang memandang dirinya, ruang gerak anak-anak mereka dan entitas mereka sehingga mengalami perubahan akibat kekuatan globalisasi ini. Persoalannya adalah bagaimana sikap gerakan mahasiswa terhadap realitas global ini.&lt;br /&gt;Gesekan dunia global menjadi tren dalam kondisi saat ini, karenanya seluruh lapisan santri perlu memahami secara benar tentang realitas-realitas dunia yang sedang mengalami pergolakan dalam berbagai unsur kehidupan. Melihat trend (Trend Watching) yang terjadi dalam pergeseran dunia global adalah kerangka dalam memahami apa yang sedang terjadi hari ini, dan apa yang akan kita lakukan di masa-masa yang akan datang. Tren yang terjadi hari ini adalah dominasi kekuatan global yang tidak bisa dihindarkan dalam ranah kesadaran ummat manusia. Dalam kondisi seperti ini, langkah yang harus dilakukan adalah pembangunan kemampuan dan kapabilitas (kompetensi) personal maupun kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari Membaca Ke Menganalisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mahasiswa sesungguhnya mereka kalangan yang setiap hari berkutat dengan keilmuan, ironis jika gerakan mahasiswa terjadi banyak kejumudan. Karenanya tradisi-tradisi yang ada diantaranya tradisi membaca harus di imbangi dengan tradisi menganalisa berbagai aspek persoalan dengan berpikir logis dan mendalam. Tipe masyarakat inilah yang menjadi miniatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah. Maju karena masyarakat ini menempatkan ilmu sebagai sinar dalam kehidupan. Menyejarah, karena mereka membuat sebuah kejutan bagi lahirnya paradigma baru bagi terciptanya masyarakat yang ilmiah (knowledge society).&lt;br /&gt;Realitas ini sesuai dengan wahyu yang pertama kali diturunkan kepada nabi Muhammad saw, yaitu konsep membaca (iqra). Dengan turunnya wahyu yang pertama ini, maka ada sebuah perubahan berdimensi wahyu yang mampu memberikan jawaban atas kondisi kemanusiaan. Konsep pembacaan atas realitas baik yang bersangkutan dengan teologi, etika, visi kemanusiaan dan ilmu pengetahuan berawal dari proses pemahaman yang radikal akan hakikat dan subtansi nilai yang terkandung dalam surat tersebut.&lt;br /&gt;Dimensi pembangunan gerakan mahasiswa agar ilmiah di awali dengan konsep membaca (iqra), sesuatu yang berhubungan bukan hanya dengan membaca teks dan naskah tetapi lebih dari itu, makna iqra bisa berarti menelaah, meriset, merenungkan, bereksperimen, berkontemplasi. Objeknya bisa berupa bacaan suci yang datang dari wahyu Allah swt. Dan juga bisa dari hadits Rasul maupun hasil karya manusia berupa handbook ilmu pengetahuan, juga berupa fenomena-fenomena alam maupun sosial.&lt;br /&gt;Penguasaan ilmu merupakan kunci kesuksesan sebagai pengelola bumi. Hal ini terlihat dalam lima ayat yang pertama kali di terima oleh Rasulullah saw. Lima ayat ini menyentuh masalah yang paling esensial dari potensi manusia, yaitu akal dan batin (pikir dan zikir), juga disebutkan perangkatnya, pada ayat keempat dan kelima ini yaitu iqra (baca, riset, teliti), ‘allama (mengajarkan/transfer ilmu), dan qalam (alat tulis/alat penyimpan data/ memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari Teks ke Kontekstual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pemahaman mahasiswa atas teks-teks yang di pelajari di kampus bersifat tekstual. Karenanya perlu ada penyeimbangan pemikiran (fikrah) dalam memahami realitas. Kalangan mahasiswa tidak semestinya hanya berkutat memahami teks saja tetapi harus mampu melihat perubahan dunia yang cepat dari teks-teks yang dipelajarinya itu. Karenanya pemahaman teks yang menyebar dalam berbagai literatur harus menjadi penyelaras dalam kondisi jaman yang sedang berubah.&lt;br /&gt;Paradigma mahasiswa di kampus harus bertumpu pada penyelarasan ideologis dengan ketajaman analisa terhadap persoalan-persoalan yang terjadi. Kalangan mahasiswa harus mampu membaca, mengkaji, dan berdiskusi secara logis, kritis, sistematis, dan komprehensif, serta mampu membedah persoalan dari berbagai aspek dan sudut pandang ilmu dan madzhab yang bersifat konstruktif. Hal ini harus menjadi kultur yang melekat.&lt;br /&gt;Gerakan mahasiswa dalam konteks kekinian di tuntut untuk bisa bergaul dalam dimensi yang lebih luas. Maka sekarang, gerakan mahasiswa harus mampu memberikan jawaban atas kondisi jaman yang terus berubah. Jika tidak bisa, maka mahasiswa akan ditinggalkan oleh kemajuan jaman ini. Untuk mengisi kemajuan jaman yang tidak bisa ditahan maka mahasiswa harus memiliki beberapa kompetensi, yaitu (1) kemampuan berbahasa asing (2) kemampuan berorganisasi dan manajemen yang canggih (3) kemampuan membangun jaringan (net work).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari Tradisi ke Peradaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah selanjutnya yang paling rasional dalam menghadapi tatanan dunia global, bagi kalangan mahasiswa di kampus adalah membangun kesadaran bersama dengan meningkatkan kompetensi dan skil dalam memposisikan diri supaya sejajar dengan bangsa-bangsa Barat dalam bidang ilmu Pegetahuan. Karenanya budaya dan tradisi yang selama ini dilakukan di kampus untuk digeser kearah perubahan paradigma yang lebih rasional. Perubahan paradigma tersebut meliputi perubahan sikap dalam memahami budaya dan tradisi yang ada.&lt;br /&gt;Tidaklah kaku jika mahasiswa membangun dialog peradaban (civilization) di kampus, minimal ada dua paradigma visi dialog pembangunan masyarakat berperadaban. Pertama, perubahan eksistensi dan identitas diri, yang mampu melahirkan paradigma kehidupan sosial baru dan merdeka, bebas dari penghambaan terhadap unsur-unsur materi, melahirkan kehidupan segar, integral dan profetik. Era kehidupan yang syarat dengan nilai kemanusiaan dan bervisi masa depan. Tonggak fundamental pertama ini merupakan visi kehidupan ummat manusia kearah pembebasan diri, dari kungkungan materi yang menjadi ideologinya.Visi kehidupan ini mengarahkan manusia pada ideologi yang sesungguhnya dan menjadi benteng kekuatan para pewaris peradaban. Ini merupakan asas fundamental bagi terwujudnya masyarakat berperadaban. Proses ideologisasi kedalam tubuh masyarakat secara radikal harus dilakukan. Proses ini perlahan tapi pasti, proses inilah yang disebut dengan fase penanaman akidah. Kedua, yaitu pola pembangunan struktur pengetahuan ummat manusia yang secara bersamaan dilakukan dalam kerangka membangun kesadaran untuk membaca atas realitas yang sedang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.42cm; text-indent: 0.82cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-8021121772942369450?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/8021121772942369450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=8021121772942369450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8021121772942369450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/8021121772942369450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/06/masa-transisi-saatnya-pemuda-menyiapkan.html' title='Masa Transisi, Saatnya Pemuda Menyiapkan Diri'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-5339570392542281587</id><published>2008-05-30T08:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T00:33:53.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksi demonstrasi'/><title type='text'>Perjuangan Tanpa Henti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SFBvmHMjGMI/AAAAAAAAABQ/SFLC1l5Pg-k/s1600-h/Image005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SFBvmHMjGMI/AAAAAAAAABQ/SFLC1l5Pg-k/s200/Image005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210787469425055938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;TURUNKAN SBY-JK DAN CABUT KENAIKAN HARGA BBM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Adanya keputusan pemerintah yang mengeluarkan kebijakan berupa kenaikan harga BBM &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada Sabtu, 24 Mei 2008 telah menyakiti hati rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Oleh karena itu, menyikapi kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut pada hari ini kami dari elemen Aliansi Mahasiswa-Rakyat Anti Kenaikan Harga) menggelar aksi untuk menuntut pencabutan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. Aksi dilakukan dengan &lt;i style=""&gt;long march&lt;/i&gt; dari Manahan menuju &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;POLTABES SURAKARTA. Sebagai bentuk keprihatinan terhadap tindakan represif yang telah dilakukan aparat kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM di UNAS sekaligus sebagai bentuk solidaritas atas perjuangan yang telah dilakukan oleh teman-teman mahasiswa. Menurut Korlap aksi, Arthur, tidak sepantasnya aparat kepolisian melakukan tindakan yang sejauh itu dalam melakukan pengamanan dalam aksi demonstrasi mahasiswa bahkan amat kami sayangkan ketika hal tersebut menyebabkan terjadinya kerusuhan yang menjalar hingga masuk ke dalam kampus. “Bagi kami ini, hal tersebut sudah merupakan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Orde Baru pemerintah dalam menanggapi aspirasi rakyat melalui tindakan represif’, tandas Arthur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aksi kemudian kami lanjutkan menuju Gedung DRPD Kota Solo untuk mengecam sikap wakil rakyat yang cenderung dingin dan pasif dalam menanggapi kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh pemerintah. Dewan selama ini terdiam karena adanya berbagai kepentingan politik yang mereka mliki. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang berjumlah sekitar 50 orang menginginkan agar wakil tetap berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang menuntut pencabutan kenaikan harga BBM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Menurut kami pemerintah saat ini sudah tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat dengan menaikkan harga BBM. Pengalihan kompensasi subsidi yang direncanakan pemerintah dengan memberikan Bantuan langsung Tunai kepada warga miskin sama sekali tidak realistis mengingat hal tersebut hanya menyebabkan rusaknya mental masyarakat Indonesia menjadi seorang pengemis dan lebih menyedihkan ternyata data yang digunakan untuk warga miskin adalah data BPS tahun 2005, padahal dengan rentang waktu saat ini maka tentu saja data tersebut tidak akan mampu memberikan keadilan bagi masyarakat. Tidak hanya itu, hal tersebut juga menyebabkan timbulnya konflik sosial di masyarakat bawah karena distribusi yang tidak merata. Menyedihkan konflik sosial terjadi karena ulah pemerintah dengan kebijakan subsidi yang hanya sebesar Rp 100.000/bulan”, ungkap Ketua KAMMI Solo, Aliful Adhim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kami mengajak kepada seluruh rakyat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk melakukan aksi mogok nasional mengingat pemerintah sudah tidak lagi memperhatikan nasib rakyatnya. Sudah saatnya pemerintah SBY-JK untuk turun dari jabatannya mengingat mereka sudah tidak lagi mempunyai visi untuk mensejahterakan rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;b style=""&gt;HIDUP RAKYAT &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; !!!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;AMARAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;(Aliansi Mahasiswa-Rakyat Anti Kenaikan Harga)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kami dari Aliansi Mahasiswa-Rakyat Bersatu menyikapi terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak menyatakan kepada seluruh rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Turunkan SBY-JK dari kusi pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Cabut Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Menolak adanya program Bantuan Langsung Tunai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Nasionalisasi Aset-aset Kekayaan Negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Mengajak kepada seluruh rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk melakukan aksi mogok nasional agar pemerintah dan wakil rakyat tahu akan kesulitan dan poenderitaan rakyatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 27pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;AMARAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;(Aliansi Mahasiswa-Rakyat Anti Kenaikan Harga)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kami dari Aliansi Mahasiswa-Rakyat Bersatu menyikapi terhadap tindakan represif yang telah dilakukan pihak aparat kepolisian dalam menangani aksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mahasiswa yang menolak kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak menyatakan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -40.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif dalam menangani aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -40.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Menuntut kepada pihak kepolisian agar bertanggungjawab atas berbagai kerusuhan yang terjadi selama menangani aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -40.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Menuntut kepada pihak kepolisian untuk segera membebaskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mahasiswa yang ditangkap saat mengikuti aksi penolakan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-5339570392542281587?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/5339570392542281587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=5339570392542281587' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5339570392542281587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/5339570392542281587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/05/perjuangan-tanpa-henti.html' title='Perjuangan Tanpa Henti'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LFKcCZDqs0Q/SFBvmHMjGMI/AAAAAAAAABQ/SFLC1l5Pg-k/s72-c/Image005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-2455426225665329388</id><published>2008-05-30T08:16:00.001+07:00</published><updated>2008-05-30T08:19:40.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>MENANTI PERAN DAN PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kapitalisasi Perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saat ini dalam perkembangan era kapitalisme yang semakin menghemoni, kecantikan fisik adalah sisi yang paling menarik dari seorang perempuan. Kecantikan fisik ini dilirik banyak kalangan pemodal dan dijadikan sebagai salah satu “komoditas” mesin pencetak uang. Fenomena ajang kontes kecantikan mulai dari sifatnya nasional hingga level inernasional semakin membuktikan hal tersebut. Bahkan dalm perkembangannya saat ini perempuan dijadikan sebagai “barang gratifikasi” untuk menyuap pejabat, ingat kasus penyuapan anggota dewan dari Fraksi PPP, Amin Nasution. Jelas ini adalah salah satu bukti adanya eksploitasi besar-besaran terhadap perempuan di negeri kita ini. Eksploitasi perempuan juga nampak pada bidang-bidang lain, sekalipun kaum perempuan dinampakkan dengan kemasan yang lebih intelek dan eksklusif. Melihat perkembangan trend politik saat ini, kita bias melihat bagaimana dirangkulnya beberapa selebritis untuk ikut meramaikan kampanye sebuah partai politik. Alih-alih hendak berorasi, yang terjadi justru hanya acara menebarkan senyuman seraya melambaikan tangan. Kesan penambahan citra&lt;i style=""&gt; brain&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;behaviour &lt;/i&gt;pada aneka kontes kecantikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Namun pada faktanya tak banyak kaum perempuan yang memahami bahwa fakta-fakta di atas adalah berbagai macam bentuk eksploitasi yang dialami sebagian besar kaumnya. Konsep pengagungan kecantikan dan penampilan ini telah menggeser penghargaan kaum perempuan akan aspek kecerdasan dan kemampuan intelektualitas. Sebuah hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa dari 900 perempuan berusia 18-24 tahun yang disurvey, 55 persen di antaranya menilai bahwa penampilan sebagai hal yang menarik dari seorang perempuan dan hanya 1 persen yang menilai perempuan dari tingkat kecerdasannya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Cincinnati, 33.000 perempuan AS lebih memilih turun berat badannya sekitar 10-15 pon daripada memperoleh suatu prestasi akademis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Peran dan Partisipasi Politik Perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penulis cukup tertarik ketika awal bulan April 2008 yang lalu Metro TV melansir hasil penelitiannya untuk meminta pendapat masyarakat Indonesia tentang siapa 10 wanita yang paling berpengaruh di Indonesia pada saat ini. Hasilnya adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Megawati Soekarnoputri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Meuthia Hatta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sri Mulyani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ani Yudhoyono&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Siti Hardiyanti Indra Rukmana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Siti Fadillah Sapari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Titik Puspa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Cristin Hakim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Miranda S. Gultom &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Muryati Soedibyo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika kita cermati maka 7 dari 10 nama tersebut di atas merupakan politisi. Jadi, secara tidak langsung sebenarnya publik menganggap bahwa melalui jalur politiklah kita akan lebih mampu diakui konstribusi dan pengaruhnya bagi masyarakat tanpa bermaksud menafikan profesi yang lain. Menurut penulis, hal tersebut sangat wajar mengingat melalui peran politiklah maka kita dapat mengatur berbagai persoalan dan permasalahan kehidupan sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perempuan dalam PILGUB JATENG&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jawa Tengah yang pada 22 Juni mendatang akan menyelenggarakan hajatan berupa Pemilihan Gubernur secara langsung untuk pertama kalinya. Jawa Tengah yang terdiri dari 35 kota dan kabupaten merupakan salah satu propinsi yang memiliki pengaruh besar dalam peta perpolitikan nasional. Jika kita melihat pada peta politik yang ada pada pasangan Cagub-Cawagub saat ini telah muncul nama sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bambang      Sadono – Muhammad Adnan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Agus      Soeyitno – Kholiq Arif &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sukawi      Sutarip – Sudharto &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bibit      Waluyo – Rustriningsih &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;M.      Tamzil – Rozaq Rois&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Data di atas menunjukkan bahwa hanya ada satu pasangan calon Cagub-Cawagub yang memberikan akses kepada perempuan, itupun pada posisi Cawagub, yaitu Rustriningsih yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Kebumen. Hal ini amat ironis mengingat adanya tuntutan yang tertuang dalm undang-undang yang mengharuskan adanya kuota 30 % komposisi perempuan di legislaif dan eksekutif. Lebih jauh lagi, ternyata dari data KPU Jawa Tengah menunjukkan bahwa jumlah pemilih sebanyak 26 juta orang dengan daftar pemilih tetap (DPT) PILGUB JATENG 2008 sebanyak 5.861.234 dengan komposisi perempuan sebanyak 13.040.590 sedangkan pemilih laki-laki hanya sebanyak 12.820.644. Adanya kondisi yang seperti ini, maka akan menyebabkan minimnya peran politik perempuan ke depan. Sederhana, taruhlah jika nanti pasangan Bibit Waluyo – Rustriningsih kalah maka secara otomatis habis sudah peran perempuan dalam peta elit politik di Jawa Tengah karena sekali lagi, hanya beliau satu-satunya yang berpartisipasinya menggunakan haknya untuk dapat dipilih dalam PILGUB JATENG.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Oleh karena itu, lebih menarik rasanya kalau kita membicarakan lebih dalam mengenai partisipasi perempuan dalam PILGUB JATENG ke depan. Mengingat jumlah pemilih perempuan yang lebih banyak dibanding laki-laki. Seberapa banyak partisipasi perempuan untuk menggunakan hak pilihnya. Pada beberapa pilkadal yang berlangsung di Jawa Tengah, pemilihan bupati yang secara psikologis memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pemilih selama ini partisipasinya hanya mencapai 67 % saja apalagi untuk pemilihan gubernur ke depan. Proses sosialisasi saja tidak akan cukup untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Pada pelaksanaan PILGUB di propinsi lain yang telah berlangsung juga menunjukkan angka golput dalam jumlah yang sangat besar, di Jawa Barat mencapai 10 juta pemilih dari total 28 juta pemilih berarti sebesar 37,5 % suara bahkan di Sumatera Utara mencapai 41 % suara. Mengingat partisipasi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang berkembang pada saat ini. Kita bisa mencermati bagaimana pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM yang memicu naiknya harga-harga kebutuhan pokok saat ini. Padahal kaum hawalah yang senantiasa menghabiskan waktunya untuk bergelut dalam mengurusi rumah tangga khususnya dapur yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;amat peka dan sensisitif terhadap kenaikan harga tersebut sehingga hal dapat menciptakan rasa anti-pati terhadap aktivitas politik praktis yakni PILGUB yang pada akhirnya semakin terbukanya ruang bagi mereka untuk tidak menggunakan hak pilihnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perubahan Pemikiran dan Pemberdayaan Politik Perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pemikiran perempuan Indonesia, tidak akan lepas dari sosok R.A Kartini (1879-1904). Melalui kumpulan suratnya yang dibukukan berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” seakan menjadi titik tolak yang mengawali kebangkitan pemikiran kaum perempuan Indonesia pada waktu itu, di mana fokus gerakan pada bidang pendidikan dan penekanan wacana tentang persamaan kedudukan dan perempuan. Perkembangan pemikiran perempuan yang asalnya lebih banyak berkutat pada seruan moral harus mulai memasuki ranah politik di mana struktur kebijakan strategis di pemerintahan juga haru diisi oleh kaum perempuan. Gerakan moral tidak membawa perubahan signifikan, karena sering dijadikan alat oleh para penguasa untuk mengabsahkan tujuan pribadi/kelompoknya. Namun sepertinya, kaum perempuan yang belum paham hal ini, bahkan diantara aktivis pergerakan sekalipun. Oleh karena itu, ke depan perlu didorong adanya pemberdayaan politik perempuan yang memiliki target perubahan paradigma tentang perempuan yang rendah versi kapitalisme menjadi paradigma Islam yang memuliakan perempuan. Arah pemberdayaan perempuan haruslah memiliki target perubahan yang lebih menekankan pada peran sertanya dalam bidang politik karena hanya dengan pemberdayaan politik perempuan tercipta kesadaran dalam diri para perempuan tentang kemuliaan Islam sekaligus dorongan untuk mengembalikan kehidupan Islam sesuai dengan perintah Rabbnya, Allah SWT. Namun pemberdayaan politik perempuan jangan sampai tersusupi oleh pemahaman politik kapitalis yang justru memposisikan perempuan untuk bersaing dengan laki-laki dalam perebutan kekuasaan tetapi karena merasa bahwa hal tersebut memang adalah keniscayaan yang menjadi bagian dari tanggungjawabnya terhadap masyarakat dan bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sejak awal berdirinya, KAMMI menegaskan bahwa inti permasalahan negeri ini adalah masalah kepemimpinan tetapi gerakan yang dibangun di beberapa daerah di Indonesia lebih dominan pada seruan moral. Perubahan mindset harus dikedepankan karena di sana menunjukkan semakin matang dan dewasanya strategi gerakan sehingga mampu memasuki ranah struktural pemerintahan, baik itu mempengaruhi, mengawal maupun merubah kebijakan. Tentu dengan pelibatan perempuan secara masif di sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wallahualam bi showab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-2455426225665329388?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/2455426225665329388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=2455426225665329388' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/2455426225665329388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/2455426225665329388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/05/menanti-peran-dan-partisipasi-politik.html' title='MENANTI PERAN DAN PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-1551075096339265756</id><published>2008-05-27T19:15:00.000+07:00</published><updated>2008-06-09T22:57:26.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='see the world'/><title type='text'>What CR7 ?x?x?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Siapa saat ini yang tidak mengenal sosok CR7. Muda, bertalenta, tampan, penuh prestasi dan kaya. Musim 2007/2008 ini memang menjadi musim yang luar biasa bagi CR7. Tidak hanya sukses dalm performa individunya tapi juga dalam mengangkat prestasi timnya. Bagaimana tidak musim ini dia berhasil menjadi top skor di Premier League dengan torehan 31 gol juga top skor di Champions League dengan 10 gol. Luar biasa, jelas karena posisinya hanyalah sebagai winger bukan striker. Hal itu semua berhasil membawa MU juara di Champions League dan Premier League. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila Los Merengues yang baru saja menjuarai La Liga musin ini berencana membeli Cristiano Ronaldo guna memperkuat timnya pada musim depan.&lt;br /&gt;   Mungkin cukup itu dulu cerita tentang kehebatan CR7, yang menarik untuk disimak adalah bagaimana usaha Real Madrid untuk mengejar tanda tangan pemain teersebut. El Real berani menyodorkan uang sebesar 80 juta euro yang setara dengan Rp 1,1 T. Unbelievable! Itupun masih bertambah jika dikalkusi dengan barter 3 pemain yang disiapkan Real Madrid (Robinho, Sergio Ramos dan M. Diarra). Jadi, diperkirakan total harga CR7 adalah 150 juta poundsterling atau setara dengan Rp 2,75 T.&lt;br /&gt;   Harga CR7 tersebut lebih dari separuh anggaran APBD DKI Jakarta u8ntuk pendidikan yang "hanya" Rp 5,25 T bahkan mampu digunakan untuk penyelenggaraan PILGUB JATENG 2008 sebanyak 8 kali bahkan masih sisa karena  alokasi pelaksanaannya hanya menelan biaya Rp 320 M. Padahal ingat itu hanya untuk membeli seorang pemain saja. Haruskah semahal itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-1551075096339265756?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/1551075096339265756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=1551075096339265756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1551075096339265756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/1551075096339265756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/05/what-cr7-xx.html' title='What CR7 ?x?x?'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-6766409428932275473</id><published>2008-05-14T17:28:00.000+07:00</published><updated>2008-05-14T17:30:57.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kajian Songgo Bumi'/><title type='text'>Tokoh Buruh</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Soerjopranoto, Bangsawan Muslim 'Raja Pemogokan' Pembela Buruh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Soerjopranoto salah satu pahlawan nasional yang hidup pada masa pergerakan Indonesia. Beliau adalah putra Paku Alam ke-3 dan kaka dari Ki Hadjar Dewantara. Nama Soerjopranoto memang tidak setenar nama Soekarno, Semaun, Agus Salim dan sederet pahlawan yang lain, namun sejarah membuktikan bahwa beliau termasuk tokoh pergerakan nasional yang sangat berpengaruh terutama dikalangan grassroot (buruh).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Riwayat keluarga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Soerjopranoto dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 11 Januari tahun 1871 sebagai putera tertua dari Kanjeng Pangeran Haryo Soerjaningrat putra sulung Sri Paku Alam III ( yang tidak dapat menjadi Paku Alam IV karena buta ). Pakualaman adalah daerah Kulonprogo. Istri beliau bernama Djauharin Insjiah putri almarhum Kyai haji Abdussakur, Penghulu (Landraad) Agama Islam, dari Karanganyar Banyumas, telah wafat terlebih dahulu dalam tahun 1951 pada usia 67 tahun. Sewaktu wafat Soerjopranoto meninggalkan sepuluh orang anak, tujuh putra, tiga putri dan tiga puluh dua cucu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Latar belakang pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Soerjopranoto, sebagai anak bangsawan, termasuk golongan pribumi yang kedudukannya "disamakan" dengan kalangan bangsa Eropa. Dengan statusnya itulah ia bisa masuk Sekolah Rendah Eropa atau Europeesche Lagere School (ELS). Setamat dari ELS, Soerjopranoto mengambil Klein Ambtenaren Cursus atau Kursus Pegawai Rendah, yang kurang lebih setingkat dengan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang sekarang setara dengan SMP. Lulus dari kursus tersebut, Soerjopranoto diterima menjadi pegawai kantor pemerintahan kolonial di Tuban. Ia akhirnya dipecat dari pekerjaan tersebut karena menempeleng seorang pejabat kolonial berkulit putih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt; Kiprah dalam dunia Pergerakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada tahun 1900, Soerjopranoto mendirikan sebuah organisasi bernama Mardi Kaskaya. Sebagian besar pengurus organisasi ini adalah kerabat Pakualaman. Mardi Kaskaya kurang lebih mirip sebuah koperasi simpan-pinjam. Sehubungan dengan keberadaan Mardi Kaskaya, ruang gerak rentenir semakin berkurang.. Akibatnya, konflik terbuka sering terjadi. Insiden-insiden tersebut dianggap oleh pejabat kolonial sebagai gangguan ketentraman umum Oleh karena itulah pejabat kolonial "menyekolahkan" Soerjopranoto ke MLS (Middelbare Landbouw School = Sekolah Menengah Pertanian) di Bogor untuk menetralisir keadaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada akhir tahun 1901, Soerjopranoto mendirikan sebuah klub pertemuan dengan nama Societeit Sutrohardjo. Klub ini kurang lebih merupakan sebuah perpustakaan yang sangat sederhana. Dalam klub ini, orang bisa membaca berbagai bacaan, seperti surat kabar dan majalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada tahun 1907  ayahnya menugaskan dia mengurus adiknya Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) masuk Sekolah Dokter Stovia di Jakarta ia menitipkan surat pada adiknya dengan ajakan atas nama pemuda masyarakat  dan  pelajar Bogor kepada student Stovia untuk mendirikan perkumpulan "Pirukunan Jawi" yang boleh dianggap sebagai voorloper (pendahulu) dari ide mendirikan "Boedi Oetomo". Tapi ajakannya itu gagal, karena tidak mendapat tanggapan. (Baca Buku Peringatan "20 Mei" tulisan Ki Hadjar Dewantara).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada tahun 1908 beliau menggabungkan diri pada perkumpulan Boedi Oetomo. Dalam waktu singkat beliau diangkat menjadi Sekretasis Pengurus Besar Boedi Oetomo berkedudukan di Yogyakarta (periode setelah Dwidjosewojo). (Baca tulisan Sudardjo Tjokrosisworo dalam majalah "Varia" 11 November 1959). Namun karena kurang puas dengan pergerakan Boedi Oetomo yang tidak bersifat kerakyatan dan tidak revolusioner, beliau minta diri keluar setelah usul beliau untuk mendinamisir menjadi pergerakan rakyat ditolak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Melalui aktifitas  ceramah-ceramah/diskusi-diskusi tentang soal-soal kemasyarakatan dan pergerakan yang dilakukan oleh beliau menstimulus munculnya Yong Islamieten Bond dengan ketuanya Sjamsuridjal yang tidak lain adalah adik bungsu dari ibu Soerjopranoto, yang dikemudian hari menjadi walikota (Gubernur) pertama Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada tahun 1912-1932 Beliau masuk Partai Sarekat Islam dan karena keaktifannya segera menjadi anggota Pucuk Pimpinan. Begitu aktif, tangkas dan beraninya, sehingga beliau menduduki tempat sebagai pembantu Tjokroaminoto yang utama. Soerjopranoto menjadi orang kedua di dalam partai. Dalam kursus-kursus partai yang secara periodik diselenggarakan di Jalan Kepatihan Paku Alaman Yogyakarta, beliau menjadi salah satu instrukturnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Dalam Kongres SI di Surabaya tahun 1919 Soerjopranoto mengemukakan, bahwa kemenangan kelas dan menjadikan alat-alat produksi menjadi milik umum, tidak harus dicapai dengan aksi bersenjata tapi bisa secara moral, protes-protes, dan jika perlu dengan "pemogokan", kesemua itu harus dilakukan secara serentak. Soerjopranoto dikemudian hari memimpin suatu pemogokan umum dikalangan kaum pekerja pabrik-pabrik gula yang bergabung dalam Sarekat buruh pertama yang didirikan di Indonesia pada tahun 1917 P.F.B. ( Personeel Fabrieks Bond) di jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemogokan yang pertama terjadi pada tanggal 20 Agustus 1920 di pabrik gula madu Kismo. Dengan perbuatan ini Soerjopranoto melaksanakan teori pada prakteknya. Pemogokan ini begitu luas dan hebat sehingga oleh " De Express" beliau disebut "De stakings Koning" (Raja Pemogokan). Aksi ini bertujuan untuk melawan P.E.B. (Politiek Economische Bond) dibawah pimpinan Engelenberg dan Brugers (kumpulannya Tuan-Tuan Pabrik).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Sesuai dengan rencana perjuangan SI maka didirikanlah perhimpunan-perhimpunan buruh. Program ini menjadi tanggung jawab Soerjopranoto dan ia pun menjadi pemimpin : 1. Opium-regie Bond 2. Perserikatan Personeel Pandhuis Bond (P.P.P.B) mulai periode Sosrokardono. 3. Personeel Fabrieks Bond (P.F.B) yang dalam tahun 1912 mengadakan pemogokan atas modal gula di onderneming-onderneming Belanda. 4. Persatuan Pergerakan Kaum Buruh (P.P.K.B), mulai dari Abdul Noeis, Semaoen dan H. Agus Salim. Ini organisasi gabungan dari 22 Sarekat Buruh. 5. Redaksi "Fajar" kemudian "Mustika" (sesudah H. Agus Salim) kemudian juga Redaksi "Pahlawan", (Kaderblad dari Opium-regie Bond) dan "Suara Berkelahi" (Kaderblad dari P.P.K.B).Selama menjadi orang partai Sarekat Islam beliau pernah masuk penjara sampai tiga kali karena spreek-delict  yang menggugat kejahatan Kapitalisme dan Kolonialisme serta tak terhitung lagi pembredelan atas hasil tulisan-tulisannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada tahun 1933 beliau  mendirikan Partai Islam Indonesia (PII). Tetapi dalam partai ini beliau tidak pernah aktif karena agaknya merasa kecewa (salah kira) sebab azas dan programnya ternyata sangat jauh dari apa yang diangan-angankan sebelumnya. Tenaga dan pikirannya lebih banyak dicurahkan untuk kemajuan P.P.P.B, Opium Regir Bond, dan sekolah Adhi Dharma Institut (didirikan tahun 1917 di Yogyakarta). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Agency FB, sans-serif;"&gt;Pada pukul 24.00 beliau meninggal dunia disebabkan usianya yang sudah 88 tahun di Cimahi, Jawa Barat. Pada tanggal 17 Oktober 1959, jenazah dikebumikan dimakam keluarga "Rachmat Jati" di Kota Gede Yogyakarta dengan upacara pamakaman sebagai Perwira Tinggi. Dengan keputusan Presiden beliau diangkat sebagai : - Pahlawan Kemerdekaan Nasional RI (Kep. Presiden RI No. 310) - Mahaputra, tingkat II Republik Indonesia (17 Agustus 1960, dianugerahi secara anumerta).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-6766409428932275473?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/6766409428932275473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=6766409428932275473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6766409428932275473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6766409428932275473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/05/tokoh-buruh.html' title='Tokoh Buruh'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-596238212052644871.post-6020744414136259546</id><published>2008-05-14T17:21:00.001+07:00</published><updated>2008-06-09T22:30:05.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>REVISI SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Berlin Sans FB Demi,sans-serif;"&gt;SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="center"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Berlin Sans FB Demi,sans-serif;"&gt;DALAM UPAYA MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN BANGSA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;1. Menguak  Fakta Hari Kebangkitan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Banyak di antara masyarakat Indoneisa menilai tanggal 20 Mei bahkan menurut agenda sejarah perjalanan bangsa merupakan hari kebangkitan nasional. Hal ini di karenakan memang banyak literature yang memang menunjukkan bahwa, seabad yang lalu, tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908 dengan ditandai munculnya organisasi Boedi Oetomo saat itu bangkitlah suatu kesadaran tentang kesatuan kebangsaan untuk menentang kekuasaan penjajahan Belanda yang telah berabad-abad lamanya berlangsung di tanah air Indonesia. Boedi Oetomo yang merupakan perkumpulan kaum muda yang cerdas dan peduli terhadap nasib bangsa antara lain diprakarsai oleh ; Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan Dr. Goenawan dan Suryadi Suryadiningrat (Ki Hadjar Dewantara).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Padahal terdapat hal lain yang secara lebih jauh bagi kita untuk melihat perkembangan sejarah Hari Kebangkitan Nasional pada waktu tersebut. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: &lt;i&gt;“Ilmu qabla amal”&lt;/i&gt; (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya. Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya&lt;i&gt; “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996)&lt;/i&gt; menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita &lt;i&gt;“Fa Innahu Minhum”&lt;/i&gt; (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan. Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Sesungguhnya kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, organisasi ini memberikan dukungan penjajahan Belanda di Indonesia, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (&lt;i&gt;Vritmejselareen&lt;/i&gt;). Menurut KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924 dalam buku berjudul &lt;i&gt;“Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa”, &lt;/i&gt;BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;2. Sejarah Boedi Oetomo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Boedi Oetomo didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN. Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis &lt;i&gt;“Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” &lt;/i&gt;Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan. Bahkan Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang &lt;i&gt;Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging&lt;/i&gt; berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Sebuah artikel di &lt;i&gt;“Suara Umum”&lt;/i&gt;, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah &lt;i&gt;“Al-Lisan&lt;/i&gt;” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938. Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan &lt;i&gt;chauvinisme &lt;/i&gt;sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895. Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;3. Sejarah Syarikat Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN. Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. Organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Perbandingan antara organisasi SI dan BO :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" border="1" cellpadding="7" cellspacing="0" width="553"&gt;  &lt;col width="21"&gt;  &lt;col width="106"&gt;  &lt;col width="178"&gt;  &lt;col width="190"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;NO&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Sarekat    Islam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Budi    Oetomo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tujuan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam    Raya dan Indonesia Raya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Menggalang    kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Sifat    &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nasional    untuk seluruh bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;kesukuan    yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Penggunaan    Bahasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berbahasa    Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berbahasa    Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Sikap    Terhadap Belanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;non-koperatif    dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;menggalang    kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar    tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah    kolonial Belanda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Sikap    Terhadap Agama &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;membela    Islam dan memperjuangkan kebenarannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;anti    Islam dan anti Arab (dibenarkan oleh sejarawan Hamid Algadrie dan    Dr. Radjiman)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Perjuangan    Kemerdekaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;memperjuangkan    kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu    gerbang kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BO    tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah    membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa    ini melewati pintu gerbang kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;7.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Korban    Perjuangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Anggota    SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan    banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Anggota    BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan    dibuang ke Digul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-top: 0.49cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;8.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kerakyatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Bersikap    kerakyatan dan kebangsaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Bersifat    feodal dan keningratan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="21"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;9.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="106"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Kelahiran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="178"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;3    tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="190"&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;BO    baru lahir pada 20 Mei 1908&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Munculnya semangat kebangkitan nasional ketika bangsa Indonesia mencapai tingkat perlawanannya yang tidak dapat dibendung lagi, untuk menghadapi kekuasaan kolonial Belanda yang tidak manusiawi dan tidak adil. Penegasan tekad bangsa untuk bebas dan merdeka dari belenggu kolonialisme dan imperialisme. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Amat tidak patut dan tidak pantas 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini. Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%; page-break-before: always;" align="justify"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;4.  Hakikat dari Kebangkitan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Kebangkitan kesadaran atas kesatuan kebangsaan yang diawali dengan berdirinya Syarikat Islam memunculkan Jong Ambon (1909), Jong Java dan Jong Celebes (1917) Jong Sumatera dan Jong Minahasa (1918). Pada tahun 1911 juga berdiri organisasi Sarikat Islam, 1912 Muhammadiyah, 1926 Nahdlatul’Ulama, dan kemudian pada tahun 1927 berdiri Partai Nasional Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Perjuangan yang panjang itu, akhirnya mencapai puncaknya pada kemerdekaan bangsa, yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Negara kita seperti ditegaskan oleh para pendirinya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ditegakkan berdasarkan prinsip Negara Hukum. Karena itu, NKRI pada dasarnya mengelola kekuasaan berdasarkan hukum, bukan berdasarkan kekuasaan. Hukum adalah kekuasaan, bukan kekuasaan adalah hukum. Dalam proses politik, kita pun pernah terjebak dalam suatu periode dimana kekuasaan ditegakkan berdasarkan kekuasaan, bukan berdasarkan hukum. Kekuasaan adalah hukum itu sendiri. Maka akibatnya kekuasaan cenderung otoriter, sentralistik dan represif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Jangan samakan kebangkitan nasional sekarang dengan zaman dahulu karena sangatlah berbeda dulu kita masih di jajah dan tujuannya adalah mempersatukan kekuatan khususnya kaum muda tetapi sekarang hanya untuk membangkitkan generasi yang bapak-bapak atau ibu-ibu nya yang sedang berkuasa sekarang. sebenarnya makna dari hari kebangkitan nasional bukan terletak pada perayaannya, tapi cenderung terletak pada bagaimana niat para pemimpin kita untuk membangkitkan indonesia ke arah yang lebih baik. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jujur saja, mungkin banyak di antara kita yang ragu menjawab bahwa nilai-nilai itu masih relevan, apalagi melihat fakta bahwa apa yang terjadi di lapangan sangat berbeda antara bumi dan langit dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan. Terutama di tengah-tengah situasi di mana kualitas hidup yang dijalani sebagian besar rakyat Indonesia semakin menurun, sementara sebagian lainnya makin makmur dan sejahtera. Kesenjangan itu sangat nyata, bukan saja antar masyarakat, tetapi juga antar daerah.&lt;br /&gt;Artinya, bila pertanyaan mengenai relevansi Kebangkitan Nasional itu menguat, berarti juga merepresentasikan situasi di alam bawah sadar maupun alam sadar kita apakah masih relevan kita hidup bersama-sama sebagai satu bangsa, satu negara yang bernama Republik Indonesia?&lt;br /&gt;Itulah pertanyaan besar dan sangat mendasar. Hal itu tidak bisa dijawab hanya melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam rangka Harkitnas saja. Kegiatan-kegiatan seremonial seperti itu tak lebih dari sekadar upaya mengingatkan bahwa ada pergerakan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat (di Jawa) mengenai sebuah &lt;i&gt;nation&lt;/i&gt;, sebuah bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;Sepuluh tahun silam juga pada saat reformasi dan jatuhnya kekuasaan mantan presiden soeharto menjelang hari kebangkitan nasional. sungguh momentum yang tepat untuk melakukan perebuhan terutama di bidang hukum , setelah 10 tahun kita reformasi apa yang kita dapatkan ? Jawabannya ; kemelaratan, kesusahan , KKN tambah parah di zaman ini karena kebanyakan mengambil kesempatan dalam kesempitan alias mumpung jadi pejabat, lowongan kerja juga sulit minimal cari kerja yang layak tamatan D3 tetapi jadi anggota dewan minimal smu , sungguh ironis. Jika begitu apa makna hari kebangkitan nasional , berusaha menuju Indonesia yang lebih maju “itu kata pejabat berwewenang saat perayaan hari kebangkitan nasional” tetapi setelah lewat sehari saja peringatannya, mereka kembali lagi ke selera asal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kita setuju bahwa rasa persatuan dan kesatuan sebagai sesama bangsa Indonesia adalah aset, potensi, dan kekuatan yang dibutuhkan dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia, dan dalam menghadapi berbagai krisis yang masih mencengkeram sampai saat ini. Namun bagaimana mewujudkan itu dalam kenyataan? Hari Kebangkitan Nasional, mungkin peristiwa itu akan diramaikan dengan berbagai kegiatan dan seremoni yang meriah. Namun, berbagai kegiatan itu juga tidak akan mampu menjawab pertanyaan: apakah insentif dan keuntungan kita menjadi satu bangsa yang bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia? Pertanyaan seperti itu sangat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tinggal di pulau-pulau lain di luar Jawa, sebab banyak di antara mereka yang tidak tersentuh oleh pembangunan. Di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina atau Singapura, lebih menguntungkan berhubungan langsung dengan para tetangga itu ketimbang dengan Jakarta, yang memang lebih jauh jaraknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hingga hari ini, kita harus mengakui bahwa pembangunan masih berorientasi di dan ke Jawa, yang memang harus diakui pula sebagai pulau yang paling padat penduduknya. Namun kenyataan itu tidak boleh membuat pemerintah kemudian mengabaikan pembangunan di wilayah-wilayah lain di luar Jawa. Lebih konkret lagi, pemerintah harus memberikan insentif kepada wilayah-wilayah lain itu untuk menunjukkan bahwa tergabung dalam Republik Indonesia memang menguntungkan, mensejahterakan, memberi keadilan, memberi rasa damai dan tenteram dst.&lt;br /&gt;Menurut hemat kita, harus ada upaya-upaya khusus untuk pembangunan lebih banyak pelabuhan, membangun armada kapal nasional yang besar, memperbaiki dan memperbanyak bandar-bandar udara, memperbaiki dan membangun jalan-jalan, sekolah, rumah sakit dll. di wilayah-wilayah luar Jawa. Pembangunan infrastruktur dasar seperti itu akan menyadarkan rakyat bahwa memang ada manfaat dan insentif menjadi bangsa Indonesia. Masalahnya adalah tayangan kelakuan para pemimpin di aras nasional yang cenderung memperlihatkan mereka hanya cari kekayaan sendiri atau cari selamat sendiri (terbukti dari banyaknya kasus-kasus korupsi yang tidak semakin surut). Hal-hal seperti itu sama sekali tidak mendukung upaya membangun sebuah semangat kebangsaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.64cm; text-indent: 0.64cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Syarikat Islam telah membawa terobosan sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Saat ini, sesungguhnya kita juga membutuhkan seorang pemimpin yang berani melangkah maju menuju era Kebangkitan Nasional Kedua, seorang pemimpin yang punya visi membawa lompatan kemajuan besar bagi bangsanya, seperti pernah dan telah dialami tetangga-tetangga dekat kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/596238212052644871-6020744414136259546?l=inz-myjourney.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/feeds/6020744414136259546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=596238212052644871&amp;postID=6020744414136259546' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6020744414136259546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/596238212052644871/posts/default/6020744414136259546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inz-myjourney.blogspot.com/2008/05/sejarah-kebangkitan-nasional.html' title='REVISI SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL'/><author><name>Indarto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01189377402477860376</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-gQcXdKb_xaA/TkxZ51PmBgI/AAAAAAAAAI4/mL6rqJZyBac/s220/DSC02743.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
